<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Mencapai 472 Orang, Ribuan Masih Hilang</title><description>Di antara korban hilang terdapat 260 warga asing di Tibet dan ratusan lain di Nepal. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238854/korban-tewas-banjir-bandang-nepal-tibet-mencapai-472-orang-ribuan-masih-hilang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238854/korban-tewas-banjir-bandang-nepal-tibet-mencapai-472-orang-ribuan-masih-hilang"/><item><title>Korban Tewas Banjir Bandang Nepal-Tibet Mencapai 472 Orang, Ribuan Masih Hilang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238854/korban-tewas-banjir-bandang-nepal-tibet-mencapai-472-orang-ribuan-masih-hilang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/28/18/3238854/korban-tewas-banjir-bandang-nepal-tibet-mencapai-472-orang-ribuan-masih-hilang</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2026 20:19 WIB</pubDate><dc:creator>Rahman Asmardika</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/28/18/3238854/lumpur_yang_menutupi_bangunan_dan_properti_setelah_banjir_dahsyat_di_trishuli_nepal-MTp5_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Lumpur yang menutupi bangunan dan properti setelah banjir dahsyat di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal.</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/28/18/3238854/lumpur_yang_menutupi_bangunan_dan_properti_setelah_banjir_dahsyat_di_trishuli_nepal-MTp5_large.jpg</image><title>Lumpur yang menutupi bangunan dan properti setelah banjir dahsyat di Trishuli, Distrik Nuwakot, Nepal.</title></images><description>KATHMANDU - Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Nepal telah meningkat menjadi 469 orang, menurut data yang dirilis pada Jumat (28/8/2026) oleh The Kathmandu Post. China mengonfirmasi tiga kematian di Daerah Otonom Xizang (wilayah barat daya yang juga dikenal sebagai Tibet), sehingga total korban tewas menjadi 472 orang.&#13;
&#13;
Sebanyak 667 orang, termasuk warga negara asing, dilaporkan hilang di Nepal hingga Kamis (27/8/2026) malam, menurut Dewan Pariwisata Nepal. Pihak Beijing menyatakan bahwa lebih dari 550 orang, termasuk 260 warga negara asing, belum diketahui keberadaannya di Tibet.&#13;
&#13;
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8/2026) dini hari, menerjang permukiman di sepanjang sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta menghanyutkan warga dan puing-puing ke arah hilir.&#13;
&#13;
Bencana ini menghanyutkan rumah, jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya, sekaligus memutus akses masyarakat dan wisatawan dari wilayah lain di negara tersebut.&#13;
&#13;
Tim pencarian dan penyelamatan terus melanjutkan operasi dengan mengerahkan tentara, polisi, dan pasukan polisi bersenjata Nepal untuk upaya pencarian, penyelamatan, dan evakuasi.&#13;
&#13;
Helikopter dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi dan mengevakuasi para penyintas, sementara tim darat terus melakukan pencarian di sepanjang tepian sungai dan permukiman di bagian hilir.&#13;
&#13;
Dewan pariwisata menyatakan pihaknya terus memverifikasi keberadaan wisatawan dan pelancong yang sedang berada atau melintasi wilayah Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading saat banjir melanda.&#13;
&#13;
Banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada jalur transportasi dan infrastruktur lainnya, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan di wilayah-wilayah yang terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Skala dampak bencana ini belum dapat dipastikan sepenuhnya karena pihak berwenang masih terus mencocokkan laporan mengenai korban jiwa dan orang hilang dari berbagai wilayah.&#13;
&#13;
Sementara itu, China berupaya keras meminimalkan risiko dari danau yang terbentuk akibat reruntuhan gletser di dekat perbatasan Nepal. Pihaknya tengah berpacu dengan waktu untuk mengurangi risiko banjir susulan di titik perbatasan yang menghubungkan wilayah Tibet dengan Nepal&amp;mdash;lokasi yang sebelumnya telah dilanda bencana.&#13;
&#13;
Pada Kamis, Nepal dan China sama-sama memperingatkan adanya risiko banjir baru di wilayah Himalaya, menyusul ancaman jebolnya bendungan alami dari material reruntuhan yang membentuk dua danau penghalang di kedua sisi perbatasan.&#13;
&#13;
Menurut laporan penyiar negara CCTV pada Jumat, otoritas China telah mengerahkan tim teknis beranggotakan delapan orang untuk melakukan survei udara dan pemodelan 3D terhadap danau penghalang tersebut.&#13;
&#13;
Salah satu insinyur, Chen Hanxiao, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi mencakup sulitnya akses menuju lokasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah runtuhnya gletser membentuk danau, banyak tebing curam yang terisolasi muncul di sepanjang tepiannya,&amp;quot; ujar Chen kepada CCTV pada Kamis malam.&#13;
&#13;
Chen menjelaskan bahwa pendekatan umum untuk mengurangi ancaman dari danau tersebut adalah dengan menggali saluran drainase di titik yang lebih rendah pada bendungan alami itu. Namun, penentuan lebar dan kedalaman saluran tersebut memerlukan perhitungan yang didasarkan pada kecepatan aliran air serta seberapa cepat danau akan terisi kembali.&#13;
&#13;
Data survei menunjukkan bahwa danau tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter dan kedalaman 40&amp;ndash;50 meter, dengan volume air yang tertampung mencapai 1,5&amp;ndash;2 juta meter kubik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugas mereka selanjutnya adalah memantau kondisi danau dan mengumpulkan data dari dasar danau, serta melakukan pemantauan cuaca dalam beberapa hari mendatang.&#13;
&#13;
Wilayah pelabuhan perbatasan Gyirong telah mengalami curah hujan ringan hingga sedang yang menyebabkan tanah dan batuan di sekitar zona rawan di bagian hulu menjadi gembur dan tidak stabil. Hujan diperkirakan akan terus turun sepanjang minggu mendatang.&#13;
&#13;
Pada Kamis, China memperingatkan bahwa 3 juta meter kubik air&amp;mdash;setara dengan sekitar 1.200 kolam renang ukuran Olimpiade&amp;mdash;diperkirakan akan mengalir masuk ke danau yang terbentuk akibat bendungan alami tersebut dalam tiga hari ke depan. Hal ini menimbulkan risiko tinggi terjadinya bendungan jebol, dengan puncak aliran diperkirakan terjadi sekitar tanggal 1 September.&#13;
&#13;
Terbentuknya danau bendungan alami ini terekam dalam gambar udara yang diambil oleh tim penyelamat China dan ditayangkan oleh penyiar negara CGTN. Rekaman tersebut memperlihatkan massa air berwarna cokelat yang terkumpul di sebuah cekungan tanpa saluran keluar yang terlihat; air tersebut telah menenggelamkan semak-semak serta pepohonan dan tampak menekan penghalang yang terbentuk dari tumpukan puing dan bebatuan.&#13;
</description><content:encoded>KATHMANDU - Jumlah korban tewas akibat banjir dahsyat di Nepal telah meningkat menjadi 469 orang, menurut data yang dirilis pada Jumat (28/8/2026) oleh The Kathmandu Post. China mengonfirmasi tiga kematian di Daerah Otonom Xizang (wilayah barat daya yang juga dikenal sebagai Tibet), sehingga total korban tewas menjadi 472 orang.&#13;
&#13;
Sebanyak 667 orang, termasuk warga negara asing, dilaporkan hilang di Nepal hingga Kamis (27/8/2026) malam, menurut Dewan Pariwisata Nepal. Pihak Beijing menyatakan bahwa lebih dari 550 orang, termasuk 260 warga negara asing, belum diketahui keberadaannya di Tibet.&#13;
&#13;
Banjir dan tanah longsor melanda wilayah utara dan tengah Nepal pada Rabu (26/8/2026) dini hari, menerjang permukiman di sepanjang sungai Bhotekoshi dan Trishuli serta menghanyutkan warga dan puing-puing ke arah hilir.&#13;
&#13;
Bencana ini menghanyutkan rumah, jembatan, jalan, dan infrastruktur lainnya, sekaligus memutus akses masyarakat dan wisatawan dari wilayah lain di negara tersebut.&#13;
&#13;
Tim pencarian dan penyelamatan terus melanjutkan operasi dengan mengerahkan tentara, polisi, dan pasukan polisi bersenjata Nepal untuk upaya pencarian, penyelamatan, dan evakuasi.&#13;
&#13;
Helikopter dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah terisolasi dan mengevakuasi para penyintas, sementara tim darat terus melakukan pencarian di sepanjang tepian sungai dan permukiman di bagian hilir.&#13;
&#13;
Dewan pariwisata menyatakan pihaknya terus memverifikasi keberadaan wisatawan dan pelancong yang sedang berada atau melintasi wilayah Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading saat banjir melanda.&#13;
&#13;
Banjir juga menyebabkan kerusakan parah pada jalur transportasi dan infrastruktur lainnya, sehingga menyulitkan upaya penyelamatan di wilayah-wilayah yang terdampak.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Skala dampak bencana ini belum dapat dipastikan sepenuhnya karena pihak berwenang masih terus mencocokkan laporan mengenai korban jiwa dan orang hilang dari berbagai wilayah.&#13;
&#13;
Sementara itu, China berupaya keras meminimalkan risiko dari danau yang terbentuk akibat reruntuhan gletser di dekat perbatasan Nepal. Pihaknya tengah berpacu dengan waktu untuk mengurangi risiko banjir susulan di titik perbatasan yang menghubungkan wilayah Tibet dengan Nepal&amp;mdash;lokasi yang sebelumnya telah dilanda bencana.&#13;
&#13;
Pada Kamis, Nepal dan China sama-sama memperingatkan adanya risiko banjir baru di wilayah Himalaya, menyusul ancaman jebolnya bendungan alami dari material reruntuhan yang membentuk dua danau penghalang di kedua sisi perbatasan.&#13;
&#13;
Menurut laporan penyiar negara CCTV pada Jumat, otoritas China telah mengerahkan tim teknis beranggotakan delapan orang untuk melakukan survei udara dan pemodelan 3D terhadap danau penghalang tersebut.&#13;
&#13;
Salah satu insinyur, Chen Hanxiao, mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi mencakup sulitnya akses menuju lokasi tersebut.&#13;
&#13;
&amp;quot;Setelah runtuhnya gletser membentuk danau, banyak tebing curam yang terisolasi muncul di sepanjang tepiannya,&amp;quot; ujar Chen kepada CCTV pada Kamis malam.&#13;
&#13;
Chen menjelaskan bahwa pendekatan umum untuk mengurangi ancaman dari danau tersebut adalah dengan menggali saluran drainase di titik yang lebih rendah pada bendungan alami itu. Namun, penentuan lebar dan kedalaman saluran tersebut memerlukan perhitungan yang didasarkan pada kecepatan aliran air serta seberapa cepat danau akan terisi kembali.&#13;
&#13;
Data survei menunjukkan bahwa danau tersebut memiliki panjang sekitar 150 meter dan kedalaman 40&amp;ndash;50 meter, dengan volume air yang tertampung mencapai 1,5&amp;ndash;2 juta meter kubik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Tugas mereka selanjutnya adalah memantau kondisi danau dan mengumpulkan data dari dasar danau, serta melakukan pemantauan cuaca dalam beberapa hari mendatang.&#13;
&#13;
Wilayah pelabuhan perbatasan Gyirong telah mengalami curah hujan ringan hingga sedang yang menyebabkan tanah dan batuan di sekitar zona rawan di bagian hulu menjadi gembur dan tidak stabil. Hujan diperkirakan akan terus turun sepanjang minggu mendatang.&#13;
&#13;
Pada Kamis, China memperingatkan bahwa 3 juta meter kubik air&amp;mdash;setara dengan sekitar 1.200 kolam renang ukuran Olimpiade&amp;mdash;diperkirakan akan mengalir masuk ke danau yang terbentuk akibat bendungan alami tersebut dalam tiga hari ke depan. Hal ini menimbulkan risiko tinggi terjadinya bendungan jebol, dengan puncak aliran diperkirakan terjadi sekitar tanggal 1 September.&#13;
&#13;
Terbentuknya danau bendungan alami ini terekam dalam gambar udara yang diambil oleh tim penyelamat China dan ditayangkan oleh penyiar negara CGTN. Rekaman tersebut memperlihatkan massa air berwarna cokelat yang terkumpul di sebuah cekungan tanpa saluran keluar yang terlihat; air tersebut telah menenggelamkan semak-semak serta pepohonan dan tampak menekan penghalang yang terbentuk dari tumpukan puing dan bebatuan.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
