<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Terdampak Gempa M7,7</title><description>Sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit (RS) hingga puskesmas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/340/3236522/21-rumah-sakit-dan-190-puskesmas-di-ntt-terdampak-gempa-m7-7</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/16/340/3236522/21-rumah-sakit-dan-190-puskesmas-di-ntt-terdampak-gempa-m7-7"/><item><title>21 Rumah Sakit dan 190 Puskesmas di NTT Terdampak Gempa M7,7</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/16/340/3236522/21-rumah-sakit-dan-190-puskesmas-di-ntt-terdampak-gempa-m7-7</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/16/340/3236522/21-rumah-sakit-dan-190-puskesmas-di-ntt-terdampak-gempa-m7-7</guid><pubDate>Minggu 16 Agustus 2026 16:03 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/16/340/3236522/gempa_ntt-4yJ9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa NTT (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/16/340/3236522/gempa_ntt-4yJ9_large.jpg</image><title>Gempa NTT (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit (RS) hingga puskesmas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat,&amp;quot; kata Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Bayu Suseno, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende-Bajawa dan Ende-Maumere turut terdampak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Operasi tersebut didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis serta distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.&#13;
&#13;
Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.&#13;
&#13;
Bayu menegaskan, selama tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,&amp;rdquo; ujar Bayu.&#13;
&#13;
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sejumlah fasilitas kesehatan, mulai dari rumah sakit (RS) hingga puskesmas di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebanyak 21 rumah sakit terdampak, dengan tiga rumah sakit mengalami kerusakan berat dan enam lainnya rusak ringan. Dari 190 puskesmas terdampak, sebanyak 20 unit mengalami kerusakan berat,&amp;quot; kata Kasatgas Humas Ops Aman Nusa II Bencana Alam NTT, Kombes Bayu Suseno, Minggu (16/8/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, di sektor infrastruktur, tercatat 33 titik longsor, empat titik patahan jalan, dan empat jembatan mengalami kerusakan. Sejumlah jalur vital seperti ruas Ende-Bajawa dan Ende-Maumere turut terdampak.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kerusakan juga terjadi pada akses Pelabuhan Lorens Say Maumere dan SPAM Lembor Selatan. Khusus di Kabupaten Manggarai Barat, tercatat 914 bangunan mengalami kerusakan hingga Minggu dini hari,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam penanganan darurat, Polri telah memobilisasi personel tambahan untuk melaksanakan operasi pencarian dan pertolongan. Operasi tersebut didukung sekitar 1.875 personel gabungan yang terdiri dari unsur TNI, Polri, BPBD, dan relawan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Armada helikopter juga disiapkan dari Bima menuju Labuan Bajo untuk mendukung evakuasi medis serta distribusi bantuan melalui jalur udara maupun laut.&#13;
&#13;
Polri turut menyalurkan ratusan paket sembako kepada masyarakat terdampak di wilayah Nangapanda, Kabupaten Ende.&#13;
&#13;
Bayu menegaskan, selama tujuh hari pertama masa tanggap darurat, seluruh unsur terkait memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban, pemenuhan kebutuhan dasar, pemulihan akses jalan dan komunikasi, serta penguatan koordinasi penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Fungsi kehumasan juga menjadi bagian penting dalam situasi bencana. Kami memastikan perkembangan penanganan dan langkah-langkah pemerintah dapat disampaikan secara cepat, akurat, dan berkesinambungan sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar,&amp;rdquo; ujar Bayu.&#13;
&#13;
Polri bersama TNI, pemerintah pusat dan daerah, serta seluruh pemangku kepentingan akan terus memperkuat operasi terpadu di wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Pendataan masyarakat terdampak juga dilakukan sebagai dasar penyiapan Hunian Sementara (Huntara), sekaligus memastikan bantuan dan penanganan dapat diberikan secara tepat sasaran.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
