<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Gempa NTT Bertambah: 51 Orang Meninggal Dunia, 64 Luka-Luka</title><description>Korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/337/3236509/korban-gempa-ntt-bertambah-51-orang-meninggal-dunia-64-luka-luka</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/16/337/3236509/korban-gempa-ntt-bertambah-51-orang-meninggal-dunia-64-luka-luka"/><item><title>Korban Gempa NTT Bertambah: 51 Orang Meninggal Dunia, 64 Luka-Luka</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/337/3236509/korban-gempa-ntt-bertambah-51-orang-meninggal-dunia-64-luka-luka</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/16/337/3236509/korban-gempa-ntt-bertambah-51-orang-meninggal-dunia-64-luka-luka</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2026 15:06 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/16/337/3236509/evakuasi_korban_gempa_ntt-nU0J_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Evakuasi korban gempa NTT. (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/16/337/3236509/evakuasi_korban_gempa_ntt-nU0J_large.jpg</image><title>Evakuasi korban gempa NTT. (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Tercatat ada ratusan orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data Minggu (16/8/2026), jumlah korban meninggal dunia ada 51 orang. Sementara, 64 orang mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT Kombes Bayu Suseno mengungkapkan, korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur sebanyak 20 orang. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan sehingga data korban masih dapat berubah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,&amp;rdquo; kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
Gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar. Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.&#13;
&#13;
Di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende&amp;ndash;Bajawa dan Ende&amp;ndash;Maumere turut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.&#13;
&#13;
Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.&#13;
&#13;
Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.&#13;
&#13;
Selain itu, Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, sedangkan Posko Logistik Nasional berada di Halim Perdanakusuma untuk memperkuat dukungan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Bayu menegaskan, pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,&amp;rdquo; ujar Bayu.&#13;
&#13;
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak. Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana alam gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Tercatat ada ratusan orang yang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Berdasarkan data Minggu (16/8/2026), jumlah korban meninggal dunia ada 51 orang. Sementara, 64 orang mengalami luka-luka.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT Kombes Bayu Suseno mengungkapkan, korban meninggal dunia terbanyak tercatat di Kabupaten Manggarai sebanyak 24 orang dan Manggarai Timur sebanyak 20 orang. Proses pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan sehingga data korban masih dapat berubah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder terus memperkuat sinergi dalam penanganan bencana. Fokus utama saat ini adalah penyelamatan dan evakuasi korban, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, serta memastikan akses komunikasi dan jalur distribusi bantuan tetap berjalan,&amp;rdquo; kata Bayu dalam keterangannya, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
Gempa juga berdampak terhadap sejumlah fasilitas kesehatan dan infrastruktur dasar. Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat.&#13;
&#13;
Di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende&amp;ndash;Bajawa dan Ende&amp;ndash;Maumere turut terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari.&#13;
&#13;
Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan guna melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan. Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis dan distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.&#13;
&#13;
Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.&#13;
&#13;
Selain itu, Pos Pendamping Nasional (Pospenas) dibentuk di Labuan Bajo dan Maumere, sedangkan Posko Logistik Nasional berada di Halim Perdanakusuma untuk memperkuat dukungan distribusi bantuan ke wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Bayu menegaskan, pada tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,&amp;rdquo; ujar Bayu.&#13;
&#13;
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh stakeholder akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak. Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
