<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BNPB Deteksi 4 Titik Api Karhutla di Riau, 135 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan</title><description>Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran tersebut turut menyebabkan kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/01/337/3239497/bnpb-deteksi-4-titik-api-karhutla-di-riau-135-hektare-lahan-berhasil-dipadamkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/01/337/3239497/bnpb-deteksi-4-titik-api-karhutla-di-riau-135-hektare-lahan-berhasil-dipadamkan"/><item><title>BNPB Deteksi 4 Titik Api Karhutla di Riau, 135 Hektare Lahan Berhasil Dipadamkan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/01/337/3239497/bnpb-deteksi-4-titik-api-karhutla-di-riau-135-hektare-lahan-berhasil-dipadamkan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/01/337/3239497/bnpb-deteksi-4-titik-api-karhutla-di-riau-135-hektare-lahan-berhasil-dipadamkan</guid><pubDate>Selasa 01 September 2026 17:30 WIB</pubDate><dc:creator>Danandaya Arya putra</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/01/337/3239497/berton_sp_panjaitan-YIc1_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan (foto: dok ist)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/01/337/3239497/berton_sp_panjaitan-YIc1_large.jpg</image><title>Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan (foto: dok ist)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran tersebut turut menyebabkan kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan karhutla di Provinsi Riau. Termonitor bahwa ada empat titik api dan menyebabkan juga kualitas udara umumnya sedang dan tidak sehat. Adapun jarak pandang relatif normal di atas 9 kilometer,&amp;quot; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
Meski masih dilanda karhutla, Berton menyebut kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka. Hal tersebut menunjukkan aktivitas masyarakat masih berjalan normal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu car free day dilaksanakan di sana. Ini menandakan bahwa cuaca, eh, kualitas udara di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, BNPB memastikan upaya pemadaman karhutla tetap dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara. Satgas darat melakukan pemadaman di enam kabupaten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Luas yang telah dipadamkan per tanggal 31 Agustus kemarin sebesar 126,65 hektare lebih. Ini melalui satgas darat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam upaya penanganan karhutla, satgas udara mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan pemantauan hotspot dan arah sebaran asap, serta tiga unit helikopter untuk melakukan water bombing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Air yang disalurkan atau disebarkan melalui udara sebesar 516.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini sebanyak 8,8 hektare,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Jika digabungkan, luas lahan yang berhasil dipadamkan melalui satgas darat dan water bombing mencapai sekitar 135,45 hektare.&#13;
&#13;
Ia menegaskan pihaknya hingga saat ini belum bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan. Hal tersebut disebabkan tidak adanya potensi awan yang dapat menjadi target penyemaian.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat empat titik api kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau. Kebakaran tersebut turut menyebabkan kualitas udara berada pada kategori sedang hingga tidak sehat.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penanganan karhutla di Provinsi Riau. Termonitor bahwa ada empat titik api dan menyebabkan juga kualitas udara umumnya sedang dan tidak sehat. Adapun jarak pandang relatif normal di atas 9 kilometer,&amp;quot; kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
Meski masih dilanda karhutla, Berton menyebut kegiatan belajar mengajar tetap dilaksanakan secara tatap muka. Hal tersebut menunjukkan aktivitas masyarakat masih berjalan normal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami bisa menyampaikan juga bahwa hari Minggu yang lalu car free day dilaksanakan di sana. Ini menandakan bahwa cuaca, eh, kualitas udara di Riau, khususnya di Kota Pekanbaru, sudah membaik dan kita berharap dan berdoa senantiasa kualitas ini tetap terjaga dengan baik,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Meski demikian, BNPB memastikan upaya pemadaman karhutla tetap dilakukan melalui satgas darat dan satgas udara. Satgas darat melakukan pemadaman di enam kabupaten.&#13;
&#13;
&amp;quot;Luas yang telah dipadamkan per tanggal 31 Agustus kemarin sebesar 126,65 hektare lebih. Ini melalui satgas darat,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Sementara itu, dalam upaya penanganan karhutla, satgas udara mengerahkan dua unit helikopter untuk melakukan pemantauan hotspot dan arah sebaran asap, serta tiga unit helikopter untuk melakukan water bombing.&#13;
&#13;
&amp;quot;Air yang disalurkan atau disebarkan melalui udara sebesar 516.000 liter air. Luas yang dipadamkan melalui water bombing ini sebanyak 8,8 hektare,&amp;quot; sambungnya.&#13;
&#13;
Jika digabungkan, luas lahan yang berhasil dipadamkan melalui satgas darat dan water bombing mencapai sekitar 135,45 hektare.&#13;
&#13;
Ia menegaskan pihaknya hingga saat ini belum bisa melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menurunkan hujan buatan. Hal tersebut disebabkan tidak adanya potensi awan yang dapat menjadi target penyemaian.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
