<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Pantau Bibit Siklon 95W, Waspada Dampak Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 95W di sekitar wilayah Laut China Selatan. Meski peluang kekuatannya meningkat tergolong kecil, dampak tidak langsungnya terhadap perairan Indonesia tetap perlu diwaspadai.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/19/337/3237062/bmkg-pantau-bibit-siklon-95w-waspada-dampak-gelombang-tinggi-di-sejumlah-perairan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/19/337/3237062/bmkg-pantau-bibit-siklon-95w-waspada-dampak-gelombang-tinggi-di-sejumlah-perairan"/><item><title>BMKG Pantau Bibit Siklon 95W, Waspada Dampak Gelombang Tinggi di Sejumlah Perairan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/19/337/3237062/bmkg-pantau-bibit-siklon-95w-waspada-dampak-gelombang-tinggi-di-sejumlah-perairan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/19/337/3237062/bmkg-pantau-bibit-siklon-95w-waspada-dampak-gelombang-tinggi-di-sejumlah-perairan</guid><pubDate>Rabu 19 Agustus 2026 14:19 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/19/337/3237062/bibit_siklon-BxqZ_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bibit Siklon 9W (Foto: Binti M/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/19/337/3237062/bibit_siklon-BxqZ_large.jpg</image><title>Bibit Siklon 9W (Foto: Binti M/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 95W di sekitar wilayah Laut China Selatan. Meski peluang kekuatannya meningkat tergolong kecil, dampak tidak langsungnya terhadap perairan Indonesia tetap perlu diwaspadai.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis terbaru BMKG pada Rabu (19/8/2026), Bibit Siklon 95W saat ini berada di posisi barat laut Filipina dan bergerak menuju arah barat hingga barat daya. BMKG melaporkan bibit siklon ini telah terpantau sejak 17 Agustus lalu. Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan status terkini dari fenomena cuaca tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, Bibit Siklon Tropis 95W berada di Laut China Selatan. Berdasarkan permodelan kami, dalam 24 jam ke depan bibit ini memiliki peluang yang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis,&amp;quot; tulis BMKG dalam laporan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski peluang menjadi siklon tropis kecil, pergerakan Bibit 95W memicu perubahan kondisi laut di wilayah utara Indonesia. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun posisinya cukup jauh, terdapat dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia. Waspada peningkatan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori Moderate Sea, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara,&amp;quot; tulis BMKG.&#13;
&#13;
Peringatan ini berlaku setidaknya hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Selain gelombang, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang sebagai dampak dari aktivitas bibit siklon ini.&#13;
&#13;
BMKG meminta para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan yang beroperasi di wilayah Laut Natuna Utara untuk lebih berhati-hati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku kegiatan kelautan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi gelombang tidak memungkinkan,&amp;quot; imbau BMKG.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melalui Tropical Cyclone Warning Center (TCWC) Jakarta mendeteksi kemunculan Bibit Siklon Tropis 95W di sekitar wilayah Laut China Selatan. Meski peluang kekuatannya meningkat tergolong kecil, dampak tidak langsungnya terhadap perairan Indonesia tetap perlu diwaspadai.&#13;
&#13;
Berdasarkan analisis terbaru BMKG pada Rabu (19/8/2026), Bibit Siklon 95W saat ini berada di posisi barat laut Filipina dan bergerak menuju arah barat hingga barat daya. BMKG melaporkan bibit siklon ini telah terpantau sejak 17 Agustus lalu. Dalam keterangannya, BMKG menjelaskan status terkini dari fenomena cuaca tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini, Bibit Siklon Tropis 95W berada di Laut China Selatan. Berdasarkan permodelan kami, dalam 24 jam ke depan bibit ini memiliki peluang yang rendah untuk berkembang menjadi siklon tropis,&amp;quot; tulis BMKG dalam laporan resminya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski peluang menjadi siklon tropis kecil, pergerakan Bibit 95W memicu perubahan kondisi laut di wilayah utara Indonesia. BMKG memperingatkan adanya potensi gelombang tinggi yang dapat mengganggu aktivitas pelayaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Meskipun posisinya cukup jauh, terdapat dampak tidak langsung terhadap kondisi perairan Indonesia. Waspada peningkatan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter atau kategori Moderate Sea, khususnya di wilayah Laut Natuna Utara,&amp;quot; tulis BMKG.&#13;
&#13;
Peringatan ini berlaku setidaknya hingga Kamis, 20 Agustus 2026 pukul 07.00 WIB. Selain gelombang, beberapa wilayah juga berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang dan angin kencang sebagai dampak dari aktivitas bibit siklon ini.&#13;
&#13;
BMKG meminta para pengguna jasa transportasi laut dan nelayan yang beroperasi di wilayah Laut Natuna Utara untuk lebih berhati-hati.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat di wilayah pesisir dan pelaku kegiatan kelautan untuk tetap waspada dan terus memantau perkembangan cuaca. Jangan memaksakan berlayar jika kondisi gelombang tidak memungkinkan,&amp;quot; imbau BMKG.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
