<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update! Gempa M7,7 di NTT: 70 Orang Meninggal Dunia dan 132 Terluka &amp;nbsp;</title><description>Sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236889/update-gempa-m7-7-di-ntt-70-orang-meninggal-dunia-dan-132-terluka-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236889/update-gempa-m7-7-di-ntt-70-orang-meninggal-dunia-dan-132-terluka-nbsp"/><item><title>Update! Gempa M7,7 di NTT: 70 Orang Meninggal Dunia dan 132 Terluka &amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236889/update-gempa-m7-7-di-ntt-70-orang-meninggal-dunia-dan-132-terluka-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/18/337/3236889/update-gempa-m7-7-di-ntt-70-orang-meninggal-dunia-dan-132-terluka-nbsp</guid><pubDate>Selasa 18 Agustus 2026 16:44 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236889/gempa-HdoZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa M7,7 NTT (Foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/337/3236889/gempa-HdoZ_large.jpg</image><title>Gempa M7,7 NTT (Foto: BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.&#13;
&#13;
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan total korban yang telah terdata mencapai 202 orang. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal dunia dan 132 orang terluka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB telah kami kompulir total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang, yang kami catat. Kemudian luka berat 40, luka ringan 92,&amp;rdquo; ungkap Yudhi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Memasuki hari keempat penanganan, Yudhi mengatakan Basarnas bersama tim SAR di lapangan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak gempa. Penyisiran dilakukan setelah berdasarkan laporan yang diterima tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang atau masih dalam pencarian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan hari ini hari keempat pagi tadi sampai dengan hari ini dan kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak karena pada sampai dengan kemarin hari ketiga itu relatif operasi yang kita laksanakan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka tetangga rekan yang tercatat masih dalam pencarian,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Yudhi, tim SAR yang berada di lapangan kemudian difokuskan untuk membantu proses penyisiran serta mendukung kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain melakukan penyisiran, Basarnas juga memperkuat dukungan terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang mengalami dampak cukup besar dan sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Yudhi mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya mendampingi Menteri Dalam Negeri selama dua hari dan menerima sejumlah masukan dari warga terdampak, terutama di wilayah Manggarai, termasuk Kecamatan Lambaleda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian perlu kami sampaikan juga bahwa setelah mendampingi Bapak Mendagri dua hari kemarin bersama Bapak Kepala Basarnas dan menerima beberapa masukan dari warga yang terdampak di beberapa wilayah khususnya di Manggarai atau di kecamatan Lambaleda terkait beberapa permasalahan kesehatan, kami hari ini khususnya membantu pelaksanaan perkuatan di kesehatan sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bapak Menteri Kesehatan khususnya di daerah-daerah yang terdampak cukup besar dan susah untuk dijangkau,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR Antareja 233 dari Kantor SAR Kupang pada Senin malam. Kapal tersebut membawa 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana serta sukarelawan dari Asadoma untuk kemudian ditempatkan di wilayah Manggarai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi yang telah kami laksanakan malam kemarin, KN SAR Antareja 233 dari Kupang dari Kantor SAR Kupang kami gerakan untuk membantu pergeseran 40 tenaga medis dari Kodam 9 Udayana dan sukarelawan dari Asadoma yang akan nanti kami drop di Manggarai,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 70 orang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT). Data tersebut merupakan pembaruan dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) per Senin (17/8/2026) pukul 23.30 WIB.&#13;
&#13;
Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo mengatakan total korban yang telah terdata mencapai 202 orang. Dari jumlah tersebut, 70 orang meninggal dunia dan 132 orang terluka.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan hari ketiga kemarin, pukul 23.30 WIB telah kami kompulir total korban adalah 202 orang, kemudian meninggal dunia 70 orang dan luka-luka 132 orang, yang kami catat. Kemudian luka berat 40, luka ringan 92,&amp;rdquo; ungkap Yudhi dalam konferensi pers secara virtual, Selasa (18/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Memasuki hari keempat penanganan, Yudhi mengatakan Basarnas bersama tim SAR di lapangan melakukan penyisiran di sejumlah wilayah terdampak gempa. Penyisiran dilakukan setelah berdasarkan laporan yang diterima tidak ada lagi warga yang dilaporkan hilang atau masih dalam pencarian.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sampai dengan hari ini hari keempat pagi tadi sampai dengan hari ini dan kegiatan yang telah kami lakukan adalah melaksanakan penyisiran di wilayah-wilayah yang terdampak karena pada sampai dengan kemarin hari ketiga itu relatif operasi yang kita laksanakan hanya tinggal penyisiran karena berdasarkan laporan atau masukan dan data dari para korban tidak ada lagi saudara-saudara mereka tetangga rekan yang tercatat masih dalam pencarian,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Yudhi, tim SAR yang berada di lapangan kemudian difokuskan untuk membantu proses penyisiran serta mendukung kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sehingga tim SAR yang ada di lapangan kami fokuskan untuk membantu penyisiran dan membantu proses-proses pelaksanaan kegiatan pencarian dan pemulihan yang dilaksanakan oleh BNPB,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain melakukan penyisiran, Basarnas juga memperkuat dukungan terhadap layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak, khususnya di wilayah yang mengalami dampak cukup besar dan sulit dijangkau.&#13;
&#13;
Yudhi mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya mendampingi Menteri Dalam Negeri selama dua hari dan menerima sejumlah masukan dari warga terdampak, terutama di wilayah Manggarai, termasuk Kecamatan Lambaleda.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian perlu kami sampaikan juga bahwa setelah mendampingi Bapak Mendagri dua hari kemarin bersama Bapak Kepala Basarnas dan menerima beberapa masukan dari warga yang terdampak di beberapa wilayah khususnya di Manggarai atau di kecamatan Lambaleda terkait beberapa permasalahan kesehatan, kami hari ini khususnya membantu pelaksanaan perkuatan di kesehatan sesuai dengan arahan yang diminta oleh Bapak Menteri Kesehatan khususnya di daerah-daerah yang terdampak cukup besar dan susah untuk dijangkau,&amp;rdquo; jelasnya.&#13;
&#13;
Sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan tersebut, Basarnas mengerahkan KN SAR Antareja 233 dari Kantor SAR Kupang pada Senin malam. Kapal tersebut membawa 40 tenaga medis dari Kodam IX/Udayana serta sukarelawan dari Asadoma untuk kemudian ditempatkan di wilayah Manggarai.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi yang telah kami laksanakan malam kemarin, KN SAR Antareja 233 dari Kupang dari Kantor SAR Kupang kami gerakan untuk membantu pergeseran 40 tenaga medis dari Kodam 9 Udayana dan sukarelawan dari Asadoma yang akan nanti kami drop di Manggarai,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
