<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Viral Distribusi Bantuan Gempa di Manggarai Timur, Ini Respons Kepala BNPB</title><description>Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh unsur pemerintahan dan aparat yang terlibat dalam penanganan bencana untuk terus mengedepankan etika, kesabaran, profesionalisme, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237893/viral-distribusi-bantuan-gempa-di-manggarai-timur-ini-respons-kepala-bnpb</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237893/viral-distribusi-bantuan-gempa-di-manggarai-timur-ini-respons-kepala-bnpb"/><item><title>Viral Distribusi Bantuan Gempa di Manggarai Timur, Ini Respons Kepala BNPB</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237893/viral-distribusi-bantuan-gempa-di-manggarai-timur-ini-respons-kepala-bnpb</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3237893/viral-distribusi-bantuan-gempa-di-manggarai-timur-ini-respons-kepala-bnpb</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2026 07:29 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3237893/kepala_bnpb_suharyanto-LiRy_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kepala BNPB Suharyanto  (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3237893/kepala_bnpb_suharyanto-LiRy_large.jpg</image><title>Kepala BNPB Suharyanto  (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh unsur pemerintahan dan aparat yang terlibat dalam penanganan bencana untuk terus mengedepankan etika, kesabaran, profesionalisme, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya video viral terkait proses koordinasi dan pendistribusian bantuan logistik di Kabupaten Manggarai Timur.&#13;
&#13;
Suharyanto menyampaikan, bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan saling pengertian antarpihak. Dalam situasi darurat yang penuh tekanan, setiap unsur yang terlibat diharapkan tetap mampu menjaga tata krama kedinasan dan etika komunikasi, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka, sejuk, dan konstruktif.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Suharyanto, ASN, TNI, Polri, relawan, maupun seluruh unsur pelayanan publik memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.&#13;
&#13;
Karena itu, perbedaan pandangan atau kendala teknis yang muncul dalam proses penanganan hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, bukan menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam situasi bencana, kita semua sedang bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Kalau ada persoalan di lapangan, kita selesaikan bersama dengan komunikasi yang baik,&amp;rdquo; ujar Suharyanto, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait distribusi logistik, BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat terus bergerak secara bertahap dan disalurkan berdasarkan kebutuhan serta hasil pendataan di lapangan.&#13;
&#13;
Bantuan tersebut mencakup dukungan awal pemerintah pusat, termasuk bantuan yang telah diarahkan Presiden untuk mendukung percepatan penanganan dampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
Kepala BNPB menjelaskan, bahwa distribusi bantuan dalam skala besar membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan dan pengiriman dari pusat, penerimaan di pos pendukung, pemilahan sesuai kebutuhan, hingga penyaluran melalui pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
Mekanisme tersebut diperlukan agar bantuan dapat dikelola secara tertib dan tepat sasaran, serta menjangkau wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah dengan akses yang lebih sulit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bantuan terus berjalan. Distribusinya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak memahami alurnya dan bersama-sama memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
BNPB juga menjadikan berbagai dinamika yang muncul selama proses distribusi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh unsur pendukung penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penguatan komunikasi di tingkat lapangan dinilai penting agar informasi mengenai ketersediaan, kebutuhan, dan mekanisme distribusi dapat dipahami secara utuh oleh seluruh pihak.&#13;
&#13;
Ke depan, BNPB akan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah sekaligus memperkuat pemahaman bersama mengenai tata kelola logistik kebencanaan.&#13;
&#13;
Dengan koordinasi yang semakin baik, proses distribusi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, teratur, transparan, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.&#13;
&#13;
Suharyanto menegaskan, bahwa penanganan gempa Flores tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah pusat dan daerah, bersama TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta masyarakat harus bergerak dalam satu semangat untuk mempercepat pemulihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bencana ini adalah ujian bagi kita semua untuk semakin memperkuat gotong royong. Mari kita fokus pada kebutuhan masyarakat, saling membantu, dan memperkuat koordinasi. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis penanganan darurat dan proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan semakin cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto mengimbau seluruh unsur pemerintahan dan aparat yang terlibat dalam penanganan bencana untuk terus mengedepankan etika, kesabaran, profesionalisme, serta semangat kebersamaan dalam menjalankan tugas kemanusiaan di lapangan.&#13;
&#13;
Pernyataan itu disampaikan menyusul adanya video viral terkait proses koordinasi dan pendistribusian bantuan logistik di Kabupaten Manggarai Timur.&#13;
&#13;
Suharyanto menyampaikan, bahwa penanganan bencana merupakan kerja bersama yang membutuhkan komunikasi, koordinasi, dan saling pengertian antarpihak. Dalam situasi darurat yang penuh tekanan, setiap unsur yang terlibat diharapkan tetap mampu menjaga tata krama kedinasan dan etika komunikasi, sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diselesaikan melalui dialog yang terbuka, sejuk, dan konstruktif.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Suharyanto, ASN, TNI, Polri, relawan, maupun seluruh unsur pelayanan publik memiliki tanggung jawab yang sama untuk memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.&#13;
&#13;
Karena itu, perbedaan pandangan atau kendala teknis yang muncul dalam proses penanganan hendaknya menjadi ruang untuk memperkuat koordinasi, bukan menjadi hambatan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dalam situasi bencana, kita semua sedang bekerja untuk masyarakat. Karena itu, mari kita jaga etika, komunikasi, dan sikap saling menghormati. Kalau ada persoalan di lapangan, kita selesaikan bersama dengan komunikasi yang baik,&amp;rdquo; ujar Suharyanto, Minggu (23/8/2026).&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Terkait distribusi logistik, BNPB memastikan dukungan pemerintah pusat terus bergerak secara bertahap dan disalurkan berdasarkan kebutuhan serta hasil pendataan di lapangan.&#13;
&#13;
Bantuan tersebut mencakup dukungan awal pemerintah pusat, termasuk bantuan yang telah diarahkan Presiden untuk mendukung percepatan penanganan dampak gempa di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).&#13;
&#13;
Kepala BNPB menjelaskan, bahwa distribusi bantuan dalam skala besar membutuhkan sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan dan pengiriman dari pusat, penerimaan di pos pendukung, pemilahan sesuai kebutuhan, hingga penyaluran melalui pemerintah daerah kepada masyarakat terdampak.&#13;
&#13;
Mekanisme tersebut diperlukan agar bantuan dapat dikelola secara tertib dan tepat sasaran, serta menjangkau wilayah yang membutuhkan, termasuk daerah-daerah dengan akses yang lebih sulit.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bantuan terus berjalan. Distribusinya dilakukan secara bertahap dan disesuaikan dengan kebutuhan di masing-masing wilayah. Yang terpenting adalah bagaimana seluruh pihak memahami alurnya dan bersama-sama memastikan bantuan sampai kepada masyarakat,&amp;rdquo; ujarnya.&#13;
&#13;
BNPB juga menjadikan berbagai dinamika yang muncul selama proses distribusi sebagai bahan evaluasi untuk memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, BPBD, serta seluruh unsur pendukung penanganan bencana.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Penguatan komunikasi di tingkat lapangan dinilai penting agar informasi mengenai ketersediaan, kebutuhan, dan mekanisme distribusi dapat dipahami secara utuh oleh seluruh pihak.&#13;
&#13;
Ke depan, BNPB akan terus melakukan pendampingan kepada pemerintah daerah sekaligus memperkuat pemahaman bersama mengenai tata kelola logistik kebencanaan.&#13;
&#13;
Dengan koordinasi yang semakin baik, proses distribusi diharapkan dapat berlangsung lebih cepat, teratur, transparan, dan tetap mengedepankan pendekatan yang humanis.&#13;
&#13;
Suharyanto menegaskan, bahwa penanganan gempa Flores tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah pusat dan daerah, bersama TNI, Polri, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, relawan, serta masyarakat harus bergerak dalam satu semangat untuk mempercepat pemulihan.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bencana ini adalah ujian bagi kita semua untuk semakin memperkuat gotong royong. Mari kita fokus pada kebutuhan masyarakat, saling membantu, dan memperkuat koordinasi. Dengan sinergi yang baik, kita optimistis penanganan darurat dan proses pemulihan masyarakat terdampak dapat berjalan semakin cepat,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
