<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Hujan Deras Terparah di Jepang Tewaskan 6 Orang, Puluhan Ribu Warga Tanpa Listrik</title><description>Ribuan turis terlantar di Bandara Narita akibat hujan deras yang melanda.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/18/3236195/hujan-deras-terparah-di-jepang-tewaskan-6-orang-puluhan-ribu-warga-tanpa-listrik</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/14/18/3236195/hujan-deras-terparah-di-jepang-tewaskan-6-orang-puluhan-ribu-warga-tanpa-listrik"/><item><title>Hujan Deras Terparah di Jepang Tewaskan 6 Orang, Puluhan Ribu Warga Tanpa Listrik</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/18/3236195/hujan-deras-terparah-di-jepang-tewaskan-6-orang-puluhan-ribu-warga-tanpa-listrik</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/14/18/3236195/hujan-deras-terparah-di-jepang-tewaskan-6-orang-puluhan-ribu-warga-tanpa-listrik</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 16:24 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/18/3236195/hujan_deras_yang_belum_pernah_terjadi_sebelumnya_melanda_jepang-yC5I_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda Jepang. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/18/3236195/hujan_deras_yang_belum_pernah_terjadi_sebelumnya_melanda_jepang-yC5I_large.jpg</image><title>Hujan deras yang belum pernah terjadi sebelumnya melanda Jepang. (Foto: Reuters)</title></images><description>TOKYO - Setidaknya enam orang tewas dan lima lainnya terluka di Jepang bagian timur akibat curah hujan dengan rekor tertinggi yang melanda Prefektur Chiba, dekat ibu kota Tokyo.&#13;
&#13;
Hujan deras yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai kejadian &amp;ldquo;yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo; ini menyebabkan pemadaman listrik bagi lebih dari 20.000 rumah tangga, sementara 7.000 pelancong terpaksa bermalam di Bandara Narita, Tokyo.&#13;
&#13;
Pihak berwenang setempat mengeluarkan peringatan darurat tingkat lima&amp;mdash;tingkat siaga tertinggi&amp;mdash;pada Kamis (13/8/2026). Status tersebut diturunkan menjadi tingkat empat pada Jumat pagi, namun peringatan mengenai risiko tanah longsor dan banjir tetap diberlakukan.&#13;
&#13;
Curah hujan ekstrem ini terjadi setelah serangkaian badai melanda Jepang dan negara-negara tetangga sepanjang pekan ini, di tengah prakiraan bahwa musim topan tahun ini akan berlangsung sangat aktif.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa hujan deras terbaru ini disebabkan oleh aliran udara hangat dan lembap ke wilayah timur negara itu, yang bertemu dengan udara dingin di lapisan atas sehingga menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil, demikian diwartakan BBC.&#13;
&#13;
Hujan diperkirakan akan terus berlangsung hingga Jumat (14/8/2026) malam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa, bahkan jika dibandingkan dengan catatan sejarah cuaca di Jepang,&amp;rdquo; ujar Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, kepada para wartawan pada Jumat pagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya telah menangani berbagai bencana di masa lalu, namun belum pernah mengalami kejadian seperti ini.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak berwenang menyatakan bahwa Chiba, wilayah yang terletak tepat di sebelah ibu kota Tokyo, telah mencatat curah hujan lebih dari 100 mm per jam sejak Kamis sore.&#13;
&#13;
Angka ini sekitar tiga kali lipat dari rata-rata curah hujan bulan Agustus dan merupakan volume curah hujan tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kumagai menambahkan bahwa pihak berwenang akan memprioritaskan penyelamatan nyawa dan terus melanjutkan upaya penyelamatan.&#13;
&#13;
Setidaknya enam orang dilaporkan tewas, menurut laporan dari lembaga penyiaran publik NHK, kantor berita Kyodo, dan surat kabar Asahi.&#13;
&#13;
Di antara korban tewas terdapat seorang wanita yang meninggal di dalam mobilnya yang terendam di jalanan yang dilanda banjir, ungkap pihak berwenang. Dua orang lainnya jatuh pingsan di jalanan dan kemudian meninggal dunia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang menggambarkan situasi ini sebagai &amp;ldquo;tingkat curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Sejumlah layanan kereta api masih dihentikan pada Jumat pagi, sementara beberapa jalan raya utama juga ditutup.&#13;
&#13;
Lebih dari 100.000 rumah tangga diminta untuk mengungsi pada hari Kamis setelah hujan memicu tanah longsor dan pemadaman listrik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Bandara Narita menyatakan bahwa seluruh penerbangan dijadwalkan beroperasi secara normal pada hari Jumat. Maskapai nasional Japan Airlines menyebutkan bahwa beberapa penerbangannya mungkin mengalami penundaan, namun tidak diperkirakan akan ada pembatalan.&#13;
&#13;
Para penumpang sempat tertahan di stasiun kereta bawah tanah, sementara sekitar 1.800 orang menghabiskan malam di gedung Pemerintah Prefektur Chiba.&#13;
&#13;
Seorang wanita di Kota Ichikawa, Chiba, mengatakan kepada NHK bahwa hujan tersebut &amp;ldquo;turun secara tiba-tiba sehingga benar-benar mengejutkan&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Listrik padam, jadi saya khawatir apakah saya bisa membuka tempat usaha saya dalam beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya pada minggu ini, Jepang, Filipina, dan China dilanda badai yang datang berturut-turut&amp;mdash;Dolphin, Chan-Hom, dan Peilou&amp;mdash;yang bergerak melintasi kawasan tersebut secara bersamaan.&#13;
&#13;
Dolphin membawa hujan lebat ke Pulau Okinawa, Jepang, menyebabkan puluhan ribu bangunan kehilangan aliran listrik, menumbangkan pohon, dan mengakibatkan pembatalan penerbangan.&#13;
&#13;
Selama akhir pekan, pihak berwenang China mengevakuasi lebih dari satu juta orang dari rumah mereka saat Dolphin&amp;mdash;topan terkuat yang melanda China tahun ini&amp;mdash;mencapai daratan di wilayah timur negara tersebut.&#13;
</description><content:encoded>TOKYO - Setidaknya enam orang tewas dan lima lainnya terluka di Jepang bagian timur akibat curah hujan dengan rekor tertinggi yang melanda Prefektur Chiba, dekat ibu kota Tokyo.&#13;
&#13;
Hujan deras yang digambarkan oleh pihak berwenang sebagai kejadian &amp;ldquo;yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo; ini menyebabkan pemadaman listrik bagi lebih dari 20.000 rumah tangga, sementara 7.000 pelancong terpaksa bermalam di Bandara Narita, Tokyo.&#13;
&#13;
Pihak berwenang setempat mengeluarkan peringatan darurat tingkat lima&amp;mdash;tingkat siaga tertinggi&amp;mdash;pada Kamis (13/8/2026). Status tersebut diturunkan menjadi tingkat empat pada Jumat pagi, namun peringatan mengenai risiko tanah longsor dan banjir tetap diberlakukan.&#13;
&#13;
Curah hujan ekstrem ini terjadi setelah serangkaian badai melanda Jepang dan negara-negara tetangga sepanjang pekan ini, di tengah prakiraan bahwa musim topan tahun ini akan berlangsung sangat aktif.&#13;
&#13;
Badan Meteorologi Jepang menyatakan bahwa hujan deras terbaru ini disebabkan oleh aliran udara hangat dan lembap ke wilayah timur negara itu, yang bertemu dengan udara dingin di lapisan atas sehingga menciptakan kondisi atmosfer yang sangat tidak stabil, demikian diwartakan BBC.&#13;
&#13;
Hujan diperkirakan akan terus berlangsung hingga Jumat (14/8/2026) malam.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Ini adalah situasi yang sangat tidak biasa, bahkan jika dibandingkan dengan catatan sejarah cuaca di Jepang,&amp;rdquo; ujar Gubernur Chiba, Toshihito Kumagai, kepada para wartawan pada Jumat pagi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Saya telah menangani berbagai bencana di masa lalu, namun belum pernah mengalami kejadian seperti ini.&amp;rdquo;&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pihak berwenang menyatakan bahwa Chiba, wilayah yang terletak tepat di sebelah ibu kota Tokyo, telah mencatat curah hujan lebih dari 100 mm per jam sejak Kamis sore.&#13;
&#13;
Angka ini sekitar tiga kali lipat dari rata-rata curah hujan bulan Agustus dan merupakan volume curah hujan tertinggi yang pernah tercatat di wilayah tersebut.&#13;
&#13;
Kumagai menambahkan bahwa pihak berwenang akan memprioritaskan penyelamatan nyawa dan terus melanjutkan upaya penyelamatan.&#13;
&#13;
Setidaknya enam orang dilaporkan tewas, menurut laporan dari lembaga penyiaran publik NHK, kantor berita Kyodo, dan surat kabar Asahi.&#13;
&#13;
Di antara korban tewas terdapat seorang wanita yang meninggal di dalam mobilnya yang terendam di jalanan yang dilanda banjir, ungkap pihak berwenang. Dua orang lainnya jatuh pingsan di jalanan dan kemudian meninggal dunia.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Badan Meteorologi Jepang menggambarkan situasi ini sebagai &amp;ldquo;tingkat curah hujan lebat yang belum pernah terjadi sebelumnya&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
Sejumlah layanan kereta api masih dihentikan pada Jumat pagi, sementara beberapa jalan raya utama juga ditutup.&#13;
&#13;
Lebih dari 100.000 rumah tangga diminta untuk mengungsi pada hari Kamis setelah hujan memicu tanah longsor dan pemadaman listrik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Juru bicara Bandara Narita menyatakan bahwa seluruh penerbangan dijadwalkan beroperasi secara normal pada hari Jumat. Maskapai nasional Japan Airlines menyebutkan bahwa beberapa penerbangannya mungkin mengalami penundaan, namun tidak diperkirakan akan ada pembatalan.&#13;
&#13;
Para penumpang sempat tertahan di stasiun kereta bawah tanah, sementara sekitar 1.800 orang menghabiskan malam di gedung Pemerintah Prefektur Chiba.&#13;
&#13;
Seorang wanita di Kota Ichikawa, Chiba, mengatakan kepada NHK bahwa hujan tersebut &amp;ldquo;turun secara tiba-tiba sehingga benar-benar mengejutkan&amp;rdquo;.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Listrik padam, jadi saya khawatir apakah saya bisa membuka tempat usaha saya dalam beberapa hari ke depan,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelumnya pada minggu ini, Jepang, Filipina, dan China dilanda badai yang datang berturut-turut&amp;mdash;Dolphin, Chan-Hom, dan Peilou&amp;mdash;yang bergerak melintasi kawasan tersebut secara bersamaan.&#13;
&#13;
Dolphin membawa hujan lebat ke Pulau Okinawa, Jepang, menyebabkan puluhan ribu bangunan kehilangan aliran listrik, menumbangkan pohon, dan mengakibatkan pembatalan penerbangan.&#13;
&#13;
Selama akhir pekan, pihak berwenang China mengevakuasi lebih dari satu juta orang dari rumah mereka saat Dolphin&amp;mdash;topan terkuat yang melanda China tahun ini&amp;mdash;mencapai daratan di wilayah timur negara tersebut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
