<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Belum Bisa Dilakukan, Ini Alasannya</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat dilakukan. Pasalnya, belum terdapat pertumbuhan awan yang dapat menjadi target penyemaian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237856/operasi-modifikasi-cuaca-di-kalsel-belum-bisa-dilakukan-ini-alasannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237856/operasi-modifikasi-cuaca-di-kalsel-belum-bisa-dilakukan-ini-alasannya"/><item><title>Operasi Modifikasi Cuaca di Kalsel Belum Bisa Dilakukan, Ini Alasannya</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237856/operasi-modifikasi-cuaca-di-kalsel-belum-bisa-dilakukan-ini-alasannya</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237856/operasi-modifikasi-cuaca-di-kalsel-belum-bisa-dilakukan-ini-alasannya</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2026 03:10 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237856/berton-waPm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan (foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/23/337/3237856/berton-waPm_large.jpg</image><title>Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan (foto: Okezone)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat dilakukan. Pasalnya, belum terdapat pertumbuhan awan yang dapat menjadi target penyemaian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan,&amp;quot; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
Padahal, hujan hasil modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang diandalkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel. Kondisi ini menjadi penting karena sumber air di sejumlah lokasi terbatas akibat musim kemarau.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca dan hujan salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam penanganan karhutla, satgas darat mengerahkan sekitar 9.800 personel. Sementara data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton mengatakan kondisi karhutla di Kalsel saat ini masih terkendali. Satgas darat terus melakukan penanganan selama 24 jam, khususnya di wilayah yang menjadi prioritas atau ring 1, yakni Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Barito Kuala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini situasi di Kalimantan Selatan terkendali, satgas darat bekerja 24 jam. Wilayah ring 1 di mana di Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Meski sejumlah titik karhutla telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan, api kembali muncul dalam beberapa hari berikutnya. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pembasahan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Kalimantan Selatan (Kalsel) belum dapat dilakukan. Pasalnya, belum terdapat pertumbuhan awan yang dapat menjadi target penyemaian.&#13;
&#13;
&amp;quot;Untuk OMC belum bisa dilakukan karena belum ada pertumbuhan awan,&amp;quot; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
Padahal, hujan hasil modifikasi cuaca menjadi salah satu upaya yang diandalkan untuk membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalsel. Kondisi ini menjadi penting karena sumber air di sejumlah lokasi terbatas akibat musim kemarau.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebagian besar titik karhutla berada di lahan gambut sehingga sulit untuk dipadamkan. Operasi modifikasi cuaca dan hujan salah satu faktor utama untuk dapat memadamkan lahan terbakar,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam penanganan karhutla, satgas darat mengerahkan sekitar 9.800 personel. Sementara data sementara menunjukkan luas lahan yang terbakar mencapai 8.620 hektare.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berton mengatakan kondisi karhutla di Kalsel saat ini masih terkendali. Satgas darat terus melakukan penanganan selama 24 jam, khususnya di wilayah yang menjadi prioritas atau ring 1, yakni Kabupaten Banjar, Banjarbaru, dan Barito Kuala.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saat ini situasi di Kalimantan Selatan terkendali, satgas darat bekerja 24 jam. Wilayah ring 1 di mana di Kabupaten Banjarbaru, Banjar, Barito Kuala,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Meski sejumlah titik karhutla telah berhasil dipadamkan dan dilakukan pembasahan, api kembali muncul dalam beberapa hari berikutnya. Kondisi tersebut membuat upaya pemadaman dan pembasahan terus dilakukan untuk mencegah api kembali meluas.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
