<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Di Depan Jokowi, Ketum Projo Lempar Wacana &amp;quot;Percepatan Politik&amp;quot; Sebelum 2029</title><description>Budi memaparkan bahwa dinamika politik berpotensi memicu percepatan skenario di luar pemilu lima tahunan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/25/337/3238124/di-depan-jokowi-ketum-projo-lempar-wacana-quot-percepatan-politik-quot-sebelum-2029</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/25/337/3238124/di-depan-jokowi-ketum-projo-lempar-wacana-quot-percepatan-politik-quot-sebelum-2029"/><item><title>Di Depan Jokowi, Ketum Projo Lempar Wacana &amp;quot;Percepatan Politik&amp;quot; Sebelum 2029</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/25/337/3238124/di-depan-jokowi-ketum-projo-lempar-wacana-quot-percepatan-politik-quot-sebelum-2029</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/25/337/3238124/di-depan-jokowi-ketum-projo-lempar-wacana-quot-percepatan-politik-quot-sebelum-2029</guid><pubDate>Selasa 25 Agustus 2026 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Achmad Al Fiqri</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/25/337/3238124/ketum_projo_budi_arie_setiadi-nHQt_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ketum Projo Budi Arie Setiadi. (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/25/337/3238124/ketum_projo_budi_arie_setiadi-nHQt_large.jpg</image><title>Ketum Projo Budi Arie Setiadi. (Foto: Nur Khabibi/Okezone)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan analisis mengenai potensi &amp;quot;percepatan sejarah&amp;quot; atau akselerasi dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029. Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie secara langsung di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.&#13;
&#13;
Hal itu diketahui dari sebuah video yang viral di media sosial (medsos) sebagaimana diunggah oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun pribadi Instagram miliknya, @dennyindrayana99.&#13;
&#13;
Dalam video tersebut, Budi Arie mengungkapkan instingnya bahwa situasi politik tanah air berpotensi bergerak lebih cepat di luar skenario konvensional pemilu lima tahunan. Ia pun mengimbau para relawan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan alternatif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. &amp;#39;Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?&amp;#39; Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029-pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?&amp;quot; kata Budi Arie yang langsung disambut seruan &amp;quot;siap&amp;quot; dari para peserta.&#13;
&#13;
Lantas, Budi Arie mengaitkan analisisnya dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini serta adanya riak-riak aspirasi di beberapa daerah. Ia kemudian memberikan contoh sejarah pada masa transisi kekuasaan tahun 1998, ketika dinamika politik memaksa terjadinya percepatan pemilu dari yang seharusnya dijadwalkan pasca-1997 menjadi tahun 1999.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa &amp;#39;98 nih. Pasti kalah yang preman,&amp;quot; tutur Budi Arie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebab maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario konvensional, langkah-langkah tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Itu terjadi yang menurut pendapat saya terjadi patahan sejarah. Gimana tahun &amp;#39;97 tiba-tiba pemilu berikutnya tahun 1999,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, potensi percepatan pemilu tersebut ada. &amp;quot;Potensi itu bukan tidak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,&amp;quot; kata Budi Arie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatif apabila terjadi percepatan jalan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Projo, Freddy Alex Damanik, menjelaskan bahwa video yang beredar tersebut tidak utuh. Ia menyebut Budi Arie hanya sedang memaparkan berbagai opsi dan kemungkinan terhadap situasi yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya,&amp;quot; ucap Freddy dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, terdapat diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini. Dalam forum tersebut, berbagai masukan untuk menyikapi dinamika dibahas oleh para peserta guna memetakan persoalan serta mencari solusi perbaikannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya. Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab,&amp;quot; terang Freddy.&#13;
&#13;
Ia pun mengatakan, Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang sebelum memberikan tanggapan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Ketua Umum Relawan Projo, Budi Arie Setiadi, menyampaikan analisis mengenai potensi &amp;quot;percepatan sejarah&amp;quot; atau akselerasi dinamika politik nasional sebelum Pemilu 2029. Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie secara langsung di hadapan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.&#13;
&#13;
Hal itu diketahui dari sebuah video yang viral di media sosial (medsos) sebagaimana diunggah oleh Guru Besar Hukum Tata Negara Denny Indrayana melalui akun pribadi Instagram miliknya, @dennyindrayana99.&#13;
&#13;
Dalam video tersebut, Budi Arie mengungkapkan instingnya bahwa situasi politik tanah air berpotensi bergerak lebih cepat di luar skenario konvensional pemilu lima tahunan. Ia pun mengimbau para relawan untuk mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan alternatif.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tetapi saya ingin sampaikan, tadi saya sudah bisik ke Pak Jokowi. &amp;#39;Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?&amp;#39; Apakah kita mau? Belum tentu kita mau, kita masih ngomong pemilu 2029-pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak?&amp;quot; kata Budi Arie yang langsung disambut seruan &amp;quot;siap&amp;quot; dari para peserta.&#13;
&#13;
Lantas, Budi Arie mengaitkan analisisnya dengan kondisi sosial-ekonomi saat ini serta adanya riak-riak aspirasi di beberapa daerah. Ia kemudian memberikan contoh sejarah pada masa transisi kekuasaan tahun 1998, ketika dinamika politik memaksa terjadinya percepatan pemilu dari yang seharusnya dijadwalkan pasca-1997 menjadi tahun 1999.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya pengalaman dengan gerak sejarah. Ini ada anomali di masyarakat saat ini. Ini ada demo Pati, Madura ikut demo tandingan. Ah ini sudah kayak Pam Swakarsa &amp;#39;98 nih. Pasti kalah yang preman,&amp;quot; tutur Budi Arie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sebab maksud saya terjadi anomali-anomali, variabel di masyarakat yang membuat kita tidak hanya memikirkan skenario konvensional, langkah-langkah tahapan-tahapan yang sebagaimana mestinya. Itu terjadi yang menurut pendapat saya terjadi patahan sejarah. Gimana tahun &amp;#39;97 tiba-tiba pemilu berikutnya tahun 1999,&amp;quot; imbuhnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, potensi percepatan pemilu tersebut ada. &amp;quot;Potensi itu bukan tidak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi saat ini yang betul-betul tidak membuat masyarakat happy,&amp;quot; kata Budi Arie.&#13;
&#13;
&amp;quot;Insting saya ini ada sesuatu yang lebih cepat dari yang kita bayangkan. Karena itu saya mau membuka wacana saja teman-teman. Supaya berpikir jangan hanya berpikir 2029, harus ada pikiran lain alternatif apabila terjadi percepatan jalan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
&#13;
Merespons hal itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Projo, Freddy Alex Damanik, menjelaskan bahwa video yang beredar tersebut tidak utuh. Ia menyebut Budi Arie hanya sedang memaparkan berbagai opsi dan kemungkinan terhadap situasi yang ada.&#13;
&#13;
&amp;quot;Forum tersebut diadakan sebagai acara silaturahmi dalam rangka bulan kemerdekaan Republik Indonesia antara Bapak Jokowi dengan para relawannya,&amp;quot; ucap Freddy dalam keterangannya.&#13;
&#13;
Ia menambahkan, terdapat diskusi internal singkat yang memotret situasi kebangsaan saat ini. Dalam forum tersebut, berbagai masukan untuk menyikapi dinamika dibahas oleh para peserta guna memetakan persoalan serta mencari solusi perbaikannya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;quot;Hal ini disampaikan oleh para relawan kepada Pak Jokowi dengan harapan beliau berkenan menyampaikan kepada Presiden Prabowo untuk perbaikan bangsa ke depannya. Karena relawan meyakini bahwa hubungan dan komunikasi Pak Jokowi dengan Presiden Prabowo terjalin erat dan akrab,&amp;quot; terang Freddy.&#13;
&#13;
Ia pun mengatakan, Jokowi mendengarkan seluruh pandangan relawan terhadap situasi yang berkembang sebelum memberikan tanggapan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pak Jokowi menyampaikan agar semua tetap tenang. Situasi baik-baik saja, ekonomi masih tumbuh baik, inflasi terkendali, jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
