<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Ada Titik Panas di Gedung Bapenda DKI, 24 Mobil Damkar Lakukan Pendinginan</title><description>Petugas pemadam kebakaran masih mendeteksi adanya titik panas di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, yang terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam. Untuk itu, proses pendinginan masih dilakukan hingga pagi ini.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234866/masih-ada-titik-panas-di-gedung-bapenda-dki-24-mobil-damkar-lakukan-pendinginan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234866/masih-ada-titik-panas-di-gedung-bapenda-dki-24-mobil-damkar-lakukan-pendinginan"/><item><title>Masih Ada Titik Panas di Gedung Bapenda DKI, 24 Mobil Damkar Lakukan Pendinginan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234866/masih-ada-titik-panas-di-gedung-bapenda-dki-24-mobil-damkar-lakukan-pendinginan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234866/masih-ada-titik-panas-di-gedung-bapenda-dki-24-mobil-damkar-lakukan-pendinginan</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2026 08:16 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/08/338/3234866/kebakaran-6RYM_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/08/338/3234866/kebakaran-6RYM_large.jpg</image><title>Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Petugas pemadam kebakaran masih mendeteksi adanya titik panas di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, yang terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam. Untuk itu, proses pendinginan masih dilakukan hingga pagi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk situasi pagi hari ini proses pendinginan, ini dilakukan overhaul dikarenakan masih ada titik-titik hawa panas yang masih ada. Jangan sampai terlewat, nanti timbul kebakaran kembali,&amp;quot; kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan, saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/8/2026).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Karnawan mengatakan pihaknya masih menyiagakan puluhan mobil pemadam untuk melakukan proses pendinginan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk unit yang ada sekarang ini kurang lebih 24, dari hari awal itu 35 unit, sekarang sudah ada 24. Terus yang sisanya itu sudah kembali ke wilayah masing-masing karena sisanya ini diperbantukan di masing-masing kota,&amp;quot; ucap Karnawan.&#13;
&#13;
Karnawan menyebut dugaan awal titik api berasal dari lantai 11 yang saat ini sedang dalam proses renovasi. Namun, ia meminta publik menunggu hasil pendalaman dari Puslabfor Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Baik, informasi awal memang diduga dari lantai 11, dari adanya renovasi. Untuk kepastiannya mungkin nanti menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Petugas pemadam kebakaran masih mendeteksi adanya titik panas di Gedung Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) DKI Jakarta, yang terbakar pada Jumat (7/8/2026) malam. Untuk itu, proses pendinginan masih dilakukan hingga pagi ini.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk situasi pagi hari ini proses pendinginan, ini dilakukan overhaul dikarenakan masih ada titik-titik hawa panas yang masih ada. Jangan sampai terlewat, nanti timbul kebakaran kembali,&amp;quot; kata Perwira Piket Sudin Gulkarmat Jakarta Pusat, Karnawan, saat ditemui di lokasi, Sabtu (8/8/2026).&#13;
&#13;
Kendati demikian, Karnawan mengatakan pihaknya masih menyiagakan puluhan mobil pemadam untuk melakukan proses pendinginan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk unit yang ada sekarang ini kurang lebih 24, dari hari awal itu 35 unit, sekarang sudah ada 24. Terus yang sisanya itu sudah kembali ke wilayah masing-masing karena sisanya ini diperbantukan di masing-masing kota,&amp;quot; ucap Karnawan.&#13;
&#13;
Karnawan menyebut dugaan awal titik api berasal dari lantai 11 yang saat ini sedang dalam proses renovasi. Namun, ia meminta publik menunggu hasil pendalaman dari Puslabfor Polri.&#13;
&#13;
&amp;quot;Baik, informasi awal memang diduga dari lantai 11, dari adanya renovasi. Untuk kepastiannya mungkin nanti menunggu hasil penyelidikan dari Puslabfor,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
