<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>JPO Depan DPR RI Tanpa Akses Tangga, Pramono: Dulu yang Bangun PUPR</title><description>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara mengenai kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat atau tepatnya di depan Gedung DPR RI yang tak memiliki akses tangga. Menurutnya, menyebut JPO dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/13/338/3235783/jpo-depan-dpr-ri-tanpa-akses-tangga-pramono-dulu-yang-bangun-pupr</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/13/338/3235783/jpo-depan-dpr-ri-tanpa-akses-tangga-pramono-dulu-yang-bangun-pupr"/><item><title>JPO Depan DPR RI Tanpa Akses Tangga, Pramono: Dulu yang Bangun PUPR</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/13/338/3235783/jpo-depan-dpr-ri-tanpa-akses-tangga-pramono-dulu-yang-bangun-pupr</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/13/338/3235783/jpo-depan-dpr-ri-tanpa-akses-tangga-pramono-dulu-yang-bangun-pupr</guid><pubDate>Kamis 13 Agustus 2026 04:05 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/12/338/3235783/jpo-L9yj_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">JPO depan DPR RI tanpa tangga (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/12/338/3235783/jpo-L9yj_large.jpeg</image><title>JPO depan DPR RI tanpa tangga (Foto: Danandaya Arya Putra/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara mengenai kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat atau tepatnya di depan Gedung DPR RI yang tak memiliki akses tangga. Menurutnya, menyebut JPO dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan, JPO yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan dirawat bila fasilitas penyeberangan itu masih diperlukan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi JPO yang ada di Senayan itu adalah JPO yang dulunya dibangun oleh Kementerian PUPR, dan bagi Pemerintah DKI Jakarta, semua JPO yang masih bisa dan diperlukan tentunya kami merawatnya,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menyampaikan, beberapa JPO yang dikelola Pemprov DKI Jakarta akan ia bongkar, lantaran keberadaannya tidak efektif untuk masyarakat. Namun, bila JPO masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, maka infrastruktur tersebut akan dipertahankan dan dirawat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kalau kemudian memang sudah tidak difungsikan karena beberapa juga akan ada JPO yang akan kami, apa, akan kami tarik, terutama yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sendiri pasti akan kami lakukan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono memberikan contoh salah satu JPO yang terletak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan dibongkar dalam waktu dekat. Sebab, di area tersebut terdapat dua JPO yang saling berdekatan namun tak terhubung, sehingga warga kerap menyebut &amp;#39;JPO Love and Hate&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;JPO yang ada yang kemarin love and hate yang ada di Rasuna Said. Kalau bukan karena saya melihat langsung, pasti saya juga enggak akan bisa mengambil keputusan, begitu saya lihat langsung, ternyata JPO itu sudah tidak diperlukan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, JPO pertama di Rasuna Said merupakan eksisting milik Pemprov DKI Jakarta yang telah lebih dahulu dibangun dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat umum. Sementara, JPO kedua merupakan integrasi yang dibangun pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.&#13;
&#13;
Pramono telah memutuskan akan membongkar JPO yang dibangun Pemprov DKI Jakarta. Sebab, JPO lama tersebut ia nilai tidak ramah terhadap disabilitas.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung buka suara mengenai kondisi Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat atau tepatnya di depan Gedung DPR RI yang tak memiliki akses tangga. Menurutnya, menyebut JPO dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Ia pun menegaskan, JPO yang dibangun Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan dirawat bila fasilitas penyeberangan itu masih diperlukan masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi JPO yang ada di Senayan itu adalah JPO yang dulunya dibangun oleh Kementerian PUPR, dan bagi Pemerintah DKI Jakarta, semua JPO yang masih bisa dan diperlukan tentunya kami merawatnya,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (12/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono menyampaikan, beberapa JPO yang dikelola Pemprov DKI Jakarta akan ia bongkar, lantaran keberadaannya tidak efektif untuk masyarakat. Namun, bila JPO masih diperlukan dan menjadi tanggung jawab Pemprov DKI Jakarta, maka infrastruktur tersebut akan dipertahankan dan dirawat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi kalau kemudian memang sudah tidak difungsikan karena beberapa juga akan ada JPO yang akan kami, apa, akan kami tarik, terutama yang dibangun oleh Pemerintah DKI Jakarta sendiri pasti akan kami lakukan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Pramono memberikan contoh salah satu JPO yang terletak di kawasan Rasuna Said, Jakarta Selatan akan dibongkar dalam waktu dekat. Sebab, di area tersebut terdapat dua JPO yang saling berdekatan namun tak terhubung, sehingga warga kerap menyebut &amp;#39;JPO Love and Hate&amp;#39;.&#13;
&#13;
&amp;quot;JPO yang ada yang kemarin love and hate yang ada di Rasuna Said. Kalau bukan karena saya melihat langsung, pasti saya juga enggak akan bisa mengambil keputusan, begitu saya lihat langsung, ternyata JPO itu sudah tidak diperlukan,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sekadar informasi, JPO pertama di Rasuna Said merupakan eksisting milik Pemprov DKI Jakarta yang telah lebih dahulu dibangun dan berfungsi sebagai fasilitas penyeberangan bagi masyarakat umum. Sementara, JPO kedua merupakan integrasi yang dibangun pihak LRT Jabodebek sebagai bagian dari fasilitas integrasi antarmoda yang menghubungkan Stasiun LRT Jabodebek dengan Halte TransJakarta.&#13;
&#13;
Pramono telah memutuskan akan membongkar JPO yang dibangun Pemprov DKI Jakarta. Sebab, JPO lama tersebut ia nilai tidak ramah terhadap disabilitas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
