<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kebakaran di Bromo Padam, Petugas Fokus Lakukan Pendinginan</title><description>Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, padam. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan intensif untuk mencegah munculnya kembali api akibat bara di bekas lokasi terbakar.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/15/340/3236279/kebakaran-di-bromo-padam-petugas-fokus-lakukan-pendinginan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/15/340/3236279/kebakaran-di-bromo-padam-petugas-fokus-lakukan-pendinginan"/><item><title>Kebakaran di Bromo Padam, Petugas Fokus Lakukan Pendinginan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/15/340/3236279/kebakaran-di-bromo-padam-petugas-fokus-lakukan-pendinginan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/15/340/3236279/kebakaran-di-bromo-padam-petugas-fokus-lakukan-pendinginan</guid><pubDate>Sabtu 15 Agustus 2026 00:08 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/14/340/3236279/karhutla-g7MW_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran di Bromo padam (Foto: Felldy Utama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/14/340/3236279/karhutla-g7MW_large.jpg</image><title>Kebakaran di Bromo padam (Foto: Felldy Utama/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, padam. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan intensif untuk mencegah munculnya kembali api akibat bara di bekas lokasi terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali,&amp;quot; kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Meski begitu, petugas tetap waspada karena masih terdapat bara yang berpotensi memicu munculnya api kembali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api, terutama ketika dipengaruhi cuaca kering dan angin kencang.&#13;
&#13;
Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan, kelayakan fasilitas, dan kesiapan kawasan sebelum dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Masyarakat dan wisatawan diimbau menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan TNBTS. Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk kawasan TNBTS melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang dapat dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BBTNBTS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan TNBTS,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur, padam. Saat ini, petugas masih melakukan proses pendinginan dan pemantauan intensif untuk mencegah munculnya kembali api akibat bara di bekas lokasi terbakar.&#13;
&#13;
&amp;quot;Alhamdulillah, berdasarkan pemantauan sementara, tidak lagi terpantau nyala api aktif dan situasi saat ini relatif terkendali,&amp;quot; kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Kehutanan, Ristianto Pribadi, Jumat (14/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, kondisi tersebut merupakan hasil kerja bersama yang melibatkan BBTNBTS, Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BPBD, pemerintah daerah, dan masyarakat. Meski begitu, petugas tetap waspada karena masih terdapat bara yang berpotensi memicu munculnya api kembali.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fokus saat ini adalah menuntaskan pendinginan dan memperketat pemantauan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pendinginan dilakukan untuk memastikan bara yang masih tersimpan di antara vegetasi, tanah, maupun material bekas terbakar benar-benar padam. Bara tersebut berpotensi kembali memunculkan api, terutama ketika dipengaruhi cuaca kering dan angin kencang.&#13;
&#13;
Setelah proses pendinginan selesai, Satgas akan melakukan pemeriksaan terhadap fasilitas umum serta sarana pelayanan wisata di kawasan terdampak. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan keamanan, kelayakan fasilitas, dan kesiapan kawasan sebelum dipertimbangkan kembali menerima kunjungan wisata.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami memahami masyarakat dan para pelaku wisata menantikan informasi mengenai pembukaan kembali kawasan. Namun, keputusan tersebut harus didasarkan pada hasil evaluasi lapangan yang menyeluruh,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pendinginan perlu dituntaskan, kondisi kawasan harus dipastikan aman, dan fasilitas wisata harus diperiksa terlebih dahulu. Keselamatan pengunjung, masyarakat, dan petugas tetap menjadi pertimbangan utama. Setiap perkembangan akan kami sampaikan secara terbuka melalui kanal resmi,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
Masyarakat dan wisatawan diimbau menunggu pengumuman resmi mengenai pembukaan kembali kawasan TNBTS. Bagi pengunjung yang telah membeli tiket masuk kawasan TNBTS melalui sistem pemesanan daring untuk periode penutupan, pengajuan pengembalian dana atau penjadwalan ulang dapat dilakukan sesuai ketentuan dan informasi yang disampaikan melalui kanal resmi BBTNBTS.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kementerian Kehutanan juga mengajak masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan asap, bara, atau indikasi kebakaran di dalam maupun sekitar kawasan TNBTS,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
