<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Siaga! Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer</title><description>Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/12/337/3235587/siaga-gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/12/337/3235587/siaga-gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer"/><item><title>Siaga! Gunung Merapi Meletus Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Kilometer</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/12/337/3235587/siaga-gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/12/337/3235587/siaga-gunung-merapi-meletus-luncurkan-awan-panas-sejauh-1-8-kilometer</guid><pubDate>Rabu 12 Agustus 2026 09:59 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/337/3235587/gunung_merapi-8xZV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi (Foto: BPPTKG) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/337/3235587/gunung_merapi-8xZV_large.jpg</image><title>Gunung Merapi (Foto: BPPTKG) </title></images><description>JAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter.&#13;
&#13;
Dalam laporan BPPTKG, awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 49,58 milimeter dengan durasi 82,61 detik. Material bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak dan ke arah selatan menuju hulu Kali Boyong.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;quot; tulis imbauan Badan Geologi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran dan gempa hybrid atau fase banyak. Tercatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-36 mm dan durasi 49,39-155,23 detik. Selain itu, terjadi 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi 22,14-55,09 detik.&#13;
&#13;
Selama periode enam jam tersebut, petugas juga mengamati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya yang mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.900 meter.&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas dengan asap kawah berwarna putih berintensitas tipis setinggi sekitar 25 meter di atas puncak kawah. Cuaca di kawasan puncak terpantau cerah dengan suhu udara berkisar 14,8-17,2 derajat Celsius.&#13;
&#13;
BPPTKG menyatakan status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gunung Merapi kembali meluncurkan awan panas guguran pada Rabu (12/8/2026) pagi. Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran terjadi pada pukul 08.50 WIB dengan estimasi jarak luncur mencapai 1.800 meter.&#13;
&#13;
Dalam laporan BPPTKG, awan panas guguran tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 49,58 milimeter dengan durasi 82,61 detik. Material bergerak ke arah barat daya menuju hulu Kali Krasak dan ke arah selatan menuju hulu Kali Boyong.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat diimbau untuk menjauhi daerah bahaya dan alur sungai yang berhulu di Gunung Merapi serta mematuhi rekomendasi resmi,&amp;quot; tulis imbauan Badan Geologi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam laporan aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 00.00-06.00 WIB, BPPTKG mencatat aktivitas kegempaan masih didominasi gempa guguran dan gempa hybrid atau fase banyak. Tercatat 20 kali gempa guguran dengan amplitudo 2-36 mm dan durasi 49,39-155,23 detik. Selain itu, terjadi 23 kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 2-34 mm dan durasi 22,14-55,09 detik.&#13;
&#13;
Selama periode enam jam tersebut, petugas juga mengamati tujuh kali guguran lava ke arah barat daya yang mengarah ke Kali Sat/Putih, Kali Krasak, Kali Bebeng, dan Kali Boyong. Jarak luncur maksimum guguran lava mencapai 1.900 meter.&#13;
&#13;
Secara visual, gunung tampak jelas dengan asap kawah berwarna putih berintensitas tipis setinggi sekitar 25 meter di atas puncak kawah. Cuaca di kawasan puncak terpantau cerah dengan suhu udara berkisar 14,8-17,2 derajat Celsius.&#13;
&#13;
BPPTKG menyatakan status Gunung Merapi masih berada pada Level III atau Siaga. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung sehingga berpotensi memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.&#13;
&#13;
Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer. Pada sektor tenggara, potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas di daerah potensi bahaya, mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran terutama saat hujan, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
