<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gempa NTT, Kemenag Salurkan Ribuan School Kit dan 16 Ruang Belajar untuk Madrasah</title><description>Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan puluhan orang meninggal.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/340/3237778/gempa-ntt-kemenag-salurkan-ribuan-school-kit-dan-16-ruang-belajar-untuk-madrasah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/23/340/3237778/gempa-ntt-kemenag-salurkan-ribuan-school-kit-dan-16-ruang-belajar-untuk-madrasah"/><item><title>Gempa NTT, Kemenag Salurkan Ribuan School Kit dan 16 Ruang Belajar untuk Madrasah</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/23/340/3237778/gempa-ntt-kemenag-salurkan-ribuan-school-kit-dan-16-ruang-belajar-untuk-madrasah</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/23/340/3237778/gempa-ntt-kemenag-salurkan-ribuan-school-kit-dan-16-ruang-belajar-untuk-madrasah</guid><pubDate>Minggu 23 Agustus 2026 11:22 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/23/340/3237778/pemerintah-1uS7_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kemenag Salurkan Ribuan School Kit dan 16 Ruang Belajar untuk Madrasah</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/23/340/3237778/pemerintah-1uS7_large.jpg</image><title>Kemenag Salurkan Ribuan School Kit dan 16 Ruang Belajar untuk Madrasah</title></images><description>JAKARTA - &amp;nbsp;Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan puluhan orang meninggal. Gempa juga menyebabkan rusaknya fasilitas umum termasuk sekolah.&#13;
&#13;
Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space (TLS) bagi madrasah terdampak bencana gempa Flores di NTT.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak, sekaligus memberikan dukungan kepada madrasah yang terdampak,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data sementara menunjukkan ada 72 madrasah yang terdampak bencana. Untuk tahap awal, bantuan disalurkan kepada 15 madrasah dengan kondisi kerusakan terparah.&#13;
&#13;
Sebanyak 16 TLS disiapkan sebagai ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Sementara 1.000 school kit disalurkan untuk mendukung kebutuhan belajar peserta didik yang terdampak.&#13;
&#13;
Suyitno mengatakan, dukungan terhadap madrasah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah bencana.&#13;
&#13;
Dikatakannya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pembelajaran secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin memastikan madrasah yang terdampak tetap mendapatkan dukungan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan pemetaan kebutuhan madrasah terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan pendidikan di NTT.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Sekaligus memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan bagi peserta didik di wilayah terdampak,&amp;rsquo;&amp;rsquo;pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - &amp;nbsp;Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengakibatkan puluhan orang meninggal. Gempa juga menyebabkan rusaknya fasilitas umum termasuk sekolah.&#13;
&#13;
Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space (TLS) bagi madrasah terdampak bencana gempa Flores di NTT.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bencana tidak boleh menjadi alasan bagi anak-anak untuk kehilangan haknya mendapatkan pendidikan,&amp;rsquo;&amp;rsquo; ujar Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Pemerintah harus hadir memastikan mereka tetap dapat belajar dengan aman dan layak, sekaligus memberikan dukungan kepada madrasah yang terdampak,&amp;rdquo; lanjutnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Data sementara menunjukkan ada 72 madrasah yang terdampak bencana. Untuk tahap awal, bantuan disalurkan kepada 15 madrasah dengan kondisi kerusakan terparah.&#13;
&#13;
Sebanyak 16 TLS disiapkan sebagai ruang belajar sementara agar kegiatan pembelajaran tetap berlangsung. Sementara 1.000 school kit disalurkan untuk mendukung kebutuhan belajar peserta didik yang terdampak.&#13;
&#13;
Suyitno mengatakan, dukungan terhadap madrasah terdampak merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mempercepat pemulihan layanan pendidikan di wilayah bencana.&#13;
&#13;
Dikatakannya, bantuan yang diberikan diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pembelajaran secara bertahap.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita ingin memastikan madrasah yang terdampak tetap mendapatkan dukungan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pembelajaran. Bantuan ini diharapkan dapat membantu madrasah dan peserta didik kembali menjalankan aktivitas pendidikan secara bertahap,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Pemerintah akan terus melakukan koordinasi dan pemetaan kebutuhan madrasah terdampak bencana sebagai bagian dari upaya mempercepat pemulihan layanan pendidikan di NTT.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Sekaligus memastikan proses pembelajaran dapat berlangsung secara berkelanjutan bagi peserta didik di wilayah terdampak,&amp;rsquo;&amp;rsquo;pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
