<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bakom RI Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 iNews Media Group, Komitmen Rangkul Pers Hingga Konten Kreator</title><description>Selain itu, ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Bakom RI saat ini yang cukup berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/337/3238714/bakom-ri-raih-penghargaan-pemimpin-daerah-awards-2026-inews-media-group-komitmen-rangkul-pers-hingga-konten-kreator</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/28/337/3238714/bakom-ri-raih-penghargaan-pemimpin-daerah-awards-2026-inews-media-group-komitmen-rangkul-pers-hingga-konten-kreator"/><item><title>Bakom RI Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 iNews Media Group, Komitmen Rangkul Pers Hingga Konten Kreator</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/337/3238714/bakom-ri-raih-penghargaan-pemimpin-daerah-awards-2026-inews-media-group-komitmen-rangkul-pers-hingga-konten-kreator</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/28/337/3238714/bakom-ri-raih-penghargaan-pemimpin-daerah-awards-2026-inews-media-group-komitmen-rangkul-pers-hingga-konten-kreator</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2026 10:51 WIB</pubDate><dc:creator>Niko Prayoga </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/28/337/3238714/pemerintah-cYkw_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Bakom RI Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 iNews Media Group</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/28/337/3238714/pemerintah-cYkw_large.jpg</image><title>Bakom RI Raih Penghargaan Pemimpin Daerah Awards 2026 iNews Media Group</title></images><description>JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintahan Republik Indonesia (Bakom RI) berhasil meraih penghargaan kategori Transformasi Komunikasi Digital dan Kolaborasi Nasional dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 yang digelar iNews Media Group di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam.&#13;
&#13;
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan Republik Indonesia, Muhammad Qodari yang hadir di lokasi. Dalam momen itu, Qodari mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada iNews Media Group atas penghargaan yang diberikan kepada Bakom RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama, kami dari Bakom mengucapkan terima kasih kepada iNews atas apresiasi yang telah diberikan,&amp;rdquo; ungkap Qodari di atas panggung.&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Bakom RI saat ini yang cukup berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, ada tiga kategori yang saya ini tengah diidentifikasi oleh Bakom. Pertama adalah Established Media seperti media konvensional dan pers, kedua adalah media sosial dan ketiga adalah media hibrida atau media baru yang aktif di media sosial seperti influencer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang ini, kami mengidentifikasi ada tiga kategori. Pertama, ada established media terutama media yang konvensional atau pers. Yang kedua, ada media sosial. Kemudian yang ketiga, ada hibrida namanya media baru, yang dulu disebut sebagai influencer, media sosial, tetapi kegiatan-kegiatannya seperti pers,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Selain tiga kategori di atas, ia juga menyoroti kategori media deep fake yang berpotensi penyebaran atau timbulnya hoaks. Maka dari itu, media pers serta media baru harus dirangkul agar meminimalisir informasi hoaks tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, yang keempat adalah media deepfake atau hoaks. Kami percaya bahwa musuh kita itu adalah deepfake. Pers teman, media sosial juga sahabat, dan media baru juga harus kita rangkul,&amp;rdquo; tambah Qodari.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, dan konsumsi media yang sudah sangat berbeda, masyarakat tidak bisa hanya terpaku pada satu media. Maka dari itu berbagai kategori media lain juga harus dirangkul.&#13;
&#13;
Salah satunya dengan wacana sertifikasi konten kreator agar bisa mengetahui batasan-batasan profesional dan mengantisipasi potensi negatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, terus terang kami di Bakom wacanakan kalau ada yang namanya sertifikasi wartawan, ada pelatihan wartawan, mengapa tidak ada pelatihan dan sertifikasi content creator? Supaya mereka paham batasan-batasan profesional, termasuk juga bisa mengantisipasi berbagai macam potensi negatif,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Komunikasi Pemerintahan Republik Indonesia (Bakom RI) berhasil meraih penghargaan kategori Transformasi Komunikasi Digital dan Kolaborasi Nasional dalam ajang Pemimpin Daerah Awards 2026 yang digelar iNews Media Group di Jakarta Concert Hall, iNews Tower Jakarta, Kamis (27/8/2026) malam.&#13;
&#13;
Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintahan Republik Indonesia, Muhammad Qodari yang hadir di lokasi. Dalam momen itu, Qodari mengungkapkan rasa syukur dan terimakasih kepada iNews Media Group atas penghargaan yang diberikan kepada Bakom RI.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Pertama-tama, kami dari Bakom mengucapkan terima kasih kepada iNews atas apresiasi yang telah diberikan,&amp;rdquo; ungkap Qodari di atas panggung.&#13;
&#13;
Selain itu, ia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi Bakom RI saat ini yang cukup berbeda dengan beberapa dekade sebelumnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Menurutnya, ada tiga kategori yang saya ini tengah diidentifikasi oleh Bakom. Pertama adalah Established Media seperti media konvensional dan pers, kedua adalah media sosial dan ketiga adalah media hibrida atau media baru yang aktif di media sosial seperti influencer.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Sekarang ini, kami mengidentifikasi ada tiga kategori. Pertama, ada established media terutama media yang konvensional atau pers. Yang kedua, ada media sosial. Kemudian yang ketiga, ada hibrida namanya media baru, yang dulu disebut sebagai influencer, media sosial, tetapi kegiatan-kegiatannya seperti pers,&amp;rdquo; kata dia.&#13;
&#13;
Selain tiga kategori di atas, ia juga menyoroti kategori media deep fake yang berpotensi penyebaran atau timbulnya hoaks. Maka dari itu, media pers serta media baru harus dirangkul agar meminimalisir informasi hoaks tersebut.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Nah, yang keempat adalah media deepfake atau hoaks. Kami percaya bahwa musuh kita itu adalah deepfake. Pers teman, media sosial juga sahabat, dan media baru juga harus kita rangkul,&amp;rdquo; tambah Qodari.&#13;
&#13;
Lebih lanjut, ia menilai bahwa di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, dan konsumsi media yang sudah sangat berbeda, masyarakat tidak bisa hanya terpaku pada satu media. Maka dari itu berbagai kategori media lain juga harus dirangkul.&#13;
&#13;
Salah satunya dengan wacana sertifikasi konten kreator agar bisa mengetahui batasan-batasan profesional dan mengantisipasi potensi negatif.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Jadi, terus terang kami di Bakom wacanakan kalau ada yang namanya sertifikasi wartawan, ada pelatihan wartawan, mengapa tidak ada pelatihan dan sertifikasi content creator? Supaya mereka paham batasan-batasan profesional, termasuk juga bisa mengantisipasi berbagai macam potensi negatif,&amp;rdquo; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
