<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Ungkap Pemilik Senpi Franchi SPAS-15 di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Sosoknya!</title><description>Polisi mengungkap sosok pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234873/polisi-ungkap-pemilik-senpi-franchi-spas-15-di-sekolah-swasta-jaksel-ini-sosoknya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234873/polisi-ungkap-pemilik-senpi-franchi-spas-15-di-sekolah-swasta-jaksel-ini-sosoknya"/><item><title>Polisi Ungkap Pemilik Senpi Franchi SPAS-15 di Sekolah Swasta Jaksel, Ini Sosoknya!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234873/polisi-ungkap-pemilik-senpi-franchi-spas-15-di-sekolah-swasta-jaksel-ini-sosoknya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/08/338/3234873/polisi-ungkap-pemilik-senpi-franchi-spas-15-di-sekolah-swasta-jaksel-ini-sosoknya</guid><pubDate>Sabtu 08 Agustus 2026 09:05 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/08/338/3234873/penemuan_ratusan_senpi_di_sekolah_jaksel-naEl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Penemuan Ratusan Senpi di Sekolah Jaksel (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/08/338/3234873/penemuan_ratusan_senpi_di_sekolah_jaksel-naEl_large.jpg</image><title>Penemuan Ratusan Senpi di Sekolah Jaksel (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi mengungkap sosok pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Polisi menyebut DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin (LKP), perusahaan yang bergerak di bidang impor senjata angin dan airsoft gun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dikutip Sabtu (8/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi belum memerinci identitas DS. Namun, berdasarkan hasil penelusuran, DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi Akan Periksa Mantan Ketua Yayasan&#13;
&#13;
Selain menelusuri asal-usul senjata, polisi juga berencana meminta keterangan dari pria berinisial IWD atau IW, mantan ketua yayasan yang namanya terseret setelah ratusan senjata ditemukan di salah satu ruangan.&#13;
&#13;
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami pengetahuan IW terkait keberadaan senjata serta asal-usul dan perizinannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan,&amp;rdquo; jelas Budi.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penyelidikan terhadap temuan tersebut masih dilakukan Direktorat Intelkam Subdit Wasendak Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto, mengungkapkan temuan ratusan senjata, narkoba, hingga puluhan CD porno di salah satu ruangan sekolah.&#13;
&#13;
Menurut Hermawanto, barang-barang tersebut ditemukan setelah terjadi sengketa dengan pimpinan yayasan terdahulu berinisial IWD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan,&amp;rdquo; kata Hermawanto saat ditemui di halaman sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mendapatkan akses ke ruangan tersebut, pihak yayasan kemudian menemukan berbagai barang yang diduga terlarang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Hermawanto mengatakan kliennya memberhentikan IWD dari posisi ketua yayasan setelah yang bersangkutan menjabat selama 15 tahun.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sengketa tersebut bermula dari dugaan penyalahgunaan dana yayasan dalam pembelian tanah pada 2013. Menurutnya, uang pembelian tanah berasal dari dana yayasan.&#13;
&#13;
Namun, empat tahun kemudian, sertifikat tanah tersebut justru tercatat atas nama istri IWD, bukan atas nama yayasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Polisi mengungkap sosok pria berinisial DS sebagai pemilik satu pucuk senjata api (senpi) jenis Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge, yang ditemukan di yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Polisi menyebut DS merupakan direktur PT Lokta Karya Perbakin (LKP), perusahaan yang bergerak di bidang impor senjata angin dan airsoft gun.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi kalau dilihat penelusuran dari identitas ini yang bersangkutan merupakan direktur ya, terhadap suatu perusahaan PT LKP. LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun,&amp;rdquo; kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, dikutip Sabtu (8/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Budi belum memerinci identitas DS. Namun, berdasarkan hasil penelusuran, DS diketahui telah meninggal dunia pada 2020.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari hasil pendalaman Direktorat Intelkam Subdit Wasendak menemukan bahwa Saudara DS sudah meninggal dunia tahun 2020. Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Polisi Akan Periksa Mantan Ketua Yayasan&#13;
&#13;
Selain menelusuri asal-usul senjata, polisi juga berencana meminta keterangan dari pria berinisial IWD atau IW, mantan ketua yayasan yang namanya terseret setelah ratusan senjata ditemukan di salah satu ruangan.&#13;
&#13;
Pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mendalami pengetahuan IW terkait keberadaan senjata serta asal-usul dan perizinannya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita akan melakukan, mengundang Saudara IW dalam hal ini untuk memberikan keterangan. Termasuk akan melakukan pendalaman terkait tentang asal-usul kepemilikan, perizinan, penguasaan, lokasi penyimpanan, dan tujuan penyimpanan,&amp;rdquo; jelas Budi.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, penyelidikan terhadap temuan tersebut masih dilakukan Direktorat Intelkam Subdit Wasendak Polda Metro Jaya bersama Polres Metro Jakarta Selatan.&#13;
&#13;
Sebelumnya, kuasa hukum yayasan sekolah swasta di Jakarta Selatan, Hermawanto, mengungkapkan temuan ratusan senjata, narkoba, hingga puluhan CD porno di salah satu ruangan sekolah.&#13;
&#13;
Menurut Hermawanto, barang-barang tersebut ditemukan setelah terjadi sengketa dengan pimpinan yayasan terdahulu berinisial IWD.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Iya, karena tanpa ada sengketa itu kami enggak bisa masuk. Justru karena sengketa itu, kami kemudian memberhentikan dia ketua, lalu kemudian kami punya akses untuk masuk ke dalam ruangan,&amp;rdquo; kata Hermawanto saat ditemui di halaman sekolah, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Setelah mendapatkan akses ke ruangan tersebut, pihak yayasan kemudian menemukan berbagai barang yang diduga terlarang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Akhirnya kami coba buka-buka, enggak tahunya ketika kami buka ruangan itu, kita temukan barang terlarang. Seandainya tidak ada sengketa, mungkin senjata itu masih ada di sini,&amp;rdquo; tambahnya.&#13;
&#13;
Hermawanto mengatakan kliennya memberhentikan IWD dari posisi ketua yayasan setelah yang bersangkutan menjabat selama 15 tahun.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, sengketa tersebut bermula dari dugaan penyalahgunaan dana yayasan dalam pembelian tanah pada 2013. Menurutnya, uang pembelian tanah berasal dari dana yayasan.&#13;
&#13;
Namun, empat tahun kemudian, sertifikat tanah tersebut justru tercatat atas nama istri IWD, bukan atas nama yayasan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Enggak tahunya empat tahun kemudian sertifikat tanah itu atas nama istrinya, bukan atas nama sekolah yayasan. Dan tahu istrinya itu adalah anggota pembina,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
