<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pantun di Sidang Tahunan MPR, Muzani: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat</title><description>Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menutup pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dengan membacakan tiga pantun. Salah satu pantunnya berisi pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236065/pantun-di-sidang-tahunan-mpr-muzani-pesan-untuk-rakyat-jangan-saling-menghujat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236065/pantun-di-sidang-tahunan-mpr-muzani-pesan-untuk-rakyat-jangan-saling-menghujat"/><item><title>Pantun di Sidang Tahunan MPR, Muzani: Pesan untuk Rakyat, Jangan Saling Menghujat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236065/pantun-di-sidang-tahunan-mpr-muzani-pesan-untuk-rakyat-jangan-saling-menghujat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236065/pantun-di-sidang-tahunan-mpr-muzani-pesan-untuk-rakyat-jangan-saling-menghujat</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 10:19 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/337/3236065/ketua_mpr_ri-Gej1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketua MPR RI, Muzani (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/337/3236065/ketua_mpr_ri-Gej1_large.jpg</image><title>Ketua MPR RI, Muzani (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menutup pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dengan membacakan tiga pantun. Salah satu pantunnya berisi pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.&#13;
&#13;
Muzani membacakan pantun tersebut di hadapan peserta sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Sebelum membacakan pantun, Muzani terlebih dahulu menyampaikan ucapan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh peserta sidang untuk terus menjaga persatuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Sebelum tutup, kami meminta izin untuk membaca tiga buah pantun,&amp;rdquo; kata Muzani.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantun pertama berisi optimisme untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantun kedua menyinggung kebijakan Presiden yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi rakyat dan membuat Indonesia semakin maju.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden yang merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Kemudian, Muzani membacakan pantun terakhir yang secara khusus ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari saling menghujat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari bersatu jangan saling menghujat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Ketua MPR RI, Ahmad Muzani menutup pidatonya dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI dengan membacakan tiga pantun. Salah satu pantunnya berisi pesan kepada seluruh rakyat Indonesia agar menjaga persatuan dan tidak saling menghujat.&#13;
&#13;
Muzani membacakan pantun tersebut di hadapan peserta sidang di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Sebelum membacakan pantun, Muzani terlebih dahulu menyampaikan ucapan Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 sekaligus mengajak seluruh peserta sidang untuk terus menjaga persatuan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dirgahayu Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81. Bersatu, berdaulat, adil, dan makmur. Sekali merdeka, tetap! Merdeka! Sidang majelis saudara-saudara sekalian yang saya hormati. Sebelum tutup, kami meminta izin untuk membaca tiga buah pantun,&amp;rdquo; kata Muzani.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantun pertama berisi optimisme untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang berdaulat, adil, dan makmur.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Burung dara, burung merpati. Terbang tinggi ke langit timur. Kita optimis wujudkan negeri Indonesia berdaulat, adil, dan makmur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pantun kedua menyinggung kebijakan Presiden yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi rakyat dan membuat Indonesia semakin maju.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kuda Sumbawa, kuda terkuat. Dibuat lomba dapat piala. Kebijakan Presiden yang merakyat, menjadikan Indonesia semakin menyala,&amp;rdquo; sambungnya.&#13;
&#13;
Kemudian, Muzani membacakan pantun terakhir yang secara khusus ditujukan kepada seluruh rakyat Indonesia. Ia mengajak masyarakat untuk menjaga persatuan dan menghindari saling menghujat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Buah nangka, buah alpukat. Manis rasanya bikin terpikat. Ini pesan untuk seluruh rakyat, mari bersatu jangan saling menghujat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
