<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lansia Pedagang Cermin di Pejompongan Meninggal Dunia Saat Kerusuhan di Benhil</title><description>Keluarga sempat mencari keberadaan Bambang di beberapa rumah sakit. &#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/338/3238826/lansia-pedagang-cermin-di-pejompongan-meninggal-dunia-saat-kerusuhan-di-benhil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/28/338/3238826/lansia-pedagang-cermin-di-pejompongan-meninggal-dunia-saat-kerusuhan-di-benhil"/><item><title>Lansia Pedagang Cermin di Pejompongan Meninggal Dunia Saat Kerusuhan di Benhil</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/28/338/3238826/lansia-pedagang-cermin-di-pejompongan-meninggal-dunia-saat-kerusuhan-di-benhil</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/28/338/3238826/lansia-pedagang-cermin-di-pejompongan-meninggal-dunia-saat-kerusuhan-di-benhil</guid><pubDate>Jum'at 28 Agustus 2026 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Tim iNews Media Group </dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/28/338/3238826/suasana_rumah_duka-Wwpm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Suasana rumah duka Bambang yang meninggal dunia saat kerusuhan d Pejompongan. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/28/338/3238826/suasana_rumah_duka-Wwpm_large.jpg</image><title>Suasana rumah duka Bambang yang meninggal dunia saat kerusuhan d Pejompongan. </title></images><description>JAKARTA - Seorang lansia warga Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Bambang Setiyawan (60), meninggal dunia usai pecahnya kericuhan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) malam. Bambang diketahui sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.&#13;
&#13;
Titin (54), istri Ketua RT 02/RW 06 Pejompongan, mengatakan Bambang keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB saat situasi di sekitar lokasi sudah ramai oleh massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu sekitar kurang lebih jam 10 malam, almarhum keluar dari sini pakai baju hitam-hitam, kaos hitam, celana hitam,&amp;quot; kata Titin di rumah duka, Jumat (28/8/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, saat itu massa yang berada di sekitar lokasi sempat berlarian setelah terjadi penyemprotan gas air mata. Warga kemudian berupaya mencari perlindungan ke gang-gang permukiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba tuh massa dilemparin gas air mata terus pada kabur ke sini anak-anak ya, kebanyakan sih anak-anak. Terus ya campurlah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Titin mengaku sempat berbincang dengan Bambang sebelum pria yang akrab disapa Bembeng itu menuju ke arah tokonya untuk mengunci pintu di tengah kerusuhan. Namun, tak lama setelahnya, sosoknya hilang dari pandangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, ternyata dia ke depan nggak pakai alas kaki. Nggak pakai alas kaki dia, jinjit tuh, ke sana jinjit,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Titin, setelah itu dirinya tidak lagi melihat Bambang. Namun, ia mengaku sempat melihat peristiwa yang menimpa seorang pemuda bernama Fatur (18), warga yang juga sempat dicari keluarganya usai kericuhan. Kini Fatur mengalami luka berat akibat dikeroyok massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fatur yang usia 18 tahun itu. Itu yang jelas banget tuh digebukin. Kalau Pak Bambang saya nggak terlalu jelas ya,&amp;quot; sambung Titin.&#13;
&#13;
Ia juga mengatakan Fatur sempat diseret saat berada di sekitar gang permukiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus massa datang terus diseret, digebukin. Itu si Fatur ya, kalau Pak Bambang saya nggak tahu nih,&amp;quot; kata Titin.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bambang tak kunjung pulang hingga dini hari. Keluarga kemudian mencari keberadaannya ke sejumlah rumah sakit, mulai dari RS Pelni Petamburan, RSAL Mintohardjo, hingga RS Tarakan. Namun, korban belum ditemukan.&#13;
&#13;
Titik terang diperoleh setelah anak kedua Bambang kembali mendatangi RSAL Mintohardjo sambil membawa foto korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;&amp;#39;Benar itu bapaknya,&amp;#39; tapi sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri,&amp;quot; kata Titin menirukan informasi yang diterima keluarga dari petugas rumah sakit.&#13;
&#13;
Saat keluarga kembali ke lingkungan rumahnya, kabar duka pun diterima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahu-tahu sudah pada geger di sini katanya Pak Bambang sudah ditemukan, tetapi sudah dalam keadaan meninggal,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Seorang lansia warga Bendungan Hilir (Benhil), Tanah Abang, Jakarta Pusat, Bambang Setiyawan (60), meninggal dunia usai pecahnya kericuhan di kawasan Jalan Pejompongan Raya, Jakarta Pusat, Jumat (28/8/2026) malam. Bambang diketahui sehari-hari berjualan cermin di pinggir Jalan Pejompongan Raya.&#13;
&#13;
Titin (54), istri Ketua RT 02/RW 06 Pejompongan, mengatakan Bambang keluar rumah sekitar pukul 22.00 WIB saat situasi di sekitar lokasi sudah ramai oleh massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Itu sekitar kurang lebih jam 10 malam, almarhum keluar dari sini pakai baju hitam-hitam, kaos hitam, celana hitam,&amp;quot; kata Titin di rumah duka, Jumat (28/8/2026).&#13;
&#13;
Menurut dia, saat itu massa yang berada di sekitar lokasi sempat berlarian setelah terjadi penyemprotan gas air mata. Warga kemudian berupaya mencari perlindungan ke gang-gang permukiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tiba-tiba tuh massa dilemparin gas air mata terus pada kabur ke sini anak-anak ya, kebanyakan sih anak-anak. Terus ya campurlah,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Titin mengaku sempat berbincang dengan Bambang sebelum pria yang akrab disapa Bembeng itu menuju ke arah tokonya untuk mengunci pintu di tengah kerusuhan. Namun, tak lama setelahnya, sosoknya hilang dari pandangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nah, ternyata dia ke depan nggak pakai alas kaki. Nggak pakai alas kaki dia, jinjit tuh, ke sana jinjit,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Menurut Titin, setelah itu dirinya tidak lagi melihat Bambang. Namun, ia mengaku sempat melihat peristiwa yang menimpa seorang pemuda bernama Fatur (18), warga yang juga sempat dicari keluarganya usai kericuhan. Kini Fatur mengalami luka berat akibat dikeroyok massa.&#13;
&#13;
&amp;quot;Fatur yang usia 18 tahun itu. Itu yang jelas banget tuh digebukin. Kalau Pak Bambang saya nggak terlalu jelas ya,&amp;quot; sambung Titin.&#13;
&#13;
Ia juga mengatakan Fatur sempat diseret saat berada di sekitar gang permukiman.&#13;
&#13;
&amp;quot;Terus massa datang terus diseret, digebukin. Itu si Fatur ya, kalau Pak Bambang saya nggak tahu nih,&amp;quot; kata Titin.&#13;
&#13;
Sementara itu, Bambang tak kunjung pulang hingga dini hari. Keluarga kemudian mencari keberadaannya ke sejumlah rumah sakit, mulai dari RS Pelni Petamburan, RSAL Mintohardjo, hingga RS Tarakan. Namun, korban belum ditemukan.&#13;
&#13;
Titik terang diperoleh setelah anak kedua Bambang kembali mendatangi RSAL Mintohardjo sambil membawa foto korban.&#13;
&#13;
&amp;quot;&amp;#39;Benar itu bapaknya,&amp;#39; tapi sudah dibawa ke Rumah Sakit Polri,&amp;quot; kata Titin menirukan informasi yang diterima keluarga dari petugas rumah sakit.&#13;
&#13;
Saat keluarga kembali ke lingkungan rumahnya, kabar duka pun diterima.&#13;
&#13;
&amp;quot;Tahu-tahu sudah pada geger di sini katanya Pak Bambang sudah ditemukan, tetapi sudah dalam keadaan meninggal,&amp;quot; ujarnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
