<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Roy Suryo Ungkap Nomor WA Sayembara Ijazah Gibran Diduga Diambil Alih, Hadiah Tembus Rp3,6 Miliar</title><description>Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, mengungkap dugaan pengambilalihan nomor WhatsApp (WA) yang digunakan untuk sayembara menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Akibat kejadian itu, penyelenggara mengganti nomor kontak yang digunakan untuk menerima partisipasi masyarakat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238040/roy-suryo-ungkap-nomor-wa-sayembara-ijazah-gibran-diduga-diambil-alih-hadiah-tembus-rp3-6-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238040/roy-suryo-ungkap-nomor-wa-sayembara-ijazah-gibran-diduga-diambil-alih-hadiah-tembus-rp3-6-miliar"/><item><title>Roy Suryo Ungkap Nomor WA Sayembara Ijazah Gibran Diduga Diambil Alih, Hadiah Tembus Rp3,6 Miliar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238040/roy-suryo-ungkap-nomor-wa-sayembara-ijazah-gibran-diduga-diambil-alih-hadiah-tembus-rp3-6-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238040/roy-suryo-ungkap-nomor-wa-sayembara-ijazah-gibran-diduga-diambil-alih-hadiah-tembus-rp3-6-miliar</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2026 20:09 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3238040/roy_suryo-BJ70_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Roy Suryo (Foto: Tangkapan layar iNews TV) </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3238040/roy_suryo-BJ70_large.jpg</image><title>Roy Suryo (Foto: Tangkapan layar iNews TV) </title></images><description>JAKARTA - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, mengungkap dugaan pengambilalihan nomor WhatsApp (WA) yang digunakan untuk sayembara menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Akibat kejadian itu, penyelenggara mengganti nomor kontak yang digunakan untuk menerima partisipasi masyarakat.&#13;
&#13;
Dalam program Rakyat Bersuara iNews bertajuk Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Senin (24/8/2026), Roy menjelaskan nomor WhatsApp tersebut kemungkinan bukan diblokir melalui mekanisme pelaporan, melainkan diambil alih pihak lain yang berhasil mengakses akun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan bukan. Ini bukan report. Ini nomor WA-nya diambil. Disabot istilahnya,&amp;quot; kata Roy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Roy, WhatsApp sebenarnya telah memiliki sistem keamanan berlapis. Namun, penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa akun dapat menjadi celah yang dimanfaatkan pihak lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang kita tuh agak nggak cermat untuk menyimpan password. Misalnya password untuk email, password untuk WA, itu kadang kita simpan dengan password yang sama. Nah jadi ditebak sama orang sehingga nomor itu diambil,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Roy menambahkan, pengambilalihan akun dapat terjadi ketika pemilik lengah sehingga akses ke nomor tersebut berpindah tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Diambil alih. Sehingga kadang-kadang itu mengambil alihnya tengah malam atau apa sehingga pas kita nggak itu memang bahaya maka sekali lagi hati-hati,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sementara pakar hukum tata negara Denny Indrayana mengungkapkan nomor WhatsApp yang sebelumnya digunakan panitia memang sudah tidak bisa diakses. Karena itu, panitia membeli kartu baru untuk melanjutkan komunikasi terkait sayembara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya nggak tau, tiba-tiba kami tidak bisa mengakses nomor WA itu dan HP-nya juga tidak bisa digunakan entah kenapa. Jadi kami harus membeli nomor baru di HP yang juga baru,&amp;quot; kata Denny.&#13;
&#13;
Denny juga mengungkap nilai hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran telah mencapai Rp3.664.652.207 atau Rp3,6 miliar hingga Senin 24 Agustus 2026 sore.&#13;
&#13;
&amp;quot;Per malam ini pukul 18 tadi, saya minta di-update, angka hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran adalah Rp3.664.652.207,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Denny, angka tersebut merupakan akumulasi komitmen dari 176 peserta yang terdaftar sejak sayembara dibuka pada 9 Agustus 2026. Ia menegaskan panitia tidak mengumpulkan uang dari peserta, melainkan hanya mencatat komitmen kontribusi yang akan diberikan apabila ada pihak yang berhasil menunjukkan ijazah yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak ada pengumpulan dana. Kita baru mendata dulu kecuali nanti ada pemenangnya yang komitmen ya memang harus memberikan dana yang dia janjikan,&amp;quot; kata Denny.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden RI ke-7 Joko Widodo (Jokowi), Roy Suryo, mengungkap dugaan pengambilalihan nomor WhatsApp (WA) yang digunakan untuk sayembara menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Akibat kejadian itu, penyelenggara mengganti nomor kontak yang digunakan untuk menerima partisipasi masyarakat.&#13;
&#13;
Dalam program Rakyat Bersuara iNews bertajuk Dari Ijazah Jokowi ke Sayembara Gibran, Senin (24/8/2026), Roy menjelaskan nomor WhatsApp tersebut kemungkinan bukan diblokir melalui mekanisme pelaporan, melainkan diambil alih pihak lain yang berhasil mengakses akun.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bukan bukan. Ini bukan report. Ini nomor WA-nya diambil. Disabot istilahnya,&amp;quot; kata Roy.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurut Roy, WhatsApp sebenarnya telah memiliki sistem keamanan berlapis. Namun, penggunaan kata sandi yang sama untuk beberapa akun dapat menjadi celah yang dimanfaatkan pihak lain.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kadang-kadang kita tuh agak nggak cermat untuk menyimpan password. Misalnya password untuk email, password untuk WA, itu kadang kita simpan dengan password yang sama. Nah jadi ditebak sama orang sehingga nomor itu diambil,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Roy menambahkan, pengambilalihan akun dapat terjadi ketika pemilik lengah sehingga akses ke nomor tersebut berpindah tangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Diambil alih. Sehingga kadang-kadang itu mengambil alihnya tengah malam atau apa sehingga pas kita nggak itu memang bahaya maka sekali lagi hati-hati,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Sementara pakar hukum tata negara Denny Indrayana mengungkapkan nomor WhatsApp yang sebelumnya digunakan panitia memang sudah tidak bisa diakses. Karena itu, panitia membeli kartu baru untuk melanjutkan komunikasi terkait sayembara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ya nggak tau, tiba-tiba kami tidak bisa mengakses nomor WA itu dan HP-nya juga tidak bisa digunakan entah kenapa. Jadi kami harus membeli nomor baru di HP yang juga baru,&amp;quot; kata Denny.&#13;
&#13;
Denny juga mengungkap nilai hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran telah mencapai Rp3.664.652.207 atau Rp3,6 miliar hingga Senin 24 Agustus 2026 sore.&#13;
&#13;
&amp;quot;Per malam ini pukul 18 tadi, saya minta di-update, angka hadiah sayembara untuk menunjukkan ijazah SMA atau sederajat Gibran adalah Rp3.664.652.207,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Menurut Denny, angka tersebut merupakan akumulasi komitmen dari 176 peserta yang terdaftar sejak sayembara dibuka pada 9 Agustus 2026. Ia menegaskan panitia tidak mengumpulkan uang dari peserta, melainkan hanya mencatat komitmen kontribusi yang akan diberikan apabila ada pihak yang berhasil menunjukkan ijazah yang dimaksud.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi tidak ada pengumpulan dana. Kita baru mendata dulu kecuali nanti ada pemenangnya yang komitmen ya memang harus memberikan dana yang dia janjikan,&amp;quot; kata Denny.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
