<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jelang Muktamar NU, Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas</title><description>Menurutnya, para pengamal thariqah memiliki peran penting dalam menjaga suasana kebersamaan, khususnya menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/26/337/3238438/jelang-muktamar-nu-ribuan-jemaah-gelar-istigasah-dan-manaqib-kubro-di-tambakberas</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/26/337/3238438/jelang-muktamar-nu-ribuan-jemaah-gelar-istigasah-dan-manaqib-kubro-di-tambakberas"/><item><title>Jelang Muktamar NU, Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/26/337/3238438/jelang-muktamar-nu-ribuan-jemaah-gelar-istigasah-dan-manaqib-kubro-di-tambakberas</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/26/337/3238438/jelang-muktamar-nu-ribuan-jemaah-gelar-istigasah-dan-manaqib-kubro-di-tambakberas</guid><pubDate>Rabu 26 Agustus 2026 23:01 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/26/337/3238438/pbnu-GfIm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/26/337/3238438/pbnu-GfIm_large.jpg</image><title>Ribuan Jemaah Gelar istigasah dan Manaqib Kubro di Tambakberas</title></images><description>JOMBANG&amp;ndash; Ribuan jemaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur jelang &amp;nbsp;Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat pada 27&amp;ndash;31 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Mereka mengikuti Istigasah dan Manaqib Kubro yang digelar Idarah Aliyyah Jam&amp;rsquo;iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu&amp;rsquo;tabarah An-Nahdliyyah (Jatman). Majelis tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.&#13;
&#13;
Mudir Ali Jatman masa khidmah 2024&amp;ndash;2029, Kiai Ali Masykur Musa, mengatakan penguatan ruhani menjadi tema utama karena dimensi spiritual memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan.&#13;
&#13;
Menurutnya, para pengamal thariqah memiliki peran penting dalam menjaga suasana kebersamaan, khususnya menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sengaja mengambil tema ini untuk memperkokoh ruhaniyah. Ruhaniyah yang mempertemukan silaturahim ruhaniyah. Hanya dengan ruhani itulah yang berbeda dapat dipertemukan menjadi satu,&amp;rdquo; ujar Ali Masykur Musa dalam tausiyahnya, dikutip, Rabu (26/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan, semangat tersebut pada akhirnya bermuara pada persatuan dan kemaslahatan yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari ujung menjadi satu. Satu untuk Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Ulama untuk Indonesia, dan Indonesia untuk perdamaian dunia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ali Masykur juga mengajak para ahli dzikir dan pengamal thariqah untuk mendoakan para pemangku kebijakan dan pengambil keputusan dalam Muktamar NU.&#13;
&#13;
Menurutnya, dzikir yang dilakukan secara istiqamah merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat ruhani sekaligus menjaga kesejukan dalam kehidupan organisasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita doakan para pengambil kebijakan, para pengambil keputusan Muktamar NU disatukan melalui doa Jatman. Semoga Muktamarnya adem, ayem, rukun, dan guyub,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ali berharap majelis Istigasah dan Manaqib Kubro tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin agar Muktamar ke-35 NU berjalan aman, lancar, dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Rais Ali Idarah Aliyyah Jatman, Kiai Achmad Chalwani, memberikan ijazah Hizib Bukhari kepada ribuan jamaah yang hadir.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ijazah tersebut merupakan bagian dari amanah yang diembannya dalam menjaga kesinambungan amaliah dan tradisi keilmuan ulama,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menjelaskan pentingnya riyadhah Hizib Bukhari sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan persoalan akidah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menghadapi bencana akidah, adakanlah riyadhah Hizib Bukhari. Di Jawa Tengah, cabang-cabang NU diadakan riyadhah Shahih Bukhari dan Hizbul Bukhari,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Ribuan jamaah malam itu tidak hanya berkumpul untuk mengikuti rangkaian amaliah. Mereka juga membawa satu ikhtiar bersama: mengetuk pintu langit melalui doa agar Muktamar NU berjalan dengan penuh kedamaian dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, bangsa, dan umat.&#13;
</description><content:encoded>JOMBANG&amp;ndash; Ribuan jemaah thariqah berkumpul di Pondok Pesantren Al-Amanah 2 Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur jelang &amp;nbsp;Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) yang dihelat pada 27&amp;ndash;31 Agustus 2026.&#13;
&#13;
Mereka mengikuti Istigasah dan Manaqib Kubro yang digelar Idarah Aliyyah Jam&amp;rsquo;iyyah Ahlith Thariqah Al-Mu&amp;rsquo;tabarah An-Nahdliyyah (Jatman). Majelis tersebut digelar dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.&#13;
&#13;
Mudir Ali Jatman masa khidmah 2024&amp;ndash;2029, Kiai Ali Masykur Musa, mengatakan penguatan ruhani menjadi tema utama karena dimensi spiritual memiliki kekuatan untuk mempertemukan berbagai perbedaan.&#13;
&#13;
Menurutnya, para pengamal thariqah memiliki peran penting dalam menjaga suasana kebersamaan, khususnya menjelang pelaksanaan Muktamar ke-35 NU.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita sengaja mengambil tema ini untuk memperkokoh ruhaniyah. Ruhaniyah yang mempertemukan silaturahim ruhaniyah. Hanya dengan ruhani itulah yang berbeda dapat dipertemukan menjadi satu,&amp;rdquo; ujar Ali Masykur Musa dalam tausiyahnya, dikutip, Rabu (26/8/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dia menegaskan, semangat tersebut pada akhirnya bermuara pada persatuan dan kemaslahatan yang lebih luas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Dari ujung menjadi satu. Satu untuk Nahdlatul Ulama, Nahdlatul Ulama untuk Indonesia, dan Indonesia untuk perdamaian dunia,&amp;rdquo; katanya.&#13;
&#13;
Ali Masykur juga mengajak para ahli dzikir dan pengamal thariqah untuk mendoakan para pemangku kebijakan dan pengambil keputusan dalam Muktamar NU.&#13;
&#13;
Menurutnya, dzikir yang dilakukan secara istiqamah merupakan bagian dari ikhtiar memperkuat ruhani sekaligus menjaga kesejukan dalam kehidupan organisasi.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Kita doakan para pengambil kebijakan, para pengambil keputusan Muktamar NU disatukan melalui doa Jatman. Semoga Muktamarnya adem, ayem, rukun, dan guyub,&amp;rdquo; tuturnya.&#13;
&#13;
Ali berharap majelis Istigasah dan Manaqib Kubro tersebut menjadi bagian dari ikhtiar batin agar Muktamar ke-35 NU berjalan aman, lancar, dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat dan bangsa.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Dalam kesempatan yang sama, Rais Ali Idarah Aliyyah Jatman, Kiai Achmad Chalwani, memberikan ijazah Hizib Bukhari kepada ribuan jamaah yang hadir.&#13;
&#13;
&amp;lsquo;&amp;rsquo;Ijazah tersebut merupakan bagian dari amanah yang diembannya dalam menjaga kesinambungan amaliah dan tradisi keilmuan ulama,&amp;rsquo;&amp;rsquo;ujarnya.&#13;
&#13;
Dia juga menjelaskan pentingnya riyadhah Hizib Bukhari sebagai salah satu bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi berbagai tantangan keagamaan, khususnya yang berkaitan dengan persoalan akidah.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menghadapi bencana akidah, adakanlah riyadhah Hizib Bukhari. Di Jawa Tengah, cabang-cabang NU diadakan riyadhah Shahih Bukhari dan Hizbul Bukhari,&amp;rdquo;pungkasnya.&#13;
&#13;
Ribuan jamaah malam itu tidak hanya berkumpul untuk mengikuti rangkaian amaliah. Mereka juga membawa satu ikhtiar bersama: mengetuk pintu langit melalui doa agar Muktamar NU berjalan dengan penuh kedamaian dan menghasilkan keputusan terbaik bagi Nahdlatul Ulama, bangsa, dan umat.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
