<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Karhutla Melanda, BNPB Perkuat Satgas Udara dan Water Bombing di 6 Provinsi&amp;nbsp;</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat laporan bencana pada periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026. Pada periode pelaporan ini, seluruh kejadian baru merupakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/22/337/3237606/karhutla-melanda-bnpb-perkuat-satgas-udara-dan-water-bombing-di-6-provinsi-nbsp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/22/337/3237606/karhutla-melanda-bnpb-perkuat-satgas-udara-dan-water-bombing-di-6-provinsi-nbsp"/><item><title>Karhutla Melanda, BNPB Perkuat Satgas Udara dan Water Bombing di 6 Provinsi&amp;nbsp;</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/22/337/3237606/karhutla-melanda-bnpb-perkuat-satgas-udara-dan-water-bombing-di-6-provinsi-nbsp</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/22/337/3237606/karhutla-melanda-bnpb-perkuat-satgas-udara-dan-water-bombing-di-6-provinsi-nbsp</guid><pubDate>Sabtu 22 Agustus 2026 03:01 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/21/337/3237606/karhutla-f9Y7_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Karhutla (Foto: Dok BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/21/337/3237606/karhutla-f9Y7_large.jpeg</image><title>Karhutla (Foto: Dok BNPB)</title></images><description>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat laporan bencana pada periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026. Pada periode pelaporan ini, seluruh kejadian baru merupakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
&#13;
Laporan karhutla pertama terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis 20 Agustus 2026. Lahan terbakar berada di wilayah Desa Lalang, Kecamatan Manggar, dan Desa Lenggang serta Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total lahan terbakar seluas 3,8 hektare.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur segera mengerahkan personel dan perlengkapan untuk melakukan upaya pemadaman. Sebanyak 4 personel membawa 4 set mesin pompa gendong, selang pemadam, serta 1 unit kendaraan operasional untuk melakukan pemadaman api serta pendinginan lahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Api berhasil dipadamkan di hari yang sama. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Meski telah padam, BPBD Kabupaten Belitung Timur tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan menyebar ke wilayah lainnya,&amp;rdquo; ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Jumat 21 Agustus 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya, Berton mengatakan kebakaran hutan dan lahan melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur. Pada Rabu 19 Agustus 2026, karhutla menghanguskan 20 hektare hutan yang berada di wilayah Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.&#13;
&#13;
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama dengan BPBD Kabupaten Bondowoso segera terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan upaya pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus, api telah berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di hari yang sama, karhutla juga melanda Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Tiga hektare lahan yang terbakar merupakan vegetasi kering dan serasah di permukaan tanah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait lainnya segera melakukan pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus pukul 18.30 WIB, api berhasil dipadamkan.&#13;
&#13;
Masih dari wilayah Jawa Timur, karhutla juga terjadi di Kabupaten Magetan pada Rabu 19 Agustus pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi di wilayah hutan rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan. Luas lahan yang terbakar mencapai 8 hektare.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Magetan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, didukung unsur terkait lainnya, segera menuju ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus, api dilaporkan telah padam dan tidak ada perluasan lahan yang terbakar.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Keputusan Gubernur No. 100.3.3.3/327/013/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur yang berlaku selama 180 hari, sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026. Penetapan dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan bencana hidrometeorologi kering tersebut.&#13;
&#13;
Penanganan Karhutla, BNPB Perkuat Satgas Udara&#13;
&#13;
Hingga Jumat 21 Agustus, beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu 19 Agustus di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis 20 Agustus. Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Rabu 19 Agustus, karhutla terjadi di beberapa wilayah, yakni di Desa Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata, Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu, Kecamatan Kota Bangun.&#13;
&#13;
Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare. Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke berbagai titik yang masih bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat. Secara visual pada Kamis 20 Agustus, api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api.&#13;
&#13;
Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas. Hingga Jumat 21 Agustus, penguatan satgas udara telah dilakukan di 6 provinsi prioritas.&#13;
&#13;
Penanganan karhutla wilayah Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing. Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.&#13;
&#13;
Selanjutnya di Sumatera Selatan, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing. Di Kalimantan Selatan BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 3 unit untuk water bombing. Di Kalimantan Tengah, 1 unit heli difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara atau water bombing.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terakhir, di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 2 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit untuk water bombing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
&#13;
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat laporan bencana pada periode pelaporan Kamis hingga Jumat, 20-21 Agustus 2026. Pada periode pelaporan ini, seluruh kejadian baru merupakan bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
&#13;
Laporan karhutla pertama terjadi di Kabupaten Belitung Timur, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Kamis 20 Agustus 2026. Lahan terbakar berada di wilayah Desa Lalang, Kecamatan Manggar, dan Desa Lenggang serta Desa Lintang di Kecamatan Renggiang. Total lahan terbakar seluas 3,8 hektare.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Belitung Timur segera mengerahkan personel dan perlengkapan untuk melakukan upaya pemadaman. Sebanyak 4 personel membawa 4 set mesin pompa gendong, selang pemadam, serta 1 unit kendaraan operasional untuk melakukan pemadaman api serta pendinginan lahan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Api berhasil dipadamkan di hari yang sama. Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Meski telah padam, BPBD Kabupaten Belitung Timur tetap melakukan pemantauan untuk memastikan api tidak kembali muncul dan menyebar ke wilayah lainnya,&amp;rdquo; ungkap Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Jumat 21 Agustus 2026.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Selanjutnya, Berton mengatakan kebakaran hutan dan lahan melanda beberapa wilayah di Provinsi Jawa Timur. Pada Rabu 19 Agustus 2026, karhutla menghanguskan 20 hektare hutan yang berada di wilayah Petak 102 Aren, Desa Kalianyar, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso.&#13;
&#13;
BPBD Provinsi Jawa Timur bersama dengan BPBD Kabupaten Bondowoso segera terjun ke lapangan untuk melakukan asesmen dan upaya pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus, api telah berhasil dipadamkan pada pukul 18.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Di hari yang sama, karhutla juga melanda Desa Kaulon, Kecamatan Sutojayan, Kabupaten Blitar. Tiga hektare lahan yang terbakar merupakan vegetasi kering dan serasah di permukaan tanah. Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Blitar bersama unsur terkait lainnya segera melakukan pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus pukul 18.30 WIB, api berhasil dipadamkan.&#13;
&#13;
Masih dari wilayah Jawa Timur, karhutla juga terjadi di Kabupaten Magetan pada Rabu 19 Agustus pukul 14.00 WIB. Kebakaran terjadi di wilayah hutan rakyat di Desa Mategal, Kecamatan Parang, dan di Desa Giripurno, Kecamatan Kawedanan. Luas lahan yang terbakar mencapai 8 hektare.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Magetan bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, didukung unsur terkait lainnya, segera menuju ke lapangan untuk melakukan upaya pemadaman. Pada Kamis 20 Agustus, api dilaporkan telah padam dan tidak ada perluasan lahan yang terbakar.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Provinsi Jawa Timur telah menetapkan Keputusan Gubernur No. 100.3.3.3/327/013/2026 tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan di Jawa Timur yang berlaku selama 180 hari, sejak 16 Mei hingga 6 Oktober 2026. Penetapan dilakukan untuk memaksimalkan upaya penanganan bencana hidrometeorologi kering tersebut.&#13;
&#13;
Penanganan Karhutla, BNPB Perkuat Satgas Udara&#13;
&#13;
Hingga Jumat 21 Agustus, beberapa kejadian karhutla baru masih muncul di beberapa wilayah di Pulau Kalimantan. Di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur, titik karhutla kembali muncul di Kecamatan Tanah Grogot, Kecamatan Batu Sopang, dan Kecamatan Batu Engau. Kebakaran terjadi pada Rabu 19 Agustus di taman konservasi dengan material lahan berupa semak belukar dan gambut. Luas lahan terbakar mencapai 25,29 hektare.&#13;
&#13;
BPBD Kabupaten Paser segera menuju ke lokasi untuk melakukan pemadaman api melalui darat serta pemantauan setelah pemadaman. Api berhasil dipadamkan pada Kamis 20 Agustus. Wilayah lain di Kalimantan Timur yang juga mengalami karhutla yang cukup masif yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara. Pada Rabu 19 Agustus, karhutla terjadi di beberapa wilayah, yakni di Desa Loa Gagak, Kecamatan Loa Kulu, Kelurahan Spontan Mangkurawang, Kecamatan Tenggarong, Kelurahan Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Desa Kayu Bata, Kecamatan Muara Muntai, Kelurahan Muara Kembang, Kecamatan Muara Jawa, serta Desa Kota Bangun Hulu, Kecamatan Kota Bangun.&#13;
&#13;
Total luas lahan terbakar pada hari tersebut mencapai 49,55 hektare dengan lahan terbakar paling luas berada di Kelurahan Pendingin seluas 42 hektare. Tim reaksi cepat BPBD Kabupaten Kutai Kartanegara bersama dengan relawan dan pemadam kebakaran segera menyebar ke berbagai titik yang masih bisa dijangkau untuk melakukan pemadaman darat. Secara visual pada Kamis 20 Agustus, api telah berhasil dipadamkan di seluruh lokasi, kecuali di Kelurahan Pendingin. Di lokasi tersebut, dari pantauan drone masih terlihat 6-7 titik api.&#13;
&#13;
Penanganan karhutla di Pulau Kalimantan masih menjadi prioritas utama pemerintah saat ini. Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di 6 provinsi prioritas. Hingga Jumat 21 Agustus, penguatan satgas udara telah dilakukan di 6 provinsi prioritas.&#13;
&#13;
Penanganan karhutla wilayah Riau, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit heli untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit heli untuk water bombing. Di Provinsi Jambi diturunkan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 2 unit heli untuk water bombing.&#13;
&#13;
Selanjutnya di Sumatera Selatan, BNPB menurunkan 1 unit heli untuk patroli udara, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca (OMC), dan 7 unit heli untuk melakukan water bombing. Di Kalimantan Selatan BNPB mengoperasikan 1 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 3 unit untuk water bombing. Di Kalimantan Tengah, 1 unit heli difungsikan untuk patroli, 1 unit untuk OMC, dan 4 lainnya untuk operasi pemadaman udara atau water bombing.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
Terakhir, di Kalimantan Barat, BNPB mengoperasikan 2 unit heli untuk patroli, 1 unit untuk operasi modifikasi cuaca, dan 5 unit untuk water bombing.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pengoperasian helikopter tersebut akan terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara untuk OMC, BNPB berkolaborasi dengan BMKG untuk memantau pertumbuhan potensi awan hujan yang dapat dimanfaatkan untuk OMC,&amp;rdquo; ujar Berton.&#13;
&#13;
BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat kesiapsiagaan, pemantauan, serta deteksi dini terhadap potensi karhutla dan memastikan ketersediaan sarana prasarana pemadaman.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas pembakaran di wilayah yang rawan terbakar. Apabila masyarakat mengetahui atau melihat kejadian kebakaran, segera melapor kepada otoritas daerah setempat agar penanganan dapat dilakukan secara cepat dan efektif,&amp;rdquo; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
