<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jakarta Diselimuti Polusi Saat CFD, Pramono Ungkap Penyebabnya: 3 Minggu Tak Hujan</title><description>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan warga di media sosial, terkait buruknya kualitas udara Jakarta saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (16/8/2026) pagi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/338/3236489/jakarta-diselimuti-polusi-saat-cfd-pramono-ungkap-penyebabnya-3-minggu-tak-hujan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/16/338/3236489/jakarta-diselimuti-polusi-saat-cfd-pramono-ungkap-penyebabnya-3-minggu-tak-hujan"/><item><title>Jakarta Diselimuti Polusi Saat CFD, Pramono Ungkap Penyebabnya: 3 Minggu Tak Hujan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/338/3236489/jakarta-diselimuti-polusi-saat-cfd-pramono-ungkap-penyebabnya-3-minggu-tak-hujan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/16/338/3236489/jakarta-diselimuti-polusi-saat-cfd-pramono-ungkap-penyebabnya-3-minggu-tak-hujan</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2026 13:35 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/16/338/3236489/car_free_daya-Wx3A_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Car Free Day di Jakarta (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/16/338/3236489/car_free_daya-Wx3A_large.jpg</image><title>Car Free Day di Jakarta (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan warga di media sosial, terkait buruknya kualitas udara Jakarta saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (16/8/2026) pagi.&#13;
&#13;
Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warganet mengunggah kondisi langit Jakarta yang tampak pekat diselimuti polusi. Salah satunya diunggah akun Threads @pratawaryanta yang memperlihatkan suasana pagi Jakarta sekaligus tangkapan layar kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau jogging di CFD tapiiiii polusi udara dan langit Jakarta kayak gini mending tarik selimut lagi aja ga siiihhh?&amp;quot; tulis akun tersebut.&#13;
&#13;
Akun itu juga mengunggah tangkapan layar dari situs pemantau kualitas udara IQAir yang menunjukkan kondisi udara Jakarta dalam kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono membenarkan kualitas udara di Ibu Kota saat ini cukup memprihatinkan. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi minimnya curah hujan yang terjadi selama tiga minggu terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara-saudara sekalian, memang sekarang ini kondisi cuaca dan polusi udara cukup memprihatinkan. Karena memang kita sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan,&amp;quot; ujar Pramono saat konferensi pers di Taman Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menekan polusi udara, Pemprov DKI Jakarta telah berulang kali merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu turunnya hujan. Namun, upaya tersebut terkendala karena belum adanya potensi awan hujan yang dapat dimodifikasi di wilayah Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba melakukan modifikasi cuaca. Tapi kami memohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujan belum bisa dilakukan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Pramono menegaskan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk bekerja sama dengan BMKG kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,&amp;quot; tegas Pramono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan langsung Okezone melalui laman IQAir pada Minggu (16/8/2026) pukul 09.22 WIB, Jakarta berada di peringkat pertama kota dengan polusi udara terburuk di dunia.&#13;
&#13;
Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat mencapai 169 dengan polutan utama PM2.5. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
Kondisi serupa juga tercatat pada situs pemantau kualitas udara milik Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id. Laman tersebut mencatat indeks kualitas udara berada di angka 121 dengan parameter PM2.5, yang juga masuk kategori tidak sehat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung merespons keluhan warga di media sosial, terkait buruknya kualitas udara Jakarta saat pelaksanaan Car Free Day (CFD), Minggu (16/8/2026) pagi.&#13;
&#13;
Keluhan tersebut mencuat setelah sejumlah warganet mengunggah kondisi langit Jakarta yang tampak pekat diselimuti polusi. Salah satunya diunggah akun Threads @pratawaryanta yang memperlihatkan suasana pagi Jakarta sekaligus tangkapan layar kualitas udara yang masuk kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mau jogging di CFD tapiiiii polusi udara dan langit Jakarta kayak gini mending tarik selimut lagi aja ga siiihhh?&amp;quot; tulis akun tersebut.&#13;
&#13;
Akun itu juga mengunggah tangkapan layar dari situs pemantau kualitas udara IQAir yang menunjukkan kondisi udara Jakarta dalam kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menanggapi keluhan tersebut, Pramono membenarkan kualitas udara di Ibu Kota saat ini cukup memprihatinkan. Menurutnya, kondisi itu dipengaruhi minimnya curah hujan yang terjadi selama tiga minggu terakhir.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saudara-saudara sekalian, memang sekarang ini kondisi cuaca dan polusi udara cukup memprihatinkan. Karena memang kita sudah hampir tiga minggu tidak pernah ada hujan,&amp;quot; ujar Pramono saat konferensi pers di Taman Dukuh Atas, Jakarta, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk menekan polusi udara, Pemprov DKI Jakarta telah berulang kali merencanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) guna memicu turunnya hujan. Namun, upaya tersebut terkendala karena belum adanya potensi awan hujan yang dapat dimodifikasi di wilayah Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah DKI Jakarta sebenarnya sudah berulang kali mencoba melakukan modifikasi cuaca. Tapi kami memohon maaf karena awannya tidak ada, sehingga hujan belum bisa dilakukan,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
Meski demikian, Pramono menegaskan telah menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta untuk terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya sudah memerintahkan kepada BPBD untuk bekerja sama dengan BMKG kalau kemudian awannya ada untuk segera dilakukan modifikasi cuaca,&amp;quot; tegas Pramono.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan langsung Okezone melalui laman IQAir pada Minggu (16/8/2026) pukul 09.22 WIB, Jakarta berada di peringkat pertama kota dengan polusi udara terburuk di dunia.&#13;
&#13;
Indeks Kualitas Udara (AQI) Jakarta tercatat mencapai 169 dengan polutan utama PM2.5. Angka tersebut masuk dalam kategori tidak sehat.&#13;
&#13;
Kondisi serupa juga tercatat pada situs pemantau kualitas udara milik Pemprov DKI Jakarta, udara.jakarta.go.id. Laman tersebut mencatat indeks kualitas udara berada di angka 121 dengan parameter PM2.5, yang juga masuk kategori tidak sehat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
