<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Catat 2.774 Hotspot di Kalbar, Luas Lahan Terbakar Capai 38.310 Hektare</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.774 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pemantauan satelit selama 24 jam. Jumlah tersebut mencakup hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, menengah, hingga rendah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237841/bnpb-catat-2-774-hotspot-di-kalbar-luas-lahan-terbakar-capai-38-310-hektare</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237841/bnpb-catat-2-774-hotspot-di-kalbar-luas-lahan-terbakar-capai-38-310-hektare"/><item><title>BNPB Catat 2.774 Hotspot di Kalbar, Luas Lahan Terbakar Capai 38.310 Hektare</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237841/bnpb-catat-2-774-hotspot-di-kalbar-luas-lahan-terbakar-capai-38-310-hektare</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237841/bnpb-catat-2-774-hotspot-di-kalbar-luas-lahan-terbakar-capai-38-310-hektare</guid><pubDate>Minggu 23 Agustus 2026 18:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237841/karhutla-QM6r_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi Karhutla di Kalimantan (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237841/karhutla-QM6r_large.jpg</image><title>Illustrasi Karhutla di Kalimantan (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.774 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pemantauan satelit selama 24 jam. Jumlah tersebut mencakup hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, menengah, hingga rendah.&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah satelit, yakni NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Situasi di Kalimantan Barat, pemantauan hotspot selama 24 jam berdasarkan satelit NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA, terdeteksi 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi, 2.420 kepercayaan menengah, dan 81 hotspot kepercayaan rendah,&amp;quot; kata Berton, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Berton menegaskan jumlah hotspot berdasarkan citra satelit masih perlu dikonfirmasi melalui pengecekan langsung di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, luas lahan yang terindikasi terbakar di Kalimantan Barat hingga 19 Agustus 2026 diperkirakan mencapai 38.310 hektare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Luas indikatif lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Barat per 19 Agustus tercatat 38.310 hektare,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
BNPB juga mencatat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Berton mengatakan BMKG memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 23-29 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Namun, potensi terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai selama periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026. Namun, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 2.774 titik panas atau hotspot terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat, berdasarkan pemantauan satelit selama 24 jam. Jumlah tersebut mencakup hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi, menengah, hingga rendah.&#13;
&#13;
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan mengatakan, pemantauan dilakukan menggunakan sejumlah satelit, yakni NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA.&#13;
&#13;
&amp;quot;Situasi di Kalimantan Barat, pemantauan hotspot selama 24 jam berdasarkan satelit NASA, NOAA-20, NASA SNPP, dan TERRA AQUA, terdeteksi 273 hotspot dengan kepercayaan tinggi, 2.420 kepercayaan menengah, dan 81 hotspot kepercayaan rendah,&amp;quot; kata Berton, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, Berton menegaskan jumlah hotspot berdasarkan citra satelit masih perlu dikonfirmasi melalui pengecekan langsung di lapangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Hasil citra satelit terjadi kenaikan jumlah hotspot dengan kepercayaan tingkat tinggi dibandingkan hari sebelumnya. Namun data hotspot perlu dikonfirmasi dari hasil peninjauan lapangan dan pemantauan patroli udara,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, luas lahan yang terindikasi terbakar di Kalimantan Barat hingga 19 Agustus 2026 diperkirakan mencapai 38.310 hektare.&#13;
&#13;
&amp;quot;Luas indikatif lahan terbakar di Provinsi Kalimantan Barat per 19 Agustus tercatat 38.310 hektare,&amp;quot; ucapnya.&#13;
&#13;
BNPB juga mencatat pelaksanaan operasi modifikasi cuaca (OMC) telah berlangsung pada 22-23 Agustus 2026 untuk meningkatkan potensi hujan di wilayah terdampak.&#13;
&#13;
Berton mengatakan BMKG memperkirakan adanya potensi hujan dengan intensitas ringan di sebagian wilayah Kalimantan Barat pada 23-29 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Namun, potensi terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai selama periode tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;BMKG memperkirakan potensi hujan dengan intensitas hujan ringan di sebagian Kalimantan Barat pada tanggal 23 sampai 29 Agustus 2026. Namun, potensi kemudahan terjadinya karhutla masih perlu diwaspadai pada periode 23 sampai 29 Agustus 2026,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
