<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jenderal Pelaku Genosida Muslim Bosnia, Ratko Mladic, Meninggal di Usia 84 Tahun</title><description>Ratko Mladic dijuluki &quot;Penjagal Bosnis&quot; atas kekejamannya dan perannya dalam pembantaian ribuan Muslm Bosnia.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238669/jenderal-pelaku-genosida-muslim-bosnia-ratko-mladic-meninggal-di-usia-84-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238669/jenderal-pelaku-genosida-muslim-bosnia-ratko-mladic-meninggal-di-usia-84-tahun"/><item><title>Jenderal Pelaku Genosida Muslim Bosnia, Ratko Mladic, Meninggal di Usia 84 Tahun</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238669/jenderal-pelaku-genosida-muslim-bosnia-ratko-mladic-meninggal-di-usia-84-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238669/jenderal-pelaku-genosida-muslim-bosnia-ratko-mladic-meninggal-di-usia-84-tahun</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2026 00:05 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/27/18/3238669/ratko_mladic-dVGz_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ratko Mladic hadir di pengadilan di Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag, 3 Juni 2011. (Foto: Pool/Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/27/18/3238669/ratko_mladic-dVGz_large.jpg</image><title>Ratko Mladic hadir di pengadilan di Pengadilan Pidana Internasional untuk Bekas Yugoslavia (ICTY) di Den Haag, 3 Juni 2011. (Foto: Pool/Reuters)</title></images><description>DEN HAAG &amp;ndash; Ratko Mladic, salah seorang tokoh sentral genosida yang mendalangi pembantaian setidaknya 8.000 Muslim di &amp;quot;zona aman&amp;quot; PBB di Bosnia pada 1995, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) dalam tahanan PBB. Mladic meninggal di usia 84 tahun, menurut catatan dokumen kelahirannya.&#13;
&#13;
Mladic, seorang jenderal pasukan nasionalis Serbia, berperan dalam pembantaian di Srebrenica selama perang Balkan, di mana pasukannya menghujani ibu kota Sarajevo yang terkepung dengan tembakan artileri, tank, mortir, dan senapan mesin berat yang menewaskan 10.000 orang.&#13;
&#13;
Jenazah para korban dari Srebrenica didorong menggunakan buldoser ke dalam kuburan massal selama empat hari pada bulan Juli 1995; sebagian di antaranya kemudian digali kembali dan dipindahkan ke wilayah pegunungan terpencil demi menyembunyikan bukti pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
Tujuannya, sebagaimana ditetapkan oleh Pengadilan Pidana Internasional PBB untuk Bekas Yugoslavia (ICTY), adalah &amp;quot;pembersihan etnis&amp;quot;&amp;mdash;yakni pengusiran paksa terhadap Muslim Bosnia, Kroasia, dan kelompok non-Serbia lainnya guna mengosongkan wilayah Bosnia demi mewujudkan &amp;quot;Serbia Raya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Pengadilan menyimpulkan bahwa Mladic, bersama mendiang Presiden Serbia Slobodan Milosevic dan pemimpin politik Serbia-Bosnia Radovan Karadzic, terlibat dalam persekongkolan kriminal untuk melaksanakan rencana tersebut.&#13;
&#13;
Mladic, yang dijuluki sebagai &amp;quot;Penjagal Bosnia&amp;quot;, meninggal dunia pada Kamis, kata pengacaranya, Dragan Ivetic, tanpa menyebutkan penyebab kematiannya. Ivetic menambahkan bahwa Mladic menghabiskan bulan-bulan terakhirnya di bangsal rumah sakit pusat penahanan PBB di pinggiran kota Den Haag, Belanda.&#13;
&#13;
Menurut putranya, dokumen mencatat tanggal lahir Mladic sebagai 12 Maret 1942, namun sebenarnya ia lahir pada 8 Maret 1943.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Disamakan dengan Hitler&#13;
&#13;
Penyintas Bosnia menyamakan Mladic dengan sosok Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler karena kekejamannya.&#13;
&#13;
Dalam beberapa contoh peristiwa yang paling mengerikan, para tahanan tewas karena sesak napas akibat suhu panas setelah dipaksa memakan garam dan tidak diberi air minum; mereka juga mengalami kelaparan dan pemerkosaan di kamp-kamp tahanan, dipaksa melompat dari jembatan lalu ditembaki, serta diberondong peluru pada malam hari dalam jumlah ratusan setelah dipaksa keluar dari tempat penahanan menggunakan gas kimia.&#13;
&#13;
Putra seorang pejuang partisan Perang Dunia II yang gugur pada tahun 1945, Mladic adalah seorang perwira di Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA) yang komunis ketika disintegrasi Yugoslavia bermula pada 1991.&#13;
&#13;
Ketika orang-orang Serbia Bosnia bangkit pada tahun 1992 menentang upaya pemisahan diri Bosnia yang dipimpin oleh pihak Muslim, Mladic dipilih untuk memimpin tentara Serbia Bosnia yang baru dibentuk, yang dengan cepat menguasai 70% wilayah negara tersebut.&#13;
&#13;
Puluhan kota dikepung menggunakan persenjataan berat yang sebelumnya milik JNA dan desa-desa dibakar, sementara 22.000 personel Pasukan Perlindungan PBB (UNPROFOR) hanya bisa menyaksikan tanpa daya, terikat perintah untuk tidak memihak.&#13;
&#13;
Kombinasi antara tekanan Barat serta pasokan senjata dan pelatihan rahasia dari Amerika Serikat bagi pihak Kroasia dan Muslim secara bertahap membalikkan keadaan yang merugikan pasukan Mladic. Serangan tegas NATO kemudian menuntaskan perang, memaksanya mundur.&#13;
&#13;
Sakit dan Lemah&#13;
&#13;
Meskipun ada desakan dari Barat, kelompok reformis yang memerintah Serbia setelah jatuhnya Milosevic tidak berani bertindak terhadap sosok yang dianggap pahlawan oleh kalangan nasionalis Serbia garis keras.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia sempat terlihat secara sporadis, misalnya saat menonton pacuan kuda atau pertandingan sepak bola di Beograd. Pada tahun 2004, NATO menyatakan bahwa ia sempat bersulang bersama rekan-rekan lama yang gemar minum keras di bekas bungker miliknya di Han Pijesak, Bosnia.&#13;
&#13;
Saat akhirnya ditangkap pada 2011, ia tidak melakukan perlawanan. Lengan kanannya lumpuh, tampaknya akibat stroke yang tidak ditangani. Penampilannya sangat berbeda dari sosok jenderal bertubuh kekar berseragam loreng yang pernah mengacak-acak rambut seorang anak laki-laki di Srebrenica pada tahun 1995.&#13;
&#13;
Ia mengalami serangan jantung pada 2013 dan tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Menurut pengakuannya sendiri, ia merasa seperti pria tua yang lemah.&#13;
&#13;
Dalam beberapa kesempatan saat hadir di pengadilan, sikapnya berubah-ubah antara mengasihani diri sendiri, menunjukkan sikap menantang sambil tersenyum, hingga tampak linglung dan tidak fokus.&#13;
&#13;
Pada 2019, Mladic mengatakan kepada para hakim bahwa kondisinya terlalu sakit untuk mengikuti kegiatan olahraga di luar ruangan dan meminta izin untuk mengunjungi makam anggota keluarganya di Serbia. Permintaan tersebut ditolak.&#13;
&#13;
Bandingnya terhadap vonis hukuman ditolak pada 2021, begitu pula dengan permintaan berulang kali agar ia dibebaskan atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Pada Agustus 2026, seorang dokter PBB menyatakan bahwa kematian Mladic &amp;quot;bisa terjadi kapan saja&amp;quot;&amp;mdash;kemungkinan dalam hitungan minggu&amp;mdash;namun permohonan pembebasannya kembali ditolak karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan keadilan.&#13;
</description><content:encoded>DEN HAAG &amp;ndash; Ratko Mladic, salah seorang tokoh sentral genosida yang mendalangi pembantaian setidaknya 8.000 Muslim di &amp;quot;zona aman&amp;quot; PBB di Bosnia pada 1995, meninggal dunia pada Kamis (27/8/2026) dalam tahanan PBB. Mladic meninggal di usia 84 tahun, menurut catatan dokumen kelahirannya.&#13;
&#13;
Mladic, seorang jenderal pasukan nasionalis Serbia, berperan dalam pembantaian di Srebrenica selama perang Balkan, di mana pasukannya menghujani ibu kota Sarajevo yang terkepung dengan tembakan artileri, tank, mortir, dan senapan mesin berat yang menewaskan 10.000 orang.&#13;
&#13;
Jenazah para korban dari Srebrenica didorong menggunakan buldoser ke dalam kuburan massal selama empat hari pada bulan Juli 1995; sebagian di antaranya kemudian digali kembali dan dipindahkan ke wilayah pegunungan terpencil demi menyembunyikan bukti pembunuhan tersebut.&#13;
&#13;
Tujuannya, sebagaimana ditetapkan oleh Pengadilan Pidana Internasional PBB untuk Bekas Yugoslavia (ICTY), adalah &amp;quot;pembersihan etnis&amp;quot;&amp;mdash;yakni pengusiran paksa terhadap Muslim Bosnia, Kroasia, dan kelompok non-Serbia lainnya guna mengosongkan wilayah Bosnia demi mewujudkan &amp;quot;Serbia Raya&amp;quot;.&#13;
&#13;
Pengadilan menyimpulkan bahwa Mladic, bersama mendiang Presiden Serbia Slobodan Milosevic dan pemimpin politik Serbia-Bosnia Radovan Karadzic, terlibat dalam persekongkolan kriminal untuk melaksanakan rencana tersebut.&#13;
&#13;
Mladic, yang dijuluki sebagai &amp;quot;Penjagal Bosnia&amp;quot;, meninggal dunia pada Kamis, kata pengacaranya, Dragan Ivetic, tanpa menyebutkan penyebab kematiannya. Ivetic menambahkan bahwa Mladic menghabiskan bulan-bulan terakhirnya di bangsal rumah sakit pusat penahanan PBB di pinggiran kota Den Haag, Belanda.&#13;
&#13;
Menurut putranya, dokumen mencatat tanggal lahir Mladic sebagai 12 Maret 1942, namun sebenarnya ia lahir pada 8 Maret 1943.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Disamakan dengan Hitler&#13;
&#13;
Penyintas Bosnia menyamakan Mladic dengan sosok Pemimpin Nazi Jerman Adolf Hitler karena kekejamannya.&#13;
&#13;
Dalam beberapa contoh peristiwa yang paling mengerikan, para tahanan tewas karena sesak napas akibat suhu panas setelah dipaksa memakan garam dan tidak diberi air minum; mereka juga mengalami kelaparan dan pemerkosaan di kamp-kamp tahanan, dipaksa melompat dari jembatan lalu ditembaki, serta diberondong peluru pada malam hari dalam jumlah ratusan setelah dipaksa keluar dari tempat penahanan menggunakan gas kimia.&#13;
&#13;
Putra seorang pejuang partisan Perang Dunia II yang gugur pada tahun 1945, Mladic adalah seorang perwira di Tentara Rakyat Yugoslavia (JNA) yang komunis ketika disintegrasi Yugoslavia bermula pada 1991.&#13;
&#13;
Ketika orang-orang Serbia Bosnia bangkit pada tahun 1992 menentang upaya pemisahan diri Bosnia yang dipimpin oleh pihak Muslim, Mladic dipilih untuk memimpin tentara Serbia Bosnia yang baru dibentuk, yang dengan cepat menguasai 70% wilayah negara tersebut.&#13;
&#13;
Puluhan kota dikepung menggunakan persenjataan berat yang sebelumnya milik JNA dan desa-desa dibakar, sementara 22.000 personel Pasukan Perlindungan PBB (UNPROFOR) hanya bisa menyaksikan tanpa daya, terikat perintah untuk tidak memihak.&#13;
&#13;
Kombinasi antara tekanan Barat serta pasokan senjata dan pelatihan rahasia dari Amerika Serikat bagi pihak Kroasia dan Muslim secara bertahap membalikkan keadaan yang merugikan pasukan Mladic. Serangan tegas NATO kemudian menuntaskan perang, memaksanya mundur.&#13;
&#13;
Sakit dan Lemah&#13;
&#13;
Meskipun ada desakan dari Barat, kelompok reformis yang memerintah Serbia setelah jatuhnya Milosevic tidak berani bertindak terhadap sosok yang dianggap pahlawan oleh kalangan nasionalis Serbia garis keras.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Ia sempat terlihat secara sporadis, misalnya saat menonton pacuan kuda atau pertandingan sepak bola di Beograd. Pada tahun 2004, NATO menyatakan bahwa ia sempat bersulang bersama rekan-rekan lama yang gemar minum keras di bekas bungker miliknya di Han Pijesak, Bosnia.&#13;
&#13;
Saat akhirnya ditangkap pada 2011, ia tidak melakukan perlawanan. Lengan kanannya lumpuh, tampaknya akibat stroke yang tidak ditangani. Penampilannya sangat berbeda dari sosok jenderal bertubuh kekar berseragam loreng yang pernah mengacak-acak rambut seorang anak laki-laki di Srebrenica pada tahun 1995.&#13;
&#13;
Ia mengalami serangan jantung pada 2013 dan tampak jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Menurut pengakuannya sendiri, ia merasa seperti pria tua yang lemah.&#13;
&#13;
Dalam beberapa kesempatan saat hadir di pengadilan, sikapnya berubah-ubah antara mengasihani diri sendiri, menunjukkan sikap menantang sambil tersenyum, hingga tampak linglung dan tidak fokus.&#13;
&#13;
Pada 2019, Mladic mengatakan kepada para hakim bahwa kondisinya terlalu sakit untuk mengikuti kegiatan olahraga di luar ruangan dan meminta izin untuk mengunjungi makam anggota keluarganya di Serbia. Permintaan tersebut ditolak.&#13;
&#13;
Bandingnya terhadap vonis hukuman ditolak pada 2021, begitu pula dengan permintaan berulang kali agar ia dibebaskan atas dasar pertimbangan kemanusiaan. Pada Agustus 2026, seorang dokter PBB menyatakan bahwa kematian Mladic &amp;quot;bisa terjadi kapan saja&amp;quot;&amp;mdash;kemungkinan dalam hitungan minggu&amp;mdash;namun permohonan pembebasannya kembali ditolak karena dianggap tidak sejalan dengan kepentingan keadilan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
