<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tinjau Korban Gempa NTT, Mendagri: Pemerintah Bantu Rumah Warga yang Rusak</title><description>Tito berdialog dengan warga dan memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236818/tinjau-korban-gempa-ntt-mendagri-pemerintah-bantu-rumah-warga-yang-rusak</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236818/tinjau-korban-gempa-ntt-mendagri-pemerintah-bantu-rumah-warga-yang-rusak"/><item><title>Tinjau Korban Gempa NTT, Mendagri: Pemerintah Bantu Rumah Warga yang Rusak</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236818/tinjau-korban-gempa-ntt-mendagri-pemerintah-bantu-rumah-warga-yang-rusak</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236818/tinjau-korban-gempa-ntt-mendagri-pemerintah-bantu-rumah-warga-yang-rusak</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 12:57 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236818/pemerintah-HSGV_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Mendagri Muhammad Tito Karnavian Sambangi Korban Gempa NTT</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236818/pemerintah-HSGV_large.jpg</image><title>Mendagri Muhammad Tito Karnavian Sambangi Korban Gempa NTT</title></images><description>JAKARTA -&amp;nbsp; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Safrizal ZA meninjau kerusakan&amp;nbsp; gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
Tito berdialog dengan warga dan memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kajari serta Kapolres setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,&amp;quot; ujar Mendagri Tito dikutip, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
Mantan Kapolri ini mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum peninjauan lapangan, Tito memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet merah putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyerahkan 2 genset dan&amp;nbsp; 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT serta 3 genset dan&amp;nbsp; 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya itu, Tito memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang meninggal kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.&#13;
&#13;
Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana. &amp;quot;Percayalah, negara hadir,&amp;quot; tegas Safrizal.&#13;
&#13;
Pemerintah tidak hanya hadir dalam proses penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana hingga tahap pemulihan dapat berjalan efektif di tingkat daerah.&#13;
&#13;
Safrizal menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap kondisi masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
Dengan sinergi tersebut, kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan disesuaikan dengan langkah penanganan yang diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih,&amp;quot; tutup Safrizal.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA -&amp;nbsp; Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian bersama Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Dirjen Bina Adwil) Safrizal ZA meninjau kerusakan&amp;nbsp; gempa di Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
Tito berdialog dengan warga dan memastikan pemerintah menyiapkan bantuan atas kerusakan rumah warga. Syaratnya, pendataan dilakukan oleh Pemda dan ditandatangani oleh Kajari serta Kapolres setempat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kecepatannya sangat tergantung dari pendataan. Kalau didatakan, sudah nyampai ke Bupati, setelah itu ditandatangani juga oleh Kapolres sama Pak Kajari,&amp;quot; ujar Mendagri Tito dikutip, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
Mantan Kapolri ini mengimbau agar Pemda mengerahkan kepala desa hingga perangkat kecamatan agar pendataan bisa dipercepat.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Adapun bantuan pemerintah meliputi Rp15 juta untuk kerusakan ringan, Rp30 juta untuk kerusakan sedang, dan Rp70 juta untuk rumah yang mengalami kerusakan berat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nanti yang mendatanya dari desa. Nanti desa menyampaikan kepada Pak Bupati. Bupati nanti akan merekap rumah siapa rumahnya rusak ringan, sedang, atau berat,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Sebelum peninjauan lapangan, Tito memimpin Upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur.&#13;
&#13;
Dia menegaskan, hasil peninjauan lapangan akan dibahas langsung dalam rapat koordinasi yang melibatkan sejumlah kementerian, lembaga, dan BUMN.&#13;
&#13;
&amp;quot;Presiden sudah memerintahkan jajaran kabinet merah putih untuk turun langsung ke lapangan, informasi yang kita dapatkan di lapangan akan langsung jadi bahan masukan untuk segera ditindaklanjuti,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyerahkan 2 genset dan&amp;nbsp; 10 velbed ke Posko Relawan Bencana Ronting di Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda, Kabupaten Manggarai Timur, Provinsi NTT serta 3 genset dan&amp;nbsp; 15 velbed ke Posko Damer untuk mendukung pelayanan kesehatan.&#13;
&#13;
Namun tidak hanya itu, Tito memberikan tali asih Rp15 juta per jiwa yang meninggal kepada perwakilan keluarganya serta Rp200 juta kepada dua desa di Kecamatan Lamba Leda Utara.&#13;
&#13;
Dirjen Bina Adwil, Safrizal ZA menambahkan, bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk hadirnya negara dalam setiap kejadian bencana. &amp;quot;Percayalah, negara hadir,&amp;quot; tegas Safrizal.&#13;
&#13;
Pemerintah tidak hanya hadir dalam proses penyaluran bantuan, tetapi juga memastikan koordinasi penanganan bencana hingga tahap pemulihan dapat berjalan efektif di tingkat daerah.&#13;
&#13;
Safrizal menambahkan, koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah menjadi bagian penting dalam mempercepat respons terhadap kondisi masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
Dengan sinergi tersebut, kebutuhan di lapangan dapat segera diidentifikasi dan disesuaikan dengan langkah penanganan yang diperlukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pemerintah senantiasa berada di tengah masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan cepat dan kehidupan warga kembali pulih,&amp;quot; tutup Safrizal.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
