<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Keluarga Siap Ikuti Proses Ekshumasi Ungkap Misteri Kematian Sutrimo</title><description>Keluarga Sutrimo menyatakan siap mengikuti proses hukum, termasuk jika aparat penegak hukum memutuskan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab kematiannya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/09/337/3235080/keluarga-siap-ikuti-proses-ekshumasi-ungkap-misteri-kematian-sutrimo</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/09/337/3235080/keluarga-siap-ikuti-proses-ekshumasi-ungkap-misteri-kematian-sutrimo"/><item><title>Keluarga Siap Ikuti Proses Ekshumasi Ungkap Misteri Kematian Sutrimo</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/09/337/3235080/keluarga-siap-ikuti-proses-ekshumasi-ungkap-misteri-kematian-sutrimo</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/09/337/3235080/keluarga-siap-ikuti-proses-ekshumasi-ungkap-misteri-kematian-sutrimo</guid><pubDate>Minggu 09 Agustus 2026 18:29 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/09/337/3235080/mayat-NQjv_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Keluarga Sutrimo (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/09/337/3235080/mayat-NQjv_large.jpg</image><title>Keluarga Sutrimo (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone)</title></images><description>BANYUMAS - Keluarga Sutrimo menyatakan siap mengikuti proses hukum, termasuk jika aparat penegak hukum memutuskan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab kematiannya.&#13;
&#13;
Sikap itu disampaikan setelah pihak keluarga mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu 8 Agustus 2026 malam. Pihak keluarga ingin mengetahui secara spesifik apakah kematian orang dekat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu dikategorikan wajar atau terdapat unsur lain di baliknya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keponakan Sutrimo, Abdi, mengatakan keluarga saat ini hanya menginginkan kepastian terkait penyebab kematian kerabatnya tersebut. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar telah menimbulkan keresahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo,&amp;quot; kata Abdi usai membuat laporan ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Abdi mengaku keluarga sebenarnya tidak menginginkan makam Sutrimo dibongkar kembali. Namun, jika hal itu diperlukan oleh negara untuk mengungkap penyebab kematian, keluarga akan mengikuti proses hukum yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya sih buat keluarga nggak merelakan buat digali lagi, cuma kalau memang dari negara dibutuhkan buat otopsi atau kepastian itu, mau tidak mau harus diikuti,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Abdi mengatakan, keluarga hanya ingin mengetahui apakah kematian Sutrimo terjadi secara wajar atau tidak. Menurut dia, simpang siurnya informasi yang beredar turut berdampak pada kondisi keluarga dan lingkungan sekitar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepastian saja. Wajar atau tidaknya cuma itu saja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sementara paman Sutrimo, Tukim, mengaku sempat melihat wajah jenazah saat tiba di kampung halaman di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Saat itu, keluarga tidak menaruh kecurigaan karena kondisi jenazah dinilai baik.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, keluarga baru mencari kepastian setelah berbagai pemberitaan terkait kematian Sutrimo bermunculan. &amp;quot;Makanya dari keluarga langsung mengikhlaskan karena ya namanya orang kampung keadaan jenazah bersih ya jadi nggak ada kecurigaan apa-apa,&amp;quot; kata Tukim.&#13;
</description><content:encoded>BANYUMAS - Keluarga Sutrimo menyatakan siap mengikuti proses hukum, termasuk jika aparat penegak hukum memutuskan melakukan ekshumasi atau pembongkaran makam untuk mengungkap penyebab kematiannya.&#13;
&#13;
Sikap itu disampaikan setelah pihak keluarga mengambil langkah hukum dengan melaporkan kasus kematian Sutrimo ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu 8 Agustus 2026 malam. Pihak keluarga ingin mengetahui secara spesifik apakah kematian orang dekat mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah itu dikategorikan wajar atau terdapat unsur lain di baliknya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Keponakan Sutrimo, Abdi, mengatakan keluarga saat ini hanya menginginkan kepastian terkait penyebab kematian kerabatnya tersebut. Menurutnya, berbagai informasi yang beredar telah menimbulkan keresahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Keluarga cuma minta kepastian hukum terkait meninggalnya saudara Sutrimo,&amp;quot; kata Abdi usai membuat laporan ke Polresta Banyumas, Jawa Tengah, Sabtu 8 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Abdi mengaku keluarga sebenarnya tidak menginginkan makam Sutrimo dibongkar kembali. Namun, jika hal itu diperlukan oleh negara untuk mengungkap penyebab kematian, keluarga akan mengikuti proses hukum yang berlaku.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebenarnya sih buat keluarga nggak merelakan buat digali lagi, cuma kalau memang dari negara dibutuhkan buat otopsi atau kepastian itu, mau tidak mau harus diikuti,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Abdi mengatakan, keluarga hanya ingin mengetahui apakah kematian Sutrimo terjadi secara wajar atau tidak. Menurut dia, simpang siurnya informasi yang beredar turut berdampak pada kondisi keluarga dan lingkungan sekitar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kepastian saja. Wajar atau tidaknya cuma itu saja,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Sementara paman Sutrimo, Tukim, mengaku sempat melihat wajah jenazah saat tiba di kampung halaman di Desa Wlahar, Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Saat itu, keluarga tidak menaruh kecurigaan karena kondisi jenazah dinilai baik.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, keluarga baru mencari kepastian setelah berbagai pemberitaan terkait kematian Sutrimo bermunculan. &amp;quot;Makanya dari keluarga langsung mengikhlaskan karena ya namanya orang kampung keadaan jenazah bersih ya jadi nggak ada kecurigaan apa-apa,&amp;quot; kata Tukim.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
