<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>RI Pernah Miliki Kapal Perang Lebih Besar dari Kapal Induk KRI Gajah Mada hingga Ditakuti Negara Barat</title><description>Setibanya di Indonesia, kapal induk tersebut tidak hanya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL. KRI Gajah Mada juga akan dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AD dan TNI AU.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/27/337/3238444/ri-pernah-miliki-kapal-perang-lebih-besar-dari-kapal-induk-kri-gajah-mada-hingga-ditakuti-negara-barat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/27/337/3238444/ri-pernah-miliki-kapal-perang-lebih-besar-dari-kapal-induk-kri-gajah-mada-hingga-ditakuti-negara-barat"/><item><title>RI Pernah Miliki Kapal Perang Lebih Besar dari Kapal Induk KRI Gajah Mada hingga Ditakuti Negara Barat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/27/337/3238444/ri-pernah-miliki-kapal-perang-lebih-besar-dari-kapal-induk-kri-gajah-mada-hingga-ditakuti-negara-barat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/27/337/3238444/ri-pernah-miliki-kapal-perang-lebih-besar-dari-kapal-induk-kri-gajah-mada-hingga-ditakuti-negara-barat</guid><pubDate>Kamis 27 Agustus 2026 05:00 WIB</pubDate><dc:creator>Fahmi Firdaus </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/26/337/3238444/tni-QoFl_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">KRI Irian/ist</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/26/337/3238444/tni-QoFl_large.jpg</image><title>KRI Irian/ist</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada saat ini menuju Indonesia. KRI Gajah Mada merupakan kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.&#13;
&#13;
Setibanya di Indonesia, kapal induk tersebut tidak hanya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL. KRI Gajah Mada juga akan dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AD dan TNI AU.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal. Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk,&amp;quot; kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ini bukan pertama kalinya Indonesia mendatangkan kapal perang berukuran besar seperti KRI Gajah Mada.&#13;
&#13;
Menilik kebelakang, TNI AL di era Bung Karno merupakan salah satu yang terbesar. Indonesia memiliki banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang canggih pada masanya.&#13;
&#13;
Indonesia pernah memiliki kapal perang berukuran sangat besar, bahkan pernah disebut sebagai terbesar di kawasan Asia hingga ditakuti negara barat. Kapal tersebut adalah KRI Irian, yang beroperasi pada tahun 1960-an.&#13;
&#13;
Dikutip dari buku &amp;ldquo;Kapal Selam Indonesia&amp;rdquo; yang ditulis oleh Indroyono Soesilo dan Budiman, Kala itu, TNI AL memiliki kapal selam jenis Whiskey Class buatan Uni Soviet, dua kapal induk untuk kapal selam yaitu KRI Ratulangi dan KRI Thamrin, dua kapal penangkap torpedo (KPT), dan satu kapal penyelamat.&#13;
&#13;
Selain itu, TNI AL juga memiliki KRI Irian. Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia dari kelas light cruiser alias penjelajah ringan yang dibeli dari Uni Soviet pada 1962.&#13;
&#13;
Pembeliannya tak lepas dari lobi Bung Karno yang mengalihkan perhatian Indonesia ke blok timur. Kehadiran armada perang tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar di Asia Tenggara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bobot kapal ini mencapai 13.600 ton dengan panjang 210 meter dan lebar 22 meter. Dilengkapi baja pelindung setebal 100 milimeter (mm) di lambung kapal, 150 mm di menara pengawas, 50 mm di dek serta 75 mm di kubah-kubah meriamnya.&#13;
&#13;
KRI Irian juga dipersenjatai 12 meriam kaliber 152 mm, 12 meriam kaliber 100 mm, 32 meriam antipesawat kaliber 37 mm, serta 10 tabung torpedo 553 mm untuk menghalau kapal selam musuh.&#13;
&#13;
Belum lagi 17 radar berbagai jenis serta dua Watch Dog electronic jamming. Maka, gemparlah negara-negara Asia ketika Indonesia punya satu dari sekian kapal sangar buatan Soviet yang punya kecepatan maksimal 32,5 knot ini.&#13;
&#13;
KRI Irian sempat lebih dulu diujicobakan dengan mengikutsertakan sejumlah personel ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, kini TNI AL) sebagai calon awak, pada 5 April 1962. Setelah dinyatakan selesai uji coba, baru kapal ini diantar dan tiba di Pangkalan ALRI Surabaya, 5 Agustus 1962.&#13;
&#13;
KRI Irian sempat ditugaskan untuk merebut Irian Barat (kini Papua) dalam Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora). Bahkan kehadirannya membuat kapal induk Belanda, HNLMS Karel Doorman R81 menjadi ciut.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kapal induk Giuseppe Garibaldi yang akan berganti nama menjadi KRI Gajah Mada saat ini menuju Indonesia. KRI Gajah Mada merupakan kapal induk pertama yang dimiliki Indonesia.&#13;
&#13;
Setibanya di Indonesia, kapal induk tersebut tidak hanya akan menjadi bagian dari kekuatan TNI AL. KRI Gajah Mada juga akan dapat mengoperasikan helikopter milik TNI AD dan TNI AU.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bertekad bahwa kapal induk itu tidak hanya dilengkapi dengan helikopter Angkatan Laut, tapi juga helikopter Angkatan Udara dan Angkatan Darat bisa berada di atas kapal. Namun memang pilot-pilotnya akan kita latih untuk bisa mendarat di kapal induk,&amp;quot; kata KSAL Laksamana TNI Muhammad Ali.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Namun, ini bukan pertama kalinya Indonesia mendatangkan kapal perang berukuran besar seperti KRI Gajah Mada.&#13;
&#13;
Menilik kebelakang, TNI AL di era Bung Karno merupakan salah satu yang terbesar. Indonesia memiliki banyak alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang canggih pada masanya.&#13;
&#13;
Indonesia pernah memiliki kapal perang berukuran sangat besar, bahkan pernah disebut sebagai terbesar di kawasan Asia hingga ditakuti negara barat. Kapal tersebut adalah KRI Irian, yang beroperasi pada tahun 1960-an.&#13;
&#13;
Dikutip dari buku &amp;ldquo;Kapal Selam Indonesia&amp;rdquo; yang ditulis oleh Indroyono Soesilo dan Budiman, Kala itu, TNI AL memiliki kapal selam jenis Whiskey Class buatan Uni Soviet, dua kapal induk untuk kapal selam yaitu KRI Ratulangi dan KRI Thamrin, dua kapal penangkap torpedo (KPT), dan satu kapal penyelamat.&#13;
&#13;
Selain itu, TNI AL juga memiliki KRI Irian. Kapal perang terbesar yang pernah dimiliki Indonesia dari kelas light cruiser alias penjelajah ringan yang dibeli dari Uni Soviet pada 1962.&#13;
&#13;
Pembeliannya tak lepas dari lobi Bung Karno yang mengalihkan perhatian Indonesia ke blok timur. Kehadiran armada perang tersebut menjadikan Indonesia sebagai negara yang memiliki kekuatan angkatan laut terbesar di Asia Tenggara.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Bobot kapal ini mencapai 13.600 ton dengan panjang 210 meter dan lebar 22 meter. Dilengkapi baja pelindung setebal 100 milimeter (mm) di lambung kapal, 150 mm di menara pengawas, 50 mm di dek serta 75 mm di kubah-kubah meriamnya.&#13;
&#13;
KRI Irian juga dipersenjatai 12 meriam kaliber 152 mm, 12 meriam kaliber 100 mm, 32 meriam antipesawat kaliber 37 mm, serta 10 tabung torpedo 553 mm untuk menghalau kapal selam musuh.&#13;
&#13;
Belum lagi 17 radar berbagai jenis serta dua Watch Dog electronic jamming. Maka, gemparlah negara-negara Asia ketika Indonesia punya satu dari sekian kapal sangar buatan Soviet yang punya kecepatan maksimal 32,5 knot ini.&#13;
&#13;
KRI Irian sempat lebih dulu diujicobakan dengan mengikutsertakan sejumlah personel ALRI (Angkatan Laut Republik Indonesia, kini TNI AL) sebagai calon awak, pada 5 April 1962. Setelah dinyatakan selesai uji coba, baru kapal ini diantar dan tiba di Pangkalan ALRI Surabaya, 5 Agustus 1962.&#13;
&#13;
KRI Irian sempat ditugaskan untuk merebut Irian Barat (kini Papua) dalam Operasi Tri Komando Rakyat (Trikora). Bahkan kehadirannya membuat kapal induk Belanda, HNLMS Karel Doorman R81 menjadi ciut.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
