<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>72 Tersangka Karhutla, Polisi Ungkap Alasan Pelaku Pilih Bakar Lahan</title><description>Polisi mengungkap alasan para pelaku melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia. Pembakaran dilakukan untuk mempermudah proses pembukaan lahan, sekaligus menekan biaya land clearing.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237846/72-tersangka-karhutla-polisi-ungkap-alasan-pelaku-pilih-bakar-lahan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237846/72-tersangka-karhutla-polisi-ungkap-alasan-pelaku-pilih-bakar-lahan"/><item><title>72 Tersangka Karhutla, Polisi Ungkap Alasan Pelaku Pilih Bakar Lahan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237846/72-tersangka-karhutla-polisi-ungkap-alasan-pelaku-pilih-bakar-lahan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/23/337/3237846/72-tersangka-karhutla-polisi-ungkap-alasan-pelaku-pilih-bakar-lahan</guid><pubDate>Minggu 23 Agustus 2026 19:30 WIB</pubDate><dc:creator>Ari Sandita Murti</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237846/tersangka_karhutla-Kh3Q_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Tersangka Karhutla (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237846/tersangka_karhutla-Kh3Q_large.jpg</image><title>Tersangka Karhutla (Foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polisi mengungkap alasan para pelaku melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia. Pembakaran dilakukan untuk mempermudah proses pembukaan lahan, sekaligus menekan biaya land clearing.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan, penggunaan alat untuk membersihkan lahan membutuhkan biaya besar, mulai dari sewa alat hingga bahan bakar minyak (BBM).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena untuk membersihkan, untuk dilakukan land clearing kan mahal kalau menggunakan alat, apalagi BBM mahal sekarang, menggunakan sewa alat mahal, paling mudah dibakar,&amp;quot; ujar Irhamni kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain lebih murah, menurut Irhamni, abu hasil pembakaran dianggap dapat menyuburkan tanah sehingga metode tersebut menjadi salah satu cara yang dipilih pelaku untuk membuka lahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasca pembakaran itu tanahnya menjadi lebih subur karena hasil pembakaran abu dan sebagainya itu bisa menjadi pupuk, makanya ini menjadi favorit untuk mereka melakukan modus seperti ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Irhamni mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan terhadap 72 tersangka kasus dugaan karhutla, sebagian besar pelaku mengaku sengaja membuka lahan dengan cara membakar.&#13;
&#13;
Pembukaan lahan tersebut dilakukan saat musim kemarau untuk kemudian dimanfaatkan sebagai area perkebunan ketika musim hujan tiba, termasuk untuk perkebunan sawit.&#13;
&#13;
&amp;quot;72 tersangka tersebut, sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan para saksi, memang kebanyakan mereka sengaja membuka lahan kemudian melakukan pembakaran,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, para pelaku telah melakukan penebangan terlebih dahulu sebelum membakar lahan. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka sudah tiga bulan atau empat bulan lalu, itu mereka sudah tebang,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Polisi juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk menebang lahan, seperti parang dan alat lainnya.&#13;
&#13;
Irhamni menyebut sebagian besar tersangka sementara mengaku melakukan pembakaran secara individu. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan kelompok maupun keterlibatan korporasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum, mengejar pelaku-pelaku, baik individu atau korporasi yang terlibat,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Polisi juga akan menelusuri transaksi keuangan para tersangka untuk mengetahui apakah pembiayaan pembakaran berasal dari pihak lain atau terdapat aliran dana dari korporasi yang memerintahkan aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar pengakuannya masih individu, tetapi akan kami lihat dari transaksi keuangannya, apakah biaya itu biaya pribadi atau ada aliran dari korporasi yang menyuruh atau memerintahkan mereka melakukan pembakaran,&amp;quot; pungkas Irhamni.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA &amp;ndash; Polisi mengungkap alasan para pelaku melakukan pembakaran hutan dan lahan (karhutla), di sejumlah wilayah Indonesia. Pembakaran dilakukan untuk mempermudah proses pembukaan lahan, sekaligus menekan biaya land clearing.&#13;
&#13;
Direktur Tindak Pidana Tertentu (Dirtipidter) Bareskrim Polri, Brigjen Pol Mohammad Irhamni mengatakan, penggunaan alat untuk membersihkan lahan membutuhkan biaya besar, mulai dari sewa alat hingga bahan bakar minyak (BBM).&#13;
&#13;
&amp;quot;Karena untuk membersihkan, untuk dilakukan land clearing kan mahal kalau menggunakan alat, apalagi BBM mahal sekarang, menggunakan sewa alat mahal, paling mudah dibakar,&amp;quot; ujar Irhamni kepada wartawan, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Selain lebih murah, menurut Irhamni, abu hasil pembakaran dianggap dapat menyuburkan tanah sehingga metode tersebut menjadi salah satu cara yang dipilih pelaku untuk membuka lahan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pasca pembakaran itu tanahnya menjadi lebih subur karena hasil pembakaran abu dan sebagainya itu bisa menjadi pupuk, makanya ini menjadi favorit untuk mereka melakukan modus seperti ini,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Irhamni mengatakan, berdasarkan hasil penyidikan terhadap 72 tersangka kasus dugaan karhutla, sebagian besar pelaku mengaku sengaja membuka lahan dengan cara membakar.&#13;
&#13;
Pembukaan lahan tersebut dilakukan saat musim kemarau untuk kemudian dimanfaatkan sebagai area perkebunan ketika musim hujan tiba, termasuk untuk perkebunan sawit.&#13;
&#13;
&amp;quot;72 tersangka tersebut, sesuai hasil pemeriksaan tersangka dan para saksi, memang kebanyakan mereka sengaja membuka lahan kemudian melakukan pembakaran,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurutnya, para pelaku telah melakukan penebangan terlebih dahulu sebelum membakar lahan. Aktivitas tersebut ditemukan di sejumlah wilayah, termasuk Riau, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Tengah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Mereka sudah tiga bulan atau empat bulan lalu, itu mereka sudah tebang,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Polisi juga menemukan sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk menebang lahan, seperti parang dan alat lainnya.&#13;
&#13;
Irhamni menyebut sebagian besar tersangka sementara mengaku melakukan pembakaran secara individu. Namun, polisi masih mendalami kemungkinan adanya jaringan kelompok maupun keterlibatan korporasi.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berkomitmen melakukan penegakan hukum, mengejar pelaku-pelaku, baik individu atau korporasi yang terlibat,&amp;quot; tegasnya.&#13;
&#13;
Polisi juga akan menelusuri transaksi keuangan para tersangka untuk mengetahui apakah pembiayaan pembakaran berasal dari pihak lain atau terdapat aliran dana dari korporasi yang memerintahkan aksi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar pengakuannya masih individu, tetapi akan kami lihat dari transaksi keuangannya, apakah biaya itu biaya pribadi atau ada aliran dari korporasi yang menyuruh atau memerintahkan mereka melakukan pembakaran,&amp;quot; pungkas Irhamni.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
