<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Catat 9.765 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 155 Dirasakan Masyarakat</title><description>Gempa susulan diperkirakan masih akan terus berlangsung hingga beberapa pekan ke depan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/30/337/3239055/bmkg-catat-9-765-gempa-susulan-pascagempa-m7-7-flores-155-dirasakan-masyarakat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/08/30/337/3239055/bmkg-catat-9-765-gempa-susulan-pascagempa-m7-7-flores-155-dirasakan-masyarakat"/><item><title>BMKG Catat 9.765 Gempa Susulan Pascagempa M7,7 Flores, 155 Dirasakan Masyarakat</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/08/30/337/3239055/bmkg-catat-9-765-gempa-susulan-pascagempa-m7-7-flores-155-dirasakan-masyarakat</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/08/30/337/3239055/bmkg-catat-9-765-gempa-susulan-pascagempa-m7-7-flores-155-dirasakan-masyarakat</guid><pubDate>Minggu 30 Agustus 2026 09:03 WIB</pubDate><dc:creator>Binti Mufarida</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/30/337/3239055/gempa_susulan_masih_terus_berlangsung_di_flores-WalI_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gempa susulan masih terus berlangsung di Flores. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/30/337/3239055/gempa_susulan_masih_terus_berlangsung_di_flores-WalI_large.jpg</image><title>Gempa susulan masih terus berlangsung di Flores. </title></images><description>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 9.765 gempa susulan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa utama bermagnitudo M7,7. Jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil pemantauan BMKG hingga Minggu (30/8/2026) pukul 05.00 WIB.&#13;
&#13;
Dari total gempa susulan tersebut, kekuatan gempa bervariasi mulai dari yang terkecil M1,0 hingga yang terbesar mencapai M6,2. BMKG mencatat 35 gempa di antaranya memiliki magnitudo di atas M5,0, dan sebanyak 155 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.&#13;
&#13;
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,&amp;quot; kata Wijayanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sejumlah gempa susulan memicu guncangan signifikan dengan skala intensitas IV&amp;ndash;VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat.&#13;
&#13;
Guncangan kuat di antaranya terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, disusul gempa M5,8 pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB, serta gempa signifikan M5,8 pada hari yang sama pukul 09.47 WIB.&#13;
&#13;
Guncangan beruntun tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang terdampak, sekaligus memicu tanah longsor di beberapa titik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasil relokasi BMKG menunjukkan bahwa sebaran gempa susulan tidak terjadi secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti struktur Flores Back-arc Thrust.&#13;
&#13;
Sementara itu, menurut Wijayanto, klaster gempa susulan lainnya juga muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.&#13;
&#13;
Data seismisitas harian menunjukkan fokus aktivitas gempa bergerak secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat pascagempa utama, aktivitas terdistribusi di seluruh klaster dari timur ke barat.&#13;
&#13;
Namun pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terpusat di klaster bagian barat, sedangkan aktivitas di klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.&#13;
&#13;
Guna memantau perkembangan aktivitas gempa, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam nonstop.&#13;
&#13;
BMKG secara berkelanjutan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi lokasi, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa. Langkah ini dilakukan guna memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan instansi terkait tetap akurat serta tepat waktu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa, serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA &amp;mdash; Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 9.765 gempa susulan mengguncang Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pascagempa utama bermagnitudo M7,7. Jumlah tersebut merupakan akumulasi hasil pemantauan BMKG hingga Minggu (30/8/2026) pukul 05.00 WIB.&#13;
&#13;
Dari total gempa susulan tersebut, kekuatan gempa bervariasi mulai dari yang terkecil M1,0 hingga yang terbesar mencapai M6,2. BMKG mencatat 35 gempa di antaranya memiliki magnitudo di atas M5,0, dan sebanyak 155 gempa susulan dirasakan langsung oleh masyarakat.&#13;
&#13;
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, sebelumnya menyampaikan bahwa rangkaian gempa susulan diperkirakan masih akan berlangsung selama tiga hingga empat minggu ke depan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Aktivitas gempa susulan pada beberapa hari pertama masih relatif tinggi dan belum menunjukkan pola peluruhan yang signifikan. Jumlah gempa per 24 jam tercatat 704 kejadian pada hari pertama, meningkat menjadi 746 pada hari kedua, kemudian berkisar 668, 649, dan 627 kejadian pada hari ketiga hingga kelima, namun naik lagi menjadi 802 kejadian pada hari keenam,&amp;quot; kata Wijayanto.&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan BMKG, sejumlah gempa susulan memicu guncangan signifikan dengan skala intensitas IV&amp;ndash;VI MMI yang dirasakan kuat oleh warga setempat.&#13;
&#13;
Guncangan kuat di antaranya terjadi pada 19 Agustus 2026 pukul 23.17 WIB berkekuatan M5,6, disusul gempa M5,8 pada 20 Agustus 2026 pukul 05.45 WIB, serta gempa signifikan M5,8 pada hari yang sama pukul 09.47 WIB.&#13;
&#13;
Guncangan beruntun tersebut memicu kerusakan susulan pada sejumlah struktur bangunan dan jembatan yang terdampak, sekaligus memicu tanah longsor di beberapa titik.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Hasil relokasi BMKG menunjukkan bahwa sebaran gempa susulan tidak terjadi secara homogen, melainkan membentuk beberapa klaster. Klaster utama berada di sekitar zona sumber gempa M7,7 di utara Nagekeo dan membentang mengikuti struktur Flores Back-arc Thrust.&#13;
&#13;
Sementara itu, menurut Wijayanto, klaster gempa susulan lainnya juga muncul di bagian barat zona sumber utama, tepatnya di sebelah utara Kabupaten Manggarai.&#13;
&#13;
Data seismisitas harian menunjukkan fokus aktivitas gempa bergerak secara dinamis. Pada hari pertama hingga keempat pascagempa utama, aktivitas terdistribusi di seluruh klaster dari timur ke barat.&#13;
&#13;
Namun pada hari kelima dan keenam, aktivitas seismik bergeser dan lebih terpusat di klaster bagian barat, sedangkan aktivitas di klaster bagian timur mulai menurun secara bertahap.&#13;
&#13;
Guna memantau perkembangan aktivitas gempa, BMKG terus mengoperasikan sistem pemantauan secara real-time selama 24 jam nonstop.&#13;
&#13;
BMKG secara berkelanjutan menganalisis jumlah kejadian, magnitudo, distribusi lokasi, arah pergerakan aktivitas, hingga karakteristik sumber gempa. Langkah ini dilakukan guna memastikan informasi yang disampaikan kepada masyarakat dan instansi terkait tetap akurat serta tepat waktu.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BMKG mengimbau masyarakat di wilayah terdampak untuk tetap tenang serta tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Masyarakat juga diminta menghindari bangunan yang mengalami retak atau kerusakan akibat gempa, serta tetap mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan,&amp;quot; imbaunya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
