<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Usai Gempa M7,7, BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.598 gempa susulan, terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut diguncang gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/17/340/3236621/usai-gempa-m7-7-bmkg-catat-1-598-gempa-susulan-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/17/340/3236621/usai-gempa-m7-7-bmkg-catat-1-598-gempa-susulan-di-ntt"/><item><title>Usai Gempa M7,7, BMKG Catat 1.598 Gempa Susulan di NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/17/340/3236621/usai-gempa-m7-7-bmkg-catat-1-598-gempa-susulan-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/17/340/3236621/usai-gempa-m7-7-bmkg-catat-1-598-gempa-susulan-di-ntt</guid><pubDate>Senin 17 Agustus 2026 09:51 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/17/340/3236621/gempa_ntt-HBS7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa NTT (foto: Freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/17/340/3236621/gempa_ntt-HBS7_large.jpg</image><title>Gempa NTT (foto: Freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.598 gempa susulan, terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut diguncang gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara magnitudo terkecil tercatat 1,3.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,&amp;quot; kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).&#13;
&#13;
BMKG, kata Faisal, masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan, termasuk proses peluruhan atau penurunan frekuensi dan kekuatan gempa secara bertahap.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemantauan tersebut diperkirakan berlangsung hingga dua sampai tiga pekan ke depan. Setelah kondisi dinilai lebih stabil, proses perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak dapat dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan. Saya kira demikian ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Faisal memastikan jajaran BMKG di NTT telah bergerak ke sejumlah lokasi terdampak. Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Pulau Flores juga telah berada di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga kita langsung bersama pemerintah daerah mengambil tindakan-tindakan penyelamatan, mendampingi BPBD, mendampingi tim SAR dan sebagainya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 1.598 gempa susulan, terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT) setelah wilayah tersebut diguncang gempa magnitudo 7,7 pada Sabtu 15 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani mengatakan, dari ribuan gempa susulan tersebut, gempa dengan magnitudo terbesar mencapai 6,2. Sementara magnitudo terkecil tercatat 1,3.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sampai dengan jam 7 pagi hari ini telah tercatat 1.598 gempa susulan, magnitudo terbesar adalah 6,2 magnitudo, yang terkecil 1,3 dan kemudian yang dirasakan kira-kira 54 gempa,&amp;quot; kata Faisal di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (17/8/2026).&#13;
&#13;
BMKG, kata Faisal, masih terus memantau perkembangan aktivitas gempa susulan, termasuk proses peluruhan atau penurunan frekuensi dan kekuatan gempa secara bertahap.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pemantauan tersebut diperkirakan berlangsung hingga dua sampai tiga pekan ke depan. Setelah kondisi dinilai lebih stabil, proses perbaikan maupun pembangunan kembali bangunan yang terdampak dapat dilakukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehingga kita mulai dapat melakukan retrofitting atau perbaikan bangunan atau pembangunan kembali jika dibutuhkan. Saya kira demikian ya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Faisal memastikan jajaran BMKG di NTT telah bergerak ke sejumlah lokasi terdampak. Tiga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Pulau Flores juga telah berada di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi ketika gempa terjadi memang staf BMKG sudah ada di lokasi, kita tersebar di 191 lokasi di Indonesia sehingga kita langsung bersama pemerintah daerah mengambil tindakan-tindakan penyelamatan, mendampingi BPBD, mendampingi tim SAR dan sebagainya,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
