<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Massa BEM UI Diadang Polisi di Dukuh Atas, Jalur Transjakarta Diblokade</title><description>Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diadang aparat kepolisian saat bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) siang. Pantauan di kawasan Dukuh Atas sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan mahasiswa yang mengenakan almamater kuning khas UI berjalan menuju Bundaran HI untuk mengikuti aksi. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236870/massa-bem-ui-diadang-polisi-di-dukuh-atas-jalur-transjakarta-diblokade</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236870/massa-bem-ui-diadang-polisi-di-dukuh-atas-jalur-transjakarta-diblokade"/><item><title>Massa BEM UI Diadang Polisi di Dukuh Atas, Jalur Transjakarta Diblokade</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236870/massa-bem-ui-diadang-polisi-di-dukuh-atas-jalur-transjakarta-diblokade</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236870/massa-bem-ui-diadang-polisi-di-dukuh-atas-jalur-transjakarta-diblokade</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 15:52 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236870/bem_ui-YOed_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Massa BEM UI diadang polisi di Dukuh Atas, Jakarta (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236870/bem_ui-YOed_large.jpg</image><title>Massa BEM UI diadang polisi di Dukuh Atas, Jakarta (Foto: Yuwantoro Winduajie/Okezone) </title></images><description>JAKARTA - Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diadang aparat kepolisian saat bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) siang. Pantauan di kawasan Dukuh Atas sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan mahasiswa yang mengenakan almamater kuning khas UI berjalan menuju Bundaran HI untuk mengikuti aksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, laju massa tertahan setelah aparat kepolisian membentuk blokade berlapis di Jalan Jenderal Sudirman. Barisan terdepan diisi polisi wanita (Polwan), diikuti personel polisi pria di lapis kedua. Sementara itu, pagar besi dipasang di belakang barisan aparat untuk menutup akses menuju Bundaran HI.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Situasi sempat memanas ketika sebagian mahasiswa mencoba memblokade jalur Transjakarta di kawasan tersebut. Aksi blokade berlangsung sekitar 20 menit dan memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat yang berupaya membubarkan penutupan jalur bus tersebut.&#13;
&#13;
Mahasiswa yang bertahan di lokasi sempat bersikeras mempertahankan blokade. Namun, kondisi kembali kondusif setelah orator dari mobil komando meminta peserta aksi tidak terpancing provokasi dan melanjutkan penyampaian aspirasi secara tertib.&#13;
&#13;
Di hadapan barikade aparat, massa kemudian menggelar orasi dari atas mobil komando. Sejumlah mahasiswa secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka sembari dikawal ketat petugas kepolisian.&#13;
&#13;
Saat aksi berlangsung, aktivitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas tetap berjalan normal. Sejumlah warga terlihat melintas di trotoar dan area penyeberangan tanpa terganggu oleh konsentrasi massa maupun pengamanan aparat.&#13;
&#13;
Sementara arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI dialihkan. Kendaraan tidak dapat melintas menuju titik konsentrasi massa dan diarahkan ke jalur lain oleh petugas di lapangan.&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi hingga evaluasi sejumlah program nasional.&#13;
&#13;
BEM UI menyebut delapan tuntutan tersebut disusun sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah terjadi dalam kehidupan bernegara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menanggapi permasalahan kehidupan bernegara yang nyata terjadi di segala haluan negeri, maka disusunlah delapan pokok tuntutan yang menjadi dasar aksi #MerebutKemerdekaan yang akan segera dilaksanakan,&amp;quot; tulis BEM UI dalam dokumen Executive Summary #MerebutKemerdekaan.&#13;
&#13;
Adapun delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut meliputi penghentian apa yang disebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta pelaksanaan reforma agraria sejati.&#13;
&#13;
Selain itu, BEM UI juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).&#13;
&#13;
Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), mengembalikan otonomi daerah, menetapkan status bencana nasional bagi wilayah Sumatra dan Flores yang terdampak bencana, serta mempercepat proses pemulihan daerah terdampak.&#13;
&#13;
Pada tuntutan terakhir, BEM UI menyoroti isu ruang sipil dengan mendesak penghentian represivitas dan intervensi TNI-Polri serta pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (TP). Dalam dokumen yang menjadi dasar aksi tersebut, BEM UI menilai berbagai kebijakan pemerintah saat ini menunjukkan gejala kemunduran demokrasi dan meningkatnya dominasi elite dalam pengambilan kebijakan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kini, penjajahan kembali terjadi, tetapi penjajahan ini datang tidak dari luar, melainkan dari dalam dan dilakukan oleh Pemerintah itu sendiri,&amp;quot; tulis BEM UI.&#13;
&#13;
Diketahui, aksi #MerebutKemerdekaan digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dipusatkan di Bundaran HI, yang merupakan salah satu lokasi strategis di Ibu Kota.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Massa aksi Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) diadang aparat kepolisian saat bergerak menuju Bundaran HI, Jakarta Pusat, Selasa (18/8/2026) siang. Pantauan di kawasan Dukuh Atas sekitar pukul 15.00 WIB, ratusan mahasiswa yang mengenakan almamater kuning khas UI berjalan menuju Bundaran HI untuk mengikuti aksi.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Namun, laju massa tertahan setelah aparat kepolisian membentuk blokade berlapis di Jalan Jenderal Sudirman. Barisan terdepan diisi polisi wanita (Polwan), diikuti personel polisi pria di lapis kedua. Sementara itu, pagar besi dipasang di belakang barisan aparat untuk menutup akses menuju Bundaran HI.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Situasi sempat memanas ketika sebagian mahasiswa mencoba memblokade jalur Transjakarta di kawasan tersebut. Aksi blokade berlangsung sekitar 20 menit dan memicu aksi saling dorong antara mahasiswa dan aparat yang berupaya membubarkan penutupan jalur bus tersebut.&#13;
&#13;
Mahasiswa yang bertahan di lokasi sempat bersikeras mempertahankan blokade. Namun, kondisi kembali kondusif setelah orator dari mobil komando meminta peserta aksi tidak terpancing provokasi dan melanjutkan penyampaian aspirasi secara tertib.&#13;
&#13;
Di hadapan barikade aparat, massa kemudian menggelar orasi dari atas mobil komando. Sejumlah mahasiswa secara bergantian menyampaikan tuntutan mereka sembari dikawal ketat petugas kepolisian.&#13;
&#13;
Saat aksi berlangsung, aktivitas pejalan kaki di kawasan Dukuh Atas tetap berjalan normal. Sejumlah warga terlihat melintas di trotoar dan area penyeberangan tanpa terganggu oleh konsentrasi massa maupun pengamanan aparat.&#13;
&#13;
Sementara arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman yang mengarah ke Bundaran HI dialihkan. Kendaraan tidak dapat melintas menuju titik konsentrasi massa dan diarahkan ke jalur lain oleh petugas di lapangan.&#13;
&#13;
Dalam aksi tersebut, mahasiswa membawa delapan tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah, mulai dari pemberantasan korupsi hingga evaluasi sejumlah program nasional.&#13;
&#13;
BEM UI menyebut delapan tuntutan tersebut disusun sebagai respons terhadap berbagai persoalan yang dinilai tengah terjadi dalam kehidupan bernegara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Menanggapi permasalahan kehidupan bernegara yang nyata terjadi di segala haluan negeri, maka disusunlah delapan pokok tuntutan yang menjadi dasar aksi #MerebutKemerdekaan yang akan segera dilaksanakan,&amp;quot; tulis BEM UI dalam dokumen Executive Summary #MerebutKemerdekaan.&#13;
&#13;
Adapun delapan tuntutan yang dibawa dalam aksi tersebut meliputi penghentian apa yang disebut sebagai penjajahan negara terhadap rakyat sendiri, pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), serta pelaksanaan reforma agraria sejati.&#13;
&#13;
Selain itu, BEM UI juga menuntut penurunan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), evaluasi total Proyek Strategis Nasional (PSN), serta penghentian program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).&#13;
&#13;
Mahasiswa juga meminta pemerintah menghentikan pemusatan kekuasaan dan pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), mengembalikan otonomi daerah, menetapkan status bencana nasional bagi wilayah Sumatra dan Flores yang terdampak bencana, serta mempercepat proses pemulihan daerah terdampak.&#13;
&#13;
Pada tuntutan terakhir, BEM UI menyoroti isu ruang sipil dengan mendesak penghentian represivitas dan intervensi TNI-Polri serta pembubaran Yonif Teritorial Pembangunan (TP). Dalam dokumen yang menjadi dasar aksi tersebut, BEM UI menilai berbagai kebijakan pemerintah saat ini menunjukkan gejala kemunduran demokrasi dan meningkatnya dominasi elite dalam pengambilan kebijakan publik.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kini, penjajahan kembali terjadi, tetapi penjajahan ini datang tidak dari luar, melainkan dari dalam dan dilakukan oleh Pemerintah itu sendiri,&amp;quot; tulis BEM UI.&#13;
&#13;
Diketahui, aksi #MerebutKemerdekaan digelar sehari setelah peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dan dipusatkan di Bundaran HI, yang merupakan salah satu lokasi strategis di Ibu Kota.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
