<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mengenang Zaki Ali, Relawan Tak Kenal Lelah di Tengah Misi Kemanusiaan di NTT</title><description>Duka menyelimuti dunia relawan kemanusiaan setelah Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237836/mengenang-zaki-ali-relawan-tak-kenal-lelah-di-tengah-misi-kemanusiaan-di-ntt</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237836/mengenang-zaki-ali-relawan-tak-kenal-lelah-di-tengah-misi-kemanusiaan-di-ntt"/><item><title>Mengenang Zaki Ali, Relawan Tak Kenal Lelah di Tengah Misi Kemanusiaan di NTT</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237836/mengenang-zaki-ali-relawan-tak-kenal-lelah-di-tengah-misi-kemanusiaan-di-ntt</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237836/mengenang-zaki-ali-relawan-tak-kenal-lelah-di-tengah-misi-kemanusiaan-di-ntt</guid><pubDate>Minggu 23 Agustus 2026 17:40 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237836/zaki_ali-2cKu_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (foto: instagram)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237836/zaki_ali-2cKu_large.jpg</image><title>Founder Yayasan Gerak Bareng, Ahmad Zaki Ali (foto: instagram)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Duka menyelimuti dunia relawan kemanusiaan setelah Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
Ahmad Zaki mengembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.&#13;
&#13;
Rekan sesama relawan dari Tim Hands Foundation, Muhammad Rafki Razif Kiransyah, mengenang Ahmad Zaki sebagai sosok yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi terhadap kegiatan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski baru lima hari mengenal almarhum selama menjalankan misi di NTT, Rafki mengaku melihat langsung bagaimana Ahmad Zaki selalu memanfaatkan waktunya untuk membantu masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama lima hari sama beliau, beliau orangnya semangat terus, nggak pernah lelah buat terus ngisi waktunya buat kebaikan. Entah itu kita ada waktu buat penyaluran, kita penyaluran, kita ada waktu buat kunjungan ke sini, kita langsung kunjungan ke sini, kita ada waktu buat loading barang, kita loading barang,&amp;quot; ungkap Rafki saat diwawancarai iNews Media Group, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Rafki, Ahmad Zaki juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan humoris. Di sela-sela aktivitas pendistribusian logistik, almarhum kerap mencairkan suasana dengan candaan untuk mengurangi kelelahan tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang semangat beliau untuk kemanusiaan itu sangat tinggi yang saya lihat. Terus juga beliau humoris, di waktu-waktu istirahat kita beliau selalu bercanda, sambil ngobrol sambil bercanda,&amp;quot; kenangnya.&#13;
&#13;
Namun, sikap tersebut berubah ketika tim menjalankan tugas pendistribusian bantuan. Ahmad Zaki disebut sangat serius dan tegas dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi di waktunya penyaluran, beliau serius. Enggak bisa bercanda sama beliau kalau misalkan waktu penyaluran itu. Kalau misalkan kita ada bercanda atau ada yang salah atau apa, pasti kita kena tegur. Kalau misalkan lagi pendistribusian soal kemanusiaan, kita enggak bisa main-main kayak gitu,&amp;quot; tutur Rafki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Istigfar di Dalam Mobil&#13;
&#13;
Rafki juga menceritakan detik-detik Ahmad Zaki kehilangan kesadaran sebelum akhirnya meninggal dunia.&#13;
&#13;
Saat itu, Rafki bersama Ahmad Zaki dan tim hendak mendistribusikan sekitar 30 paket bantuan ke Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur. Keduanya berada dalam satu mobil.&#13;
&#13;
Setelah menyelesaikan penyaluran bantuan, rombongan memutar arah untuk melakukan asesmen kebutuhan masyarakat. Tidak jauh dari lokasi penyaluran terakhir, Ahmad Zaki tiba-tiba mengucapkan istigfar sebelum kehilangan kesadaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, nggak lama dari kita muter balik dari tempat penyaluran terakhir sekitar 5 meter, beliau sempat berhenti. Terus yang kedengeran sama kita di mobil itu beliau istigfar, &amp;#39;Astaghfirullah&amp;#39;, terus berhenti dan mulai nggak sadarkan diri. Nah, di situ kita juga kaget, panik,&amp;quot; ungkap Rafki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim kemudian berupaya membawa Ahmad Zaki ke posko medis dengan bantuan kendaraan warga. Sesampainya di posko kesehatan, tim medis langsung memberikan pertolongan.&#13;
&#13;
Rafki mengatakan upaya pertolongan dilakukan dengan tindakan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan Ahmad Zaki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah terus, alhamdulillah ada bantuan dari mobil warga di sana, bantu untuk mengantar ke posko kesehatan ke medis. Lalu sesampainya di medis, sama tim medis juga sudah dilakukan upaya untuk menyadarkan kembali. Itu kalau tidak salah sudah dilakukan CPR sebanyak tujuh kali siklus besar untuk pompa jantungnya. Tapi qadarullah almarhum tidak bisa diselamatkan. Memang sudah waktunya almarhum istirahat,&amp;quot; pungkas Rafki.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Duka menyelimuti dunia relawan kemanusiaan setelah Ahmad Zaki Ali, relawan sekaligus Founder Yayasan Gerak Bareng, meninggal dunia saat menjalankan misi kemanusiaan di wilayah Dampek, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Jumat (21/8/2026).&#13;
&#13;
Ahmad Zaki mengembuskan napas terakhir saat menjalankan tugas mendistribusikan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa NTT.&#13;
&#13;
Rekan sesama relawan dari Tim Hands Foundation, Muhammad Rafki Razif Kiransyah, mengenang Ahmad Zaki sebagai sosok yang memiliki semangat dan dedikasi tinggi terhadap kegiatan kemanusiaan.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski baru lima hari mengenal almarhum selama menjalankan misi di NTT, Rafki mengaku melihat langsung bagaimana Ahmad Zaki selalu memanfaatkan waktunya untuk membantu masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Selama lima hari sama beliau, beliau orangnya semangat terus, nggak pernah lelah buat terus ngisi waktunya buat kebaikan. Entah itu kita ada waktu buat penyaluran, kita penyaluran, kita ada waktu buat kunjungan ke sini, kita langsung kunjungan ke sini, kita ada waktu buat loading barang, kita loading barang,&amp;quot; ungkap Rafki saat diwawancarai iNews Media Group, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Rafki, Ahmad Zaki juga dikenal sebagai sosok yang hangat dan humoris. Di sela-sela aktivitas pendistribusian logistik, almarhum kerap mencairkan suasana dengan candaan untuk mengurangi kelelahan tim.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi memang semangat beliau untuk kemanusiaan itu sangat tinggi yang saya lihat. Terus juga beliau humoris, di waktu-waktu istirahat kita beliau selalu bercanda, sambil ngobrol sambil bercanda,&amp;quot; kenangnya.&#13;
&#13;
Namun, sikap tersebut berubah ketika tim menjalankan tugas pendistribusian bantuan. Ahmad Zaki disebut sangat serius dan tegas dalam memastikan bantuan sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tapi di waktunya penyaluran, beliau serius. Enggak bisa bercanda sama beliau kalau misalkan waktu penyaluran itu. Kalau misalkan kita ada bercanda atau ada yang salah atau apa, pasti kita kena tegur. Kalau misalkan lagi pendistribusian soal kemanusiaan, kita enggak bisa main-main kayak gitu,&amp;quot; tutur Rafki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sempat Istigfar di Dalam Mobil&#13;
&#13;
Rafki juga menceritakan detik-detik Ahmad Zaki kehilangan kesadaran sebelum akhirnya meninggal dunia.&#13;
&#13;
Saat itu, Rafki bersama Ahmad Zaki dan tim hendak mendistribusikan sekitar 30 paket bantuan ke Desa Satar Padut, Kabupaten Manggarai Timur. Keduanya berada dalam satu mobil.&#13;
&#13;
Setelah menyelesaikan penyaluran bantuan, rombongan memutar arah untuk melakukan asesmen kebutuhan masyarakat. Tidak jauh dari lokasi penyaluran terakhir, Ahmad Zaki tiba-tiba mengucapkan istigfar sebelum kehilangan kesadaran.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, nggak lama dari kita muter balik dari tempat penyaluran terakhir sekitar 5 meter, beliau sempat berhenti. Terus yang kedengeran sama kita di mobil itu beliau istigfar, &amp;#39;Astaghfirullah&amp;#39;, terus berhenti dan mulai nggak sadarkan diri. Nah, di situ kita juga kaget, panik,&amp;quot; ungkap Rafki.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tim kemudian berupaya membawa Ahmad Zaki ke posko medis dengan bantuan kendaraan warga. Sesampainya di posko kesehatan, tim medis langsung memberikan pertolongan.&#13;
&#13;
Rafki mengatakan upaya pertolongan dilakukan dengan tindakan resusitasi jantung paru (CPR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil menyelamatkan Ahmad Zaki.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah terus, alhamdulillah ada bantuan dari mobil warga di sana, bantu untuk mengantar ke posko kesehatan ke medis. Lalu sesampainya di medis, sama tim medis juga sudah dilakukan upaya untuk menyadarkan kembali. Itu kalau tidak salah sudah dilakukan CPR sebanyak tujuh kali siklus besar untuk pompa jantungnya. Tapi qadarullah almarhum tidak bisa diselamatkan. Memang sudah waktunya almarhum istirahat,&amp;quot; pungkas Rafki.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
