<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Aliansi Masyarakat Pati Tepis Kabar Aktivisnya Dijemput Paksa Polisi</title><description>Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, membantah aktivis Suparyono alias Pati telah dijemput paksa oleh polisi. Ia menerangkan, kedatangan polisi hanya untuk mengambil surat pemberitahuan kegiatan diskusi AMPB di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238068/aliansi-masyarakat-pati-tepis-kabar-aktivisnya-dijemput-paksa-polisi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238068/aliansi-masyarakat-pati-tepis-kabar-aktivisnya-dijemput-paksa-polisi"/><item><title>Aliansi Masyarakat Pati Tepis Kabar Aktivisnya Dijemput Paksa Polisi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238068/aliansi-masyarakat-pati-tepis-kabar-aktivisnya-dijemput-paksa-polisi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/24/337/3238068/aliansi-masyarakat-pati-tepis-kabar-aktivisnya-dijemput-paksa-polisi</guid><pubDate>Senin 24 Agustus 2026 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3238068/demo-6Uto_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Aliansi Masyarakat Pati tepis kabar aktivisnya dijemput paksa polisi (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/24/337/3238068/demo-6Uto_large.jpg</image><title>Aliansi Masyarakat Pati tepis kabar aktivisnya dijemput paksa polisi (Foto: Achmad Al Fiqri/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, membantah aktivis Suparyono alias Pati telah dijemput paksa oleh polisi. Ia menerangkan, kedatangan polisi hanya untuk mengambil surat pemberitahuan kegiatan diskusi AMPB di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oke, bukan dijemput ya. Sebenarnya tadi kita ingin mengantar surat pemberitahuan kegiatan kita diskusi hari ini,&amp;quot; kata Vander di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, narasi &amp;quot;jemput paksa&amp;quot; itu muncul lantaran masyarakat punya trauma ya dengan kinerja kepolisian. &amp;quot;Sehingga masyarakat seakan-akan menahan kami dan menjaga kami, karena khawatir ada kriminalisasi mungkin yang bisa terjadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Vander bersyukur warga Jakarta bisa melindungi para aktivis AMPB yang hendak menggelar unjuk rasa di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen pada Kamis, 27 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Vander menegaskan kedatangan polisi itu bukan untuk menjemput Botok, melainkan untuk mengambil surat pemberitahuan. Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa mengantar surat tersebut ke kantor polisi lantaran tak ada kendaraan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita tadi kan nggak ada kendaraan, bus kita kan rusak. Jadi kita sebenarnya minta tolong. Nah karena mereka juga mau bersedia, tapi kan masyarakat ini banyak yang antusias, dan kita agak susah menjelaskan satu-satu. Akhirnya ya kita ambil sikap, kita tunda dulu sementara untuk mengantarkan,&amp;quot; ucap Vander.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Tim Advokasi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB), Vander, membantah aktivis Suparyono alias Pati telah dijemput paksa oleh polisi. Ia menerangkan, kedatangan polisi hanya untuk mengambil surat pemberitahuan kegiatan diskusi AMPB di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat.&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&amp;quot;Oke, bukan dijemput ya. Sebenarnya tadi kita ingin mengantar surat pemberitahuan kegiatan kita diskusi hari ini,&amp;quot; kata Vander di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (24/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, narasi &amp;quot;jemput paksa&amp;quot; itu muncul lantaran masyarakat punya trauma ya dengan kinerja kepolisian. &amp;quot;Sehingga masyarakat seakan-akan menahan kami dan menjaga kami, karena khawatir ada kriminalisasi mungkin yang bisa terjadi,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Vander bersyukur warga Jakarta bisa melindungi para aktivis AMPB yang hendak menggelar unjuk rasa di depan Gerbang Utama Kompleks Parlemen pada Kamis, 27 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Kendati demikian, Vander menegaskan kedatangan polisi itu bukan untuk menjemput Botok, melainkan untuk mengambil surat pemberitahuan. Ia menjelaskan, pihaknya tak bisa mengantar surat tersebut ke kantor polisi lantaran tak ada kendaraan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita tadi kan nggak ada kendaraan, bus kita kan rusak. Jadi kita sebenarnya minta tolong. Nah karena mereka juga mau bersedia, tapi kan masyarakat ini banyak yang antusias, dan kita agak susah menjelaskan satu-satu. Akhirnya ya kita ambil sikap, kita tunda dulu sementara untuk mengantarkan,&amp;quot; ucap Vander.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
