<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Iran Tegaskan Tak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Komitmen MoU</title><description>Ghalibaf mengatakan Iran akan menggunakan cara militer dan diplomatik &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/19/18/3236959/iran-tegaskan-tak-buka-selat-hormuz-sebelum-as-penuhi-komitmen-mou</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/19/18/3236959/iran-tegaskan-tak-buka-selat-hormuz-sebelum-as-penuhi-komitmen-mou"/><item><title>Iran Tegaskan Tak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Komitmen MoU</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/19/18/3236959/iran-tegaskan-tak-buka-selat-hormuz-sebelum-as-penuhi-komitmen-mou</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/19/18/3236959/iran-tegaskan-tak-buka-selat-hormuz-sebelum-as-penuhi-komitmen-mou</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2026 01:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/18/18/3236959/ilustrasi-x4ud_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/18/18/3236959/ilustrasi-x4ud_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>TEHERAN - Iran pada Selasa (18/8/2026) menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman Islamabad yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.&#13;
&#13;
Berbicara dalam sidang parlemen, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Teheran akan menggunakan cara diplomatik maupun militer agar Washington &amp;quot;memahami konsekuensi dari tindakannya,&amp;quot; menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tegaskan: selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut&amp;mdash;termasuk mencabut blokade, melepas aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, mengakhiri ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan lain yang telah disepakati dalam nota tersebut&amp;mdash;selat itu tidak akan dibuka kembali,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS, mengatakan bahwa Teheran mengedepankan apa yang ia sebut sebagai &amp;quot;kekuatan logika dan logika kekuatan&amp;quot; melalui koordinasi antara bidang diplomatik dan militer.&#13;
&#13;
Ia mengatakan bahwa periode yang ditetapkan dalam nota kesepahaman tersebut&amp;mdash;termasuk pencabutan blokade AS dan gencatan senjata&amp;mdash;telah membantu Iran meningkatkan ketahanan ekonominya serta memulihkan kemampuan pertahanannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Republik Islam Iran siap untuk memberikan kekalahan yang jauh lebih telak kepada musuh, sebagai tanggapan yang sepadan dengan tindakan dan agresi mereka,&amp;quot; tambah Ghalibaf.&#13;
&#13;
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman tersebut pada bulan Juni melalui mediation Pakistan dan Qatar, yang mengakhiri permusuhan dan membuka jendela waktu 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan akhir.&#13;
&#13;
Namun, sejak saat itu perundingan mengalami kebuntuan di tengah perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi ekspor minyak dan gas dunia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>TEHERAN - Iran pada Selasa (18/8/2026) menegaskan tidak akan membuka kembali Selat Hormuz sampai Amerika Serikat (AS) memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman Islamabad yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak.&#13;
&#13;
Berbicara dalam sidang parlemen, Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan bahwa Teheran akan menggunakan cara diplomatik maupun militer agar Washington &amp;quot;memahami konsekuensi dari tindakannya,&amp;quot; menurut kantor berita pemerintah Iran, IRNA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya tegaskan: selama AS belum memenuhi komitmennya berdasarkan nota kesepahaman tersebut&amp;mdash;termasuk mencabut blokade, melepas aset yang dibekukan, mencabut sanksi minyak, mengakhiri ancaman dan operasi militer di semua lini, serta melaksanakan ketentuan lain yang telah disepakati dalam nota tersebut&amp;mdash;selat itu tidak akan dibuka kembali,&amp;quot; ujarnya, sebagaimana dilansir TRT.&#13;
&#13;
Ghalibaf, yang juga menjabat sebagai ketua tim negosiasi Iran dalam pembicaraan dengan AS, mengatakan bahwa Teheran mengedepankan apa yang ia sebut sebagai &amp;quot;kekuatan logika dan logika kekuatan&amp;quot; melalui koordinasi antara bidang diplomatik dan militer.&#13;
&#13;
Ia mengatakan bahwa periode yang ditetapkan dalam nota kesepahaman tersebut&amp;mdash;termasuk pencabutan blokade AS dan gencatan senjata&amp;mdash;telah membantu Iran meningkatkan ketahanan ekonominya serta memulihkan kemampuan pertahanannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Republik Islam Iran siap untuk memberikan kekalahan yang jauh lebih telak kepada musuh, sebagai tanggapan yang sepadan dengan tindakan dan agresi mereka,&amp;quot; tambah Ghalibaf.&#13;
&#13;
Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman tersebut pada bulan Juni melalui mediation Pakistan dan Qatar, yang mengakhiri permusuhan dan membuka jendela waktu 60 hari untuk negosiasi menuju kesepakatan akhir.&#13;
&#13;
Namun, sejak saat itu perundingan mengalami kebuntuan di tengah perselisihan mengenai pelaksanaan nota kesepahaman serta pengaturan pelayaran di Selat Hormuz, sebuah jalur vital bagi ekspor minyak dan gas dunia.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
