<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Prabowo Ingatkan Anak Muda: Bangsa yang Tak Mengerti Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah!</title><description>Presiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda untuk terus mempelajari sejarah bangsa. Menurutnya, bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko mengulangi kesalahan dan menjadi korban dari sejarah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/13/337/3235972/prabowo-ingatkan-anak-muda-bangsa-yang-tak-mengerti-sejarah-akan-dihukum-oleh-sejarah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/13/337/3235972/prabowo-ingatkan-anak-muda-bangsa-yang-tak-mengerti-sejarah-akan-dihukum-oleh-sejarah"/><item><title>Prabowo Ingatkan Anak Muda: Bangsa yang Tak Mengerti Sejarah Akan Dihukum oleh Sejarah!</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/13/337/3235972/prabowo-ingatkan-anak-muda-bangsa-yang-tak-mengerti-sejarah-akan-dihukum-oleh-sejarah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/13/337/3235972/prabowo-ingatkan-anak-muda-bangsa-yang-tak-mengerti-sejarah-akan-dihukum-oleh-sejarah</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 20:30 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/13/337/3235972/presiden_prabowo_subianto-fdKC_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Presiden Prabowo Subianto (foto: Tangkapan layar)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/13/337/3235972/presiden_prabowo_subianto-fdKC_large.jpg</image><title>Presiden Prabowo Subianto (foto: Tangkapan layar)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda untuk terus mempelajari sejarah bangsa. Menurutnya, bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko mengulangi kesalahan dan menjadi korban dari sejarah.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran ekosistem motor listrik nasional (Molonas) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan menjadi korban,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang relatif muda. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Namun, setelah proklamasi, bangsa Indonesia masih harus menghadapi berbagai peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun 1945 kita proklamasikan kemerdekaan kita, tetapi dilanjutkan perang. Perang lima tahun. Perang lima tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah penjajah meninggalkan Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia juga menghadapi berbagai gejolak dan upaya untuk mengguncang pemerintahan yang sah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam minggu-minggu pertama kita merdeka, mereka lancarkan kudeta terhadap pemerintah yang baru. Dua minggu sesudah penyerahan kedaulatan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa ajakannya untuk memahami sejarah bukan berarti mengajarkan masyarakat membenci bangsa lain. Menurutnya, Indonesia tetap dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki sifat terbuka terhadap orang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita terkenal dengan keramahan kita. Kebaikan kita. Itu adalah DNA kita. Itu adalah memang sifat kita. Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto mengajak generasi muda untuk terus mempelajari sejarah bangsa. Menurutnya, bangsa yang tidak memahami sejarah berisiko mengulangi kesalahan dan menjadi korban dari sejarah.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Prabowo dalam sambutannya saat peluncuran ekosistem motor listrik nasional (Molonas) di Cikarang, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara-saudara, terutama anak-anak muda, belajarlah sejarah. Bangsa yang tidak mengerti sejarah akan dihukum oleh sejarah. Kalau kita tidak mengerti bagaimana perilaku bangsa-bangsa lain terhadap kita, kita mungkin selalu akan menjadi korban,&amp;quot; kata Prabowo.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Prabowo mengatakan, Indonesia merupakan bangsa yang relatif muda. Kemerdekaan Indonesia diproklamasikan pada 17 Agustus 1945. Namun, setelah proklamasi, bangsa Indonesia masih harus menghadapi berbagai peperangan untuk mempertahankan kemerdekaan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahun 1945 kita proklamasikan kemerdekaan kita, tetapi dilanjutkan perang. Perang lima tahun. Perang lima tahun berhasil kita rebut kemerdekaan kita,&amp;quot; ujar Prabowo.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, perjuangan bangsa Indonesia tidak berhenti setelah penjajah meninggalkan Indonesia. Pada masa awal kemerdekaan, Indonesia juga menghadapi berbagai gejolak dan upaya untuk mengguncang pemerintahan yang sah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam minggu-minggu pertama kita merdeka, mereka lancarkan kudeta terhadap pemerintah yang baru. Dua minggu sesudah penyerahan kedaulatan,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Prabowo menegaskan, bahwa ajakannya untuk memahami sejarah bukan berarti mengajarkan masyarakat membenci bangsa lain. Menurutnya, Indonesia tetap dikenal sebagai bangsa yang ramah dan memiliki sifat terbuka terhadap orang lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kita terkenal dengan keramahan kita. Kebaikan kita. Itu adalah DNA kita. Itu adalah memang sifat kita. Sifat yang seperti ini dianggap oleh bangsa-bangsa lain sifat yang lemah,&amp;quot; tutupnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
