<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Gunungan Sampah TPA Runtuh Timpa Rumah Warga, 30 Orang Meninggal</title><description>Setidaknya 18 jenazah telah dievakuasi dari lokasi kejadian.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/25/18/3238113/gunungan-sampah-tpa-runtuh-timpa-rumah-warga-30-orang-meninggal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/25/18/3238113/gunungan-sampah-tpa-runtuh-timpa-rumah-warga-30-orang-meninggal"/><item><title>Gunungan Sampah TPA Runtuh Timpa Rumah Warga, 30 Orang Meninggal</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/25/18/3238113/gunungan-sampah-tpa-runtuh-timpa-rumah-warga-30-orang-meninggal</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/25/18/3238113/gunungan-sampah-tpa-runtuh-timpa-rumah-warga-30-orang-meninggal</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2026 12:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/25/18/3238113/ilustrasi-E758_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/25/18/3238113/ilustrasi-E758_large.jpg</image><title>Ilustrasi. </title></images><description>CONAKRY - Setidaknya 30 orang tewas ketika tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) runtuh menimpa rumah-rumah warga di ibu kota Guinea, Conakry. Insiden itu diduga terjadi akibat hujan lebat yang terus mengguyur lokasi, demikian menurut pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
Enam orang lainnya mengalami luka parah dalam insiden yang terjadi pada Minggu (23/8/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat di kawasan Dar-es-Salam, Distrik Gbessia, di pinggiran ibu kota, menurut pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih tertimbun, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah,&amp;quot; tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Amadou Oury Bah mengunjungi lokasi kecelakaan maut tersebut, di mana alat berat ekskavator dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di area TPA yang runtuh, disaksikan oleh kerumunan warga.&#13;
&#13;
Langkah-langkah telah diambil &amp;quot;untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka&amp;quot; dan &amp;quot;memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini&amp;quot;, demikian bunyi pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
Sebuah Tragedi&#13;
&#13;
Sebelum jumlah korban resmi diumumkan, tokoh masyarakat setempat, Lancine Sylla, sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak orang tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Salah satu tokoh oposisi utama Guinea, mantan perdana menteri Cellou Dalein Diallo&amp;mdash;yang saat ini berada di pengasingan di luar negeri&amp;mdash;menyebut kecelakaan itu sebagai &amp;quot;tragedi yang membuat kita sangat terpukul&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan TPA tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus,&amp;quot; tulisnya di Facebook.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, secara transparan, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan,&amp;quot; tambahnya dalam pernyataan yang diunggah sebelum jumlah korban jiwa dirilis.&#13;
&#13;
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah memerintahkan pengosongan permukiman di sekitar lokasi tersebut karena adanya kekhawatiran akan risiko keruntuhan.&#13;
&#13;
Guinea dipimpin oleh Jenderal Mamadi Doumbouya, yang berkuasa melalui kudeta pada tahun 2021 sebelum terpilih sebagai presiden pada bulan Desember 2025.&#13;
</description><content:encoded>CONAKRY - Setidaknya 30 orang tewas ketika tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir (TPA) runtuh menimpa rumah-rumah warga di ibu kota Guinea, Conakry. Insiden itu diduga terjadi akibat hujan lebat yang terus mengguyur lokasi, demikian menurut pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
Enam orang lainnya mengalami luka parah dalam insiden yang terjadi pada Minggu (23/8/2026) pukul 02.00 dini hari waktu setempat di kawasan Dar-es-Salam, Distrik Gbessia, di pinggiran ibu kota, menurut pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sumber daya manusia dan peralatan yang signifikan telah dikerahkan untuk mencari orang-orang yang mungkin masih tertimbun, menyelamatkan para korban, dan mengevakuasi jenazah,&amp;quot; tambah pernyataan tersebut, sebagaimana dilansir AFP.&#13;
&#13;
Perdana Menteri Amadou Oury Bah mengunjungi lokasi kecelakaan maut tersebut, di mana alat berat ekskavator dikerahkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan di area TPA yang runtuh, disaksikan oleh kerumunan warga.&#13;
&#13;
Langkah-langkah telah diambil &amp;quot;untuk memastikan perawatan medis bagi korban luka&amp;quot; dan &amp;quot;memberikan bantuan bagi mereka yang terdampak tragedi ini&amp;quot;, demikian bunyi pernyataan pemerintah.&#13;
&#13;
Sebuah Tragedi&#13;
&#13;
Sebelum jumlah korban resmi diumumkan, tokoh masyarakat setempat, Lancine Sylla, sempat menyatakan kekhawatirannya bahwa banyak orang tewas akibat runtuhnya tumpukan sampah tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami telah mengevakuasi 18 jenazah yang kemudian dibawa ke kamar jenazah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Salah satu tokoh oposisi utama Guinea, mantan perdana menteri Cellou Dalein Diallo&amp;mdash;yang saat ini berada di pengasingan di luar negeri&amp;mdash;menyebut kecelakaan itu sebagai &amp;quot;tragedi yang membuat kita sangat terpukul&amp;quot;.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tragedi ini semakin memprihatinkan karena penutupan TPA tersebut sebenarnya telah dijadwalkan pada hari Minggu ini, 23 Agustus,&amp;quot; tulisnya di Facebook.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Kini giliran pihak berwenang yang berwenang untuk mengungkap, secara transparan, situasi yang menyebabkan bencana ini dan mengambil kesimpulan yang diperlukan,&amp;quot; tambahnya dalam pernyataan yang diunggah sebelum jumlah korban jiwa dirilis.&#13;
&#13;
Dalam beberapa hari terakhir, pemerintah telah memerintahkan pengosongan permukiman di sekitar lokasi tersebut karena adanya kekhawatiran akan risiko keruntuhan.&#13;
&#13;
Guinea dipimpin oleh Jenderal Mamadi Doumbouya, yang berkuasa melalui kudeta pada tahun 2021 sebelum terpilih sebagai presiden pada bulan Desember 2025.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
