<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pramono Minta Warga Jakarta Tak Menutup Diri terhadap Sensus Ekonomi</title><description>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga Jakarta untuk terbuka dan membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 15 September 2026.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/01/338/3239354/pramono-minta-warga-jakarta-tak-menutup-diri-terhadap-sensus-ekonomi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/01/338/3239354/pramono-minta-warga-jakarta-tak-menutup-diri-terhadap-sensus-ekonomi"/><item><title>Pramono Minta Warga Jakarta Tak Menutup Diri terhadap Sensus Ekonomi</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/01/338/3239354/pramono-minta-warga-jakarta-tak-menutup-diri-terhadap-sensus-ekonomi</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/01/338/3239354/pramono-minta-warga-jakarta-tak-menutup-diri-terhadap-sensus-ekonomi</guid><pubDate>Selasa 01 September 2026 04:01 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/08/31/338/3239354/pramono_anung-VWcn_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/08/31/338/3239354/pramono_anung-VWcn_large.jpg</image><title>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (Foto: Danandaya Arya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga Jakarta untuk terbuka dan membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 15 September 2026.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Pramono setelah bertemu dengan BPS di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026). Pramono menyebutkan, dirinya telah memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas BPS yang hari ini secara langsung menanyakan sesuai dengan tugas yang ditugaskan dalam sensus yang dilakukan kali ini. Saya sudah menjawab secara apa adanya,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono turut mengajak masyarakat Jakarta, khususnya yang masih menutup diri, untuk membantu petugas BPS dalam menjalankan tugas pendataan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya juga mengimbau kepada masyarakat di Jakarta untuk membantu BPS dalam rangka tugas mereka melakukan sensus, terutama bagi masyarakat-masyarakat yang masih menutup diri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan tugas konstitusional. Menurutnya, masyarakat diminta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa ini adalah tugas konstitusi yang diatur oleh konstitusi, dan masyarakat diminta untuk menyampaikan, memberikan jawaban apa adanya,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Pramono memastikan data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan urusan perpajakan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi ekonomi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak ada hubungan sama sekali dengan, misalnya, perpajakan ataupun dengan hal-hal lain. Ini betul-betul adalah Sensus Ekonomi untuk mengetahui potret tentang kondisi dan keadaan di Jakarta,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pusat Statistik (BPS) RI Zulkipli menyampaikan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta masih terus dilakukan hingga 15 September mendatang.&#13;
&#13;
BPS akan kembali mendatangi perusahaan atau pelaku usaha yang sebelumnya belum berhasil ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sebenarnya kami sudah melakukan dari prelis yang ada itu sebesar 111% untuk kondisi DKI. Namun demikian, dari 111% itu masih ada beberapa yang tidak kami temukan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan, masih ada sejumlah data yang perlu ditelusuri, termasuk dokumen yang berada di tempat usaha yang belum ditemukan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nantinya akan kita telusuri,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
BPS akan memanfaatkan waktu hingga 15 September untuk kembali mendatangi perusahaan yang belum terdata maupun yang belum ditemukan dalam daftar awal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita harapkan bahwa masa yang sekarang ini, waktu-waktu yang sampai dengan tanggal 15 September nanti, kami akan mendapatkan kembali, mendatangi kembali perusahaan-perusahaan itu, serta menemukan kembali yang tadinya belum ditemukan dalam prelis kami,&amp;quot; katanya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta warga Jakarta untuk terbuka dan membantu petugas Badan Pusat Statistik (BPS) dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang berlangsung hingga 15 September 2026.&#13;
&#13;
Hal itu disampaikan Pramono setelah bertemu dengan BPS di Balai Kota Jakarta, Senin (31/8/2026). Pramono menyebutkan, dirinya telah memberikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas sensus.&#13;
&#13;
&amp;quot;Petugas BPS yang hari ini secara langsung menanyakan sesuai dengan tugas yang ditugaskan dalam sensus yang dilakukan kali ini. Saya sudah menjawab secara apa adanya,&amp;quot; kata Pramono.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Pramono turut mengajak masyarakat Jakarta, khususnya yang masih menutup diri, untuk membantu petugas BPS dalam menjalankan tugas pendataan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Saya juga mengimbau kepada masyarakat di Jakarta untuk membantu BPS dalam rangka tugas mereka melakukan sensus, terutama bagi masyarakat-masyarakat yang masih menutup diri,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Ia menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi merupakan tugas konstitusional. Menurutnya, masyarakat diminta memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya.&#13;
&#13;
&amp;quot;Bahwa ini adalah tugas konstitusi yang diatur oleh konstitusi, dan masyarakat diminta untuk menyampaikan, memberikan jawaban apa adanya,&amp;quot; ungkapnya.&#13;
&#13;
Pramono memastikan data yang dikumpulkan dalam Sensus Ekonomi tidak berkaitan dengan urusan perpajakan. Pendataan tersebut dilakukan untuk mendapatkan gambaran kondisi ekonomi di Jakarta.&#13;
&#13;
&amp;quot;Ini tidak ada hubungan sama sekali dengan, misalnya, perpajakan ataupun dengan hal-hal lain. Ini betul-betul adalah Sensus Ekonomi untuk mengetahui potret tentang kondisi dan keadaan di Jakarta,&amp;quot; jelasnya.&#13;
&#13;
Sementara Sekretaris Utama (Sestama) Badan Pusat Statistik (BPS) RI Zulkipli menyampaikan pendataan Sensus Ekonomi 2026 di Jakarta masih terus dilakukan hingga 15 September mendatang.&#13;
&#13;
BPS akan kembali mendatangi perusahaan atau pelaku usaha yang sebelumnya belum berhasil ditemukan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi sebenarnya kami sudah melakukan dari prelis yang ada itu sebesar 111% untuk kondisi DKI. Namun demikian, dari 111% itu masih ada beberapa yang tidak kami temukan,&amp;quot; katanya.&#13;
&#13;
Ia mengungkapkan, masih ada sejumlah data yang perlu ditelusuri, termasuk dokumen yang berada di tempat usaha yang belum ditemukan petugas.&#13;
&#13;
&amp;quot;Nantinya akan kita telusuri,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
BPS akan memanfaatkan waktu hingga 15 September untuk kembali mendatangi perusahaan yang belum terdata maupun yang belum ditemukan dalam daftar awal.&#13;
&#13;
&amp;quot;Jadi kita harapkan bahwa masa yang sekarang ini, waktu-waktu yang sampai dengan tanggal 15 September nanti, kami akan mendapatkan kembali, mendatangi kembali perusahaan-perusahaan itu, serta menemukan kembali yang tadinya belum ditemukan dalam prelis kami,&amp;quot; katanya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
