<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kiai Dimyati Sebut Sejumlah PCNU-PWNU Belum Terima Undangan Muktamar</title><description>Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Dimyati Muhammad alias Lora Dim mengatakan, padahal waktu pelaksanaan Muktamar NU tinggal menghitung hari.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236227/kiai-dimyati-sebut-sejumlah-pcnu-pwnu-belum-terima-undangan-muktamar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236227/kiai-dimyati-sebut-sejumlah-pcnu-pwnu-belum-terima-undangan-muktamar"/><item><title>Kiai Dimyati Sebut Sejumlah PCNU-PWNU Belum Terima Undangan Muktamar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236227/kiai-dimyati-sebut-sejumlah-pcnu-pwnu-belum-terima-undangan-muktamar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/14/337/3236227/kiai-dimyati-sebut-sejumlah-pcnu-pwnu-belum-terima-undangan-muktamar</guid><pubDate>Jum'at 14 Agustus 2026 17:59 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/337/3236227/pbnu-JQts_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ilustrasi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/337/3236227/pbnu-JQts_large.jpg</image><title>Foto: Ilustrasi/ist</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di PP Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang Jawa Timur, pada &amp;nbsp;27-31 Agustus 2026. Namun sejumlah PWNU dan PCNU belum menerima undangan resmi.&#13;
&#13;
Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Dimyati Muhammad alias Lora Dim mengatakan, padahal waktu pelaksanaan Muktamar NU tinggal menghitung hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami khawatir undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, bahkan habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, bahkan banyak yang dari daerah kepulauan. Padahal, diantara mereka berangkat rombongan,&amp;rdquo; ujar Kiai Dimyati, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekretaris PCNU Bangkalan, Madura mengaku mendapat banyak aduan dari fungsionaris PCNU luar Jawa terkait belum adanya undangan resmi muktamar. Bahkan diantara mereka juga mengkhwatirkan pelaksanaan muktamar, mundur dari jadwal semula.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada undangan hingga saat ini membuat mereka menduga-duga. Pastinya, kesulitan mengurus administrasi internal untuk berangkat, SK delegasi, hingga koordinasi teknis keberangkatan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka juga mengeluh, semua belum pasti, justru sudah ditekan untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, mekanisme dan penjelasan lengkapnya,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, AHWA adalah pemegang hak suara tertinggi di Muktamar. Karena itu, penentuan nama AHWA sangat strategis dan rawan dipolitisasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka harus hati-hati. Masa depan jam&amp;rsquo;iyyah NU ada di tangan mereka. Sekali salah menulis dan tanda-tangan, maka nasib NU menjadi taruhannya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dikatakan Kiai Dimyati Muhammad, benteng pertahanan kedaulatan NU justru berada di tangan PWNU dan PCNU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Surat resmi panitia dijadikan dasar menentukan dan tanggal surat rekomendasi usulan AHWA. Sehingga, surat sebelumnya yang dipaksan diminta, bisa dicabut karena cacat administrasi dan prosedur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga kedaulatan dan marwah jam&amp;rsquo;iyyah, itu yang utama. Harus tegas bersikap, dan konsisten,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) akan digelar di PP Bahrul Ulum, Tambakberas Jombang Jawa Timur, pada &amp;nbsp;27-31 Agustus 2026. Namun sejumlah PWNU dan PCNU belum menerima undangan resmi.&#13;
&#13;
Cicit Syaikhona Kholil Bangkalan, Kiai Dimyati Muhammad alias Lora Dim mengatakan, padahal waktu pelaksanaan Muktamar NU tinggal menghitung hari.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kami khawatir undangannya mepet. Kalau dikirim H-7, tiket pesawat dan kereta pasti sudah mahal, bahkan habis. Terutama PWNU-PCNU luar Jawa, bahkan banyak yang dari daerah kepulauan. Padahal, diantara mereka berangkat rombongan,&amp;rdquo; ujar Kiai Dimyati, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sekretaris PCNU Bangkalan, Madura mengaku mendapat banyak aduan dari fungsionaris PCNU luar Jawa terkait belum adanya undangan resmi muktamar. Bahkan diantara mereka juga mengkhwatirkan pelaksanaan muktamar, mundur dari jadwal semula.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tidak ada undangan hingga saat ini membuat mereka menduga-duga. Pastinya, kesulitan mengurus administrasi internal untuk berangkat, SK delegasi, hingga koordinasi teknis keberangkatan,&amp;rdquo; ungkapnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka juga mengeluh, semua belum pasti, justru sudah ditekan untuk menyerahkan daftar Ahlul Halli wal Aqdi atau AHWA. Padahal belum ada surat permohonan resmi dari panitia, mekanisme dan penjelasan lengkapnya,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
Dikatakannya, AHWA adalah pemegang hak suara tertinggi di Muktamar. Karena itu, penentuan nama AHWA sangat strategis dan rawan dipolitisasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mereka harus hati-hati. Masa depan jam&amp;rsquo;iyyah NU ada di tangan mereka. Sekali salah menulis dan tanda-tangan, maka nasib NU menjadi taruhannya,&amp;rdquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dikatakan Kiai Dimyati Muhammad, benteng pertahanan kedaulatan NU justru berada di tangan PWNU dan PCNU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Surat resmi panitia dijadikan dasar menentukan dan tanggal surat rekomendasi usulan AHWA. Sehingga, surat sebelumnya yang dipaksan diminta, bisa dicabut karena cacat administrasi dan prosedur,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Menjaga kedaulatan dan marwah jam&amp;rsquo;iyyah, itu yang utama. Harus tegas bersikap, dan konsisten,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
