<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Polisi Temukan Potongan Kaki Korban Mutilasi Saepul di Kali Grogol Depok</title><description>Breggy melanjutkan, dari penemuan itu, petugas melapor kepada pihak kepolisian. Subdit Resmob Polda Metro Jaya bersama Unit Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/20/338/3237219/polisi-temukan-potongan-kaki-korban-mutilasi-saepul-di-kali-grogol-depok</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/20/338/3237219/polisi-temukan-potongan-kaki-korban-mutilasi-saepul-di-kali-grogol-depok"/><item><title>Polisi Temukan Potongan Kaki Korban Mutilasi Saepul di Kali Grogol Depok</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/20/338/3237219/polisi-temukan-potongan-kaki-korban-mutilasi-saepul-di-kali-grogol-depok</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/20/338/3237219/polisi-temukan-potongan-kaki-korban-mutilasi-saepul-di-kali-grogol-depok</guid><pubDate>Kamis 20 Agustus 2026 10:28 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/20/338/3237219/viral-lGFa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Mutilasi/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/20/338/3237219/viral-lGFa_large.jpg</image><title>Ilustrasi Mutilasi/ist</title></images><description>JAKARTA - Polisi melakukan pencarian terhadap potongan kaki pria K (51), korban mutilasi Saepul&amp;nbsp;(26) di kawasan Cipayung, Kota Depok. Potongan kaki korban ditemukan di Kali Grorol, Limo, Depok.&#13;
&#13;
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, potongan kaki korban ditemukan pada Rabu (19/8) setelah dua orang petugas dari SDA Limo melakukan pembersihan di Sungai Limo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian ditemukanlah ada potongan tubuh, diduga bagian kaki. Memang hanya sepotong saja,&amp;rdquo; kata Breggy kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).&#13;
&#13;
Breggy melanjutkan, dari penemuan itu, petugas melapor kepada pihak kepolisian. Subdit Resmob Polda Metro Jaya bersama Unit Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengatakan potongan kaki tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk didalami apakah betul potongan tubuh korban K.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuannya untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, kasus ini terungkap setelah karung isi mayat korban ditemukan di tanah kosong di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok (24/7/2026).&#13;
&#13;
Saepul ditangkap di kawasan Panimbang, Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8) pukul 04.15 WIB. Dia ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kasubdit AKBP Resa Fiardi Marasabessy dan Kanit 1 Subdit Resmob Kompol Dimitri Mahendra.&#13;
&#13;
Saepul mengaku awalnya korban main ke rumah kontrakannya di Cipayung, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena tadinya kan dia main ke rumah, karena tadinya butuh temen buat ngobrol aja, karena emang teman kontrakanku nggak ada juga, karena dia udah terakhir ngontrak nggak lanjut. Tadinya cuma butuh temen,&amp;quot; kata Saepul dalam rekaman video.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih pengakuan Saepul, saat itu korban melakukan perbuatan yang membuatnya tak terima. Korban disebut Saepul menamparnya hingga membalas korban dengan mendorongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Terus saya tak dorong kan, saya mau teriak terus saya didorong dari tangga. Udah terlanjur didorong ke bawah, saya ambil pisau lah, saya tusuk di bagian sininya (pinggang),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Emosi Saepul memuncak saat korban memberikan perlawanan. Dia kemudian menusuk korban di bagian perut hingga korban terluka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, Bang. Terus saya pegang aja kepalanya, tangan dia kan udah nggak bisa (melawan) karena megang perut, terus saya pegang aja kepalanya, terus saya gorok,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Saepul juga mengaku memutilasi korban setelah melakukan pembunuhan itu. Dia memutilasi bagian kaki korban dengan pisau yang sama dengan yang digunakan untuk membunuh korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena susah bawanya juga, Bang, di situ kan ramai orang dan perumahan juga,&amp;quot; kata Saepul saat ditanya alasannya memutilasi.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Polisi melakukan pencarian terhadap potongan kaki pria K (51), korban mutilasi Saepul&amp;nbsp;(26) di kawasan Cipayung, Kota Depok. Potongan kaki korban ditemukan di Kali Grorol, Limo, Depok.&#13;
&#13;
Katimsus 2 Unit 1 Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya, Ipda Breggy Yesaya Imanuel Sutijono mengatakan, potongan kaki korban ditemukan pada Rabu (19/8) setelah dua orang petugas dari SDA Limo melakukan pembersihan di Sungai Limo.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kemudian ditemukanlah ada potongan tubuh, diduga bagian kaki. Memang hanya sepotong saja,&amp;rdquo; kata Breggy kepada wartawan, Kamis (20/8/2026).&#13;
&#13;
Breggy melanjutkan, dari penemuan itu, petugas melapor kepada pihak kepolisian. Subdit Resmob Polda Metro Jaya bersama Unit Identifikasi Polda Metro Jaya mendatangi lokasi.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia mengatakan potongan kaki tersebut dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk didalami apakah betul potongan tubuh korban K.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Tujuannya untuk menentukan apakah memang ini benar potongan tubuh milik korban atau bukan. Kami harus memastikan itu dulu,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
&#13;
Sebagai informasi, kasus ini terungkap setelah karung isi mayat korban ditemukan di tanah kosong di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Pancoran Mas, Kota Depok (24/7/2026).&#13;
&#13;
Saepul ditangkap di kawasan Panimbang, Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8) pukul 04.15 WIB. Dia ditangkap oleh Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya di bawah pimpinan Kasubdit AKBP Resa Fiardi Marasabessy dan Kanit 1 Subdit Resmob Kompol Dimitri Mahendra.&#13;
&#13;
Saepul mengaku awalnya korban main ke rumah kontrakannya di Cipayung, Depok.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena tadinya kan dia main ke rumah, karena tadinya butuh temen buat ngobrol aja, karena emang teman kontrakanku nggak ada juga, karena dia udah terakhir ngontrak nggak lanjut. Tadinya cuma butuh temen,&amp;quot; kata Saepul dalam rekaman video.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Masih pengakuan Saepul, saat itu korban melakukan perbuatan yang membuatnya tak terima. Korban disebut Saepul menamparnya hingga membalas korban dengan mendorongnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya berontak, terus dia kayak nampar saya. Terus saya tak dorong kan, saya mau teriak terus saya didorong dari tangga. Udah terlanjur didorong ke bawah, saya ambil pisau lah, saya tusuk di bagian sininya (pinggang),&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Emosi Saepul memuncak saat korban memberikan perlawanan. Dia kemudian menusuk korban di bagian perut hingga korban terluka.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus dia berontak lagi, nendang saya. Saya makin emosi, Bang. Terus saya pegang aja kepalanya, tangan dia kan udah nggak bisa (melawan) karena megang perut, terus saya pegang aja kepalanya, terus saya gorok,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Saepul juga mengaku memutilasi korban setelah melakukan pembunuhan itu. Dia memutilasi bagian kaki korban dengan pisau yang sama dengan yang digunakan untuk membunuh korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena susah bawanya juga, Bang, di situ kan ramai orang dan perumahan juga,&amp;quot; kata Saepul saat ditanya alasannya memutilasi.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
