<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar</title><description>BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/29/340/3238925/waspada-gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-dan-guguran-lahar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/29/340/3238925/waspada-gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-dan-guguran-lahar"/><item><title>Waspada! Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/29/340/3238925/waspada-gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-dan-guguran-lahar</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/29/340/3238925/waspada-gunung-merapi-kembali-luncurkan-awan-panas-dan-guguran-lahar</guid><pubDate>Sabtu 29 Agustus 2026 11:01 WIB</pubDate><dc:creator>Yuwantoro Winduajie</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/29/340/3238925/viral-9ySO_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/29/340/3238925/viral-9ySO_large.jpg</image><title>Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas dan Guguran Lahar</title></images><description>YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran. &amp;nbsp;Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awan panas teramati mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Sat/Putih,&amp;quot; tulis BPPTKG, dikutip pada Sabtu (29/8/2026).&#13;
&#13;
BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, berdasarkan laporan pengamatan BPPTKG periode 29 Agustus 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava ke arah barat daya.&#13;
&#13;
Petugas mengamati enam kali guguran lava ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,9 kilometer serta tiga kali guguran lava ke hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan terjadi di sekitar Gunung Merapi.&#13;
&#13;
Selain itu, warga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi. Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga (Level III).&#13;
</description><content:encoded>YOGYAKARTA - Gunung Merapi di perbatasan DIY dan Jawa Tengah terpantau meluncurkan awan panas guguran. &amp;nbsp;Berdasarkan informasi Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran dengan estimasi jarak luncur sejauh 2.000 meter.&#13;
&#13;
&amp;quot;Awan panas teramati mengarah ke barat daya atau ke hulu Kali Sat/Putih,&amp;quot; tulis BPPTKG, dikutip pada Sabtu (29/8/2026).&#13;
&#13;
BPPTKG mencatat awan panas guguran itu memiliki amplitudo maksimum 31,9 milimeter dengan durasi 142,28 detik.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sebelumnya, berdasarkan laporan pengamatan BPPTKG periode 29 Agustus 2026 pukul 00.00-06.00 WIB, aktivitas Merapi masih didominasi guguran lava ke arah barat daya.&#13;
&#13;
Petugas mengamati enam kali guguran lava ke hulu Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1,9 kilometer serta tiga kali guguran lava ke hulu Kali Sat/Putih dengan jarak luncur maksimum 2 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG mengingatkan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara pada sektor tenggara, potensi bahaya berada di Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.&#13;
&#13;
BPPTKG juga mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di daerah potensi bahaya serta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran, terutama saat hujan terjadi di sekitar Gunung Merapi.&#13;
&#13;
Selain itu, warga diminta mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik jika terjadi erupsi. Saat ini status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada tingkat Siaga (Level III).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
