<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Update Korban Gempa NTT: 83 Orang Meninggal Dunia dan 110.785 Mengungsi</title><description>Angka korban meninggal dunia bertambah delapan orang dari yang dilaporkan sebelumnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/21/337/3237543/update-korban-gempa-ntt-83-orang-meninggal-dunia-dan-110-785-mengungsi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/21/337/3237543/update-korban-gempa-ntt-83-orang-meninggal-dunia-dan-110-785-mengungsi"/><item><title>Update Korban Gempa NTT: 83 Orang Meninggal Dunia dan 110.785 Mengungsi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/21/337/3237543/update-korban-gempa-ntt-83-orang-meninggal-dunia-dan-110-785-mengungsi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/21/337/3237543/update-korban-gempa-ntt-83-orang-meninggal-dunia-dan-110-785-mengungsi</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2026 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/21/337/3237543/berton_suar_pelita_panjaitan-UzQ1_large.png" expression="full" type="image/jpeg">Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/21/337/3237543/berton_suar_pelita_panjaitan-UzQ1_large.png</image><title>Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan.</title></images><description>JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 83 orang meninggal dunia.&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah delapan orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 75 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa, yang semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa,&amp;rdquo; kata Berton saat konferensi pers, Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, delapan korban tambahan tersebut meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa. Rinciannya, dua orang meninggal di Kabupaten Manggarai, dua orang di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Kabupaten Nagekeo, dan satu orang di Kabupaten Ngada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa, di mana di Kabupaten Manggarai ada 2, Kabupaten Manggarai Timur ada 2, Kabupaten Nagekeo ada 3, dan Kabupaten Ngada ada 1,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat menjadi 986 orang. Angka tersebut bertambah 79 orang dibandingkan data sebelumnya sebanyak 907 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sedangkan jumlah yang luka ada sebanyak 986 jiwa, yang semula kami laporkan 907 jiwa, bertambah sebanyak 79 jiwa,&amp;rdquo; kata Berton.&#13;
&#13;
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 92.735 orang, kini mencapai 110.785 orang. &amp;ldquo;Sedangkan yang mengungsi hari ini bertambah lagi, yang semula kami sampaikan 92.735 jiwa kemarin, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, data terbaru mencatat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Rinciannya, 17.176 unit rumah rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton mengatakan posko di setiap kabupaten masih terus melakukan pemutakhiran data kerusakan, termasuk berdasarkan kategori tingkat kerusakan. &amp;ldquo;Posko di setiap kabupaten akan terus memutakhirkan data kerusakan dengan kategori tingkat kerusakannya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pendataan rumah rusak akan ditetapkan secara by name by address atau berdasarkan nama dan alamat warga yang terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rumah rusak berdasarkan tingkat kerusakannya akan tetap ditetapkan berdasarkan by name by address atau berdasarkan nama dan alamat para warga yang terdampak akibat bencana,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali bertambah. Menurut data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), hingga Jumat (21/8/2026) pukul 16.00 WIB, tercatat 83 orang meninggal dunia.&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Suar Pelita Panjaitan, mengatakan jumlah korban meninggal dunia bertambah delapan orang dibandingkan data sebelumnya yang mencatat 75 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pada hari ini pukul 16.00 WIB, Jumat, 21 Agustus 2026, jumlah yang meninggal menjadi 83 jiwa, yang semula kemarin kami sampaikan 75 jiwa, bertambah 8 jiwa,&amp;rdquo; kata Berton saat konferensi pers, Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
Menurutnya, delapan korban tambahan tersebut meninggal akibat dampak tidak langsung dari gempa. Rinciannya, dua orang meninggal di Kabupaten Manggarai, dua orang di Kabupaten Manggarai Timur, tiga orang di Kabupaten Nagekeo, dan satu orang di Kabupaten Ngada.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Yang meninggal adalah akibat dampak tidak langsung dari gempa, di mana di Kabupaten Manggarai ada 2, Kabupaten Manggarai Timur ada 2, Kabupaten Nagekeo ada 3, dan Kabupaten Ngada ada 1,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Selain korban meninggal, jumlah warga yang mengalami luka-luka juga meningkat menjadi 986 orang. Angka tersebut bertambah 79 orang dibandingkan data sebelumnya sebanyak 907 orang.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sedangkan jumlah yang luka ada sebanyak 986 jiwa, yang semula kami laporkan 907 jiwa, bertambah sebanyak 79 jiwa,&amp;rdquo; kata Berton.&#13;
&#13;
Sementara itu, jumlah warga yang mengungsi juga mengalami peningkatan. Dari sebelumnya 92.735 orang, kini mencapai 110.785 orang. &amp;ldquo;Sedangkan yang mengungsi hari ini bertambah lagi, yang semula kami sampaikan 92.735 jiwa kemarin, hari ini bertambah menjadi 110.785 jiwa,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
Di sisi lain, data terbaru mencatat sebanyak 44.946 unit rumah mengalami kerusakan akibat gempa. Rinciannya, 17.176 unit rumah rusak berat, 9.758 unit rusak sedang, dan 18.013 unit rusak ringan.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton mengatakan posko di setiap kabupaten masih terus melakukan pemutakhiran data kerusakan, termasuk berdasarkan kategori tingkat kerusakan. &amp;ldquo;Posko di setiap kabupaten akan terus memutakhirkan data kerusakan dengan kategori tingkat kerusakannya,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Dia menambahkan, pendataan rumah rusak akan ditetapkan secara by name by address atau berdasarkan nama dan alamat warga yang terdampak bencana.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Rumah rusak berdasarkan tingkat kerusakannya akan tetap ditetapkan berdasarkan by name by address atau berdasarkan nama dan alamat para warga yang terdampak akibat bencana,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
