<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BGN Minta Pelajar Tak Bawa Pulang Menu MBG, Khawatir Picu Keracunan</title><description>Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik untuk mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan. Para siswa juga diminta tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/11/337/3235380/kepala-bgn-minta-pelajar-tak-bawa-pulang-menu-mbg-khawatir-picu-keracunan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/11/337/3235380/kepala-bgn-minta-pelajar-tak-bawa-pulang-menu-mbg-khawatir-picu-keracunan"/><item><title>Kepala BGN Minta Pelajar Tak Bawa Pulang Menu MBG, Khawatir Picu Keracunan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/11/337/3235380/kepala-bgn-minta-pelajar-tak-bawa-pulang-menu-mbg-khawatir-picu-keracunan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/11/337/3235380/kepala-bgn-minta-pelajar-tak-bawa-pulang-menu-mbg-khawatir-picu-keracunan</guid><pubDate>Selasa 11 Agustus 2026 09:49 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/11/337/3235380/kepala_badan_gizi_nasional_sudaryono-ojBs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/11/337/3235380/kepala_badan_gizi_nasional_sudaryono-ojBs_large.jpg</image><title>Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik untuk mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan. Para siswa juga diminta tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah.&#13;
&#13;
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, makanan MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas karena kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara program.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,&amp;quot; ujar Sudaryono, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kondisi makanan setelah dibawa pulang tidak dapat sepenuhnya dipastikan, termasuk bagaimana makanan tersebut disimpan hingga akhirnya dikonsumsi. Kondisi itu dikhawatirkan meningkatkan risiko apabila makanan telah mengalami kerusakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sudaryono juga mengungkapkan, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, terdapat orang tua siswa yang turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Untuk itu, BGN meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan pangan sejak makanan diterima hingga dikonsumsi.&#13;
&#13;
BGN menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga oleh terjaminnya keamanan makanan yang dikonsumsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
BGN akan terus memperkuat pelayanan, pengawasan, pemantauan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara aman bagi masyarakat.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan peserta didik untuk mengonsumsi makanan dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sesuai waktu dan tempat yang telah ditentukan. Para siswa juga diminta tidak membawa pulang makanan MBG ke rumah.&#13;
&#13;
Kepala BGN, Sudaryono mengatakan, makanan MBG yang dibawa pulang berpotensi mengalami perubahan kualitas karena kondisi penyimpanan setelah makanan keluar dari pengawasan penyelenggara program.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami mengimbau kepada para siswa, dan juga memohon kepada Bapak Ibu Guru untuk memberitahu kepada peserta didik, siswa-siswa di kelasnya, untuk kemudian tidak membawa pulang menu makanan MBG ke rumah,&amp;quot; ujar Sudaryono, Selasa (11/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menjelaskan, kondisi makanan setelah dibawa pulang tidak dapat sepenuhnya dipastikan, termasuk bagaimana makanan tersebut disimpan hingga akhirnya dikonsumsi. Kondisi itu dikhawatirkan meningkatkan risiko apabila makanan telah mengalami kerusakan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sudaryono juga mengungkapkan, dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, terdapat orang tua siswa yang turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan MBG yang dibawa pulang ke rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Untuk itu, BGN meminta dukungan pihak sekolah dan tenaga pendidik untuk memberikan pemahaman kepada peserta didik mengenai pentingnya mengonsumsi makanan MBG sesuai ketentuan.&#13;
&#13;
Edukasi tersebut menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga keamanan pangan sejak makanan diterima hingga dikonsumsi.&#13;
&#13;
BGN menegaskan, keberhasilan MBG tidak hanya ditentukan oleh terpenuhinya kebutuhan gizi penerima manfaat, tetapi juga oleh terjaminnya keamanan makanan yang dikonsumsi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
BGN akan terus memperkuat pelayanan, pengawasan, pemantauan, serta kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan pelaksanaan MBG berjalan dengan baik dan memberikan manfaat secara aman bagi masyarakat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
