<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Halte Rasuna Said Dikeluhkan Panas, Ini Respons Pramono</title><description>Sejumlah halte di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menuai keluhan pengguna media sosial. Halte yang dinilai mengedepankan estetika tersebut dianggap kurang nyaman karena bagian atapnya transparan sehingga membuat penumpang kepanasan saat menunggu kendaraan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/21/338/3237448/halte-rasuna-said-dikeluhkan-panas-ini-respons-pramono</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/21/338/3237448/halte-rasuna-said-dikeluhkan-panas-ini-respons-pramono"/><item><title>Halte Rasuna Said Dikeluhkan Panas, Ini Respons Pramono</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/21/338/3237448/halte-rasuna-said-dikeluhkan-panas-ini-respons-pramono</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/21/338/3237448/halte-rasuna-said-dikeluhkan-panas-ini-respons-pramono</guid><pubDate>Jum'at 21 Agustus 2026 13:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/21/338/3237448/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-pNbI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/21/338/3237448/gubernur_dki_jakarta_pramono_anung-pNbI_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sejumlah halte di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menuai keluhan pengguna media sosial. Halte yang dinilai mengedepankan estetika tersebut dianggap kurang nyaman karena bagian atapnya transparan sehingga membuat penumpang kepanasan saat menunggu kendaraan.&#13;
&#13;
Menanggapi keluhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi cuaca Jakarta yang belakangan terasa terik turut membuat suhu di halte semakin panas.&#13;
&#13;
Namun, Pramono menilai pemasangan pendingin udara atau air conditioner (AC) di seluruh halte bukan solusi yang tepat. Selain persoalan teknis, langkah tersebut juga dinilai dapat membebani anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama memang sekarang ini Jakarta juga lagi panas. Kalau kemudian seluruh halte harus dipasangin AC tentunya ini akan memberatkan bagi Pemerintah DKI Jakarta,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Pramono, solusi yang akan ditempuh adalah memperbaiki desain dan kondisi atap halte agar mampu melindungi pengguna dari paparan panas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sekarang ini semua halte yang dikerjasamakan dengan yang punya naming right dengan siapa pun memang diminta untuk ada atapnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono mengakui belum seluruh halte memiliki atap yang memadai. Pemprov DKI, kata dia, akan terus melakukan pembenahan, terutama pada halte yang berada di jalur protokol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, yang kemarin belum semuanya memang selesai memberikan atap dengan baik, dan itu nanti akan kami benahi karena bagaimanapun Rasuna Said itu adalah protokol utama,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Keluhan mengenai kondisi halte tersebut sebelumnya ramai di media sosial. Pengguna menyoroti desain atap transparan yang dinilai kurang memberikan perlindungan dari teriknya matahari, meski secara tampilan dinilai lebih modern dan estetis.&#13;
&#13;
Pemprov DKI kini memilih pembenahan perlindungan atap sebagai solusi agar halte tetap nyaman digunakan tanpa harus memasang AC di seluruh fasilitas transportasi tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Sejumlah halte di Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan, menuai keluhan pengguna media sosial. Halte yang dinilai mengedepankan estetika tersebut dianggap kurang nyaman karena bagian atapnya transparan sehingga membuat penumpang kepanasan saat menunggu kendaraan.&#13;
&#13;
Menanggapi keluhan itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan kondisi cuaca Jakarta yang belakangan terasa terik turut membuat suhu di halte semakin panas.&#13;
&#13;
Namun, Pramono menilai pemasangan pendingin udara atau air conditioner (AC) di seluruh halte bukan solusi yang tepat. Selain persoalan teknis, langkah tersebut juga dinilai dapat membebani anggaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Yang pertama memang sekarang ini Jakarta juga lagi panas. Kalau kemudian seluruh halte harus dipasangin AC tentunya ini akan memberatkan bagi Pemerintah DKI Jakarta,&amp;quot; kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Pramono, solusi yang akan ditempuh adalah memperbaiki desain dan kondisi atap halte agar mampu melindungi pengguna dari paparan panas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sekarang ini semua halte yang dikerjasamakan dengan yang punya naming right dengan siapa pun memang diminta untuk ada atapnya,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono mengakui belum seluruh halte memiliki atap yang memadai. Pemprov DKI, kata dia, akan terus melakukan pembenahan, terutama pada halte yang berada di jalur protokol.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, yang kemarin belum semuanya memang selesai memberikan atap dengan baik, dan itu nanti akan kami benahi karena bagaimanapun Rasuna Said itu adalah protokol utama,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Keluhan mengenai kondisi halte tersebut sebelumnya ramai di media sosial. Pengguna menyoroti desain atap transparan yang dinilai kurang memberikan perlindungan dari teriknya matahari, meski secara tampilan dinilai lebih modern dan estetis.&#13;
&#13;
Pemprov DKI kini memilih pembenahan perlindungan atap sebagai solusi agar halte tetap nyaman digunakan tanpa harus memasang AC di seluruh fasilitas transportasi tersebut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
