<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ratusan Personel Polri Dikerahkan Tangani Erupsi Gunung Sinabung</title><description>Sebanyak 176 personel Polri dikerahkan untuk menangani dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/02/337/3239598/ratusan-personel-polri-dikerahkan-tangani-erupsi-gunung-sinabung</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/02/337/3239598/ratusan-personel-polri-dikerahkan-tangani-erupsi-gunung-sinabung"/><item><title>Ratusan Personel Polri Dikerahkan Tangani Erupsi Gunung Sinabung</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/02/337/3239598/ratusan-personel-polri-dikerahkan-tangani-erupsi-gunung-sinabung</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/02/337/3239598/ratusan-personel-polri-dikerahkan-tangani-erupsi-gunung-sinabung</guid><pubDate>Rabu 02 September 2026 03:02 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/02/337/3239598/gunung_sinabung-9zIa_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gunung Sinabung (Foto: PVMB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/02/337/3239598/gunung_sinabung-9zIa_large.jpg</image><title>Gunung Sinabung (Foto: PVMB)</title></images><description>JAKARTA - Sebanyak 176 personel Polri dikerahkan untuk menangani dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).&#13;
&#13;
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,&amp;rdquo; kata Trunoyudo di Jakarta, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00&amp;ndash;12.00 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50&amp;ndash;600 meter. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur&amp;ndash;tenggara.&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan tercatat berupa 9 kali gempa hembusan, 6 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.&#13;
&#13;
Untuk mendukung pengamanan dan keselamatan masyarakat, Polda Sumatera Utara menyiagakan 176 personel yang terdiri atas 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan 4 personel tim kesehatan.&#13;
&#13;
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, membantu pengaturan mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan cepat.&#13;
&#13;
Penanganan juga diperkuat sekitar 550 personel gabungan, terdiri atas 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo. Seluruh unsur bekerja secara terpadu di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait.&#13;
&#13;
Seiring peningkatan status Gunung Sinabung, radius aman ditetapkan hingga 6 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, risiko tinggi lontaran material berada di sekitar 3 kilometer.&#13;
&#13;
Wilayah Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Untuk mencegah masyarakat terpapar bahaya, kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta sterilisasi di wilayah yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk melihat aktivitas gunung atau mengambil gambar,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Sebanyak 176 personel Polri dikerahkan untuk menangani dan memperkuat kesiapsiagaan menghadapi erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara (Sumut).&#13;
&#13;
Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, Polri bersama seluruh unsur terkait akan terus hadir untuk memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Untuk menghindari jatuhnya korban luka dan jiwa, kami mengimbau masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, mengikuti setiap arahan personel Polri bersama tim gabungan di lapangan, dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama,&amp;rdquo; kata Trunoyudo di Jakarta, Selasa (1/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan hasil pemantauan pada 1 September 2026 pukul 06.00&amp;ndash;12.00 WIB, Gunung Sinabung mengeluarkan asap kawah berwarna putih hingga kelabu dengan ketinggian sekitar 50&amp;ndash;600 meter. Abu vulkanik terpantau bergerak ke arah timur&amp;ndash;tenggara.&#13;
&#13;
Aktivitas kegempaan tercatat berupa 9 kali gempa hembusan, 6 kali gempa vulkanik dalam, serta tremor menerus dengan amplitudo dominan 2 milimeter. Kondisi tersebut menjadi perhatian bersama karena aktivitas gunung api dapat berubah sewaktu-waktu.&#13;
&#13;
Untuk mendukung pengamanan dan keselamatan masyarakat, Polda Sumatera Utara menyiagakan 176 personel yang terdiri atas 92 personel Brimob, 80 personel Samapta, dan 4 personel tim kesehatan.&#13;
&#13;
Personel ditempatkan di sejumlah titik strategis untuk mengamankan wilayah rawan, membantu pengaturan mobilitas masyarakat, mendukung proses evakuasi, memberikan pelayanan kesehatan, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang benar dan cepat.&#13;
&#13;
Penanganan juga diperkuat sekitar 550 personel gabungan, terdiri atas 500 personel TNI dan 50 personel Pemerintah Kabupaten Karo. Seluruh unsur bekerja secara terpadu di bawah koordinasi pemerintah daerah dan instansi terkait.&#13;
&#13;
Seiring peningkatan status Gunung Sinabung, radius aman ditetapkan hingga 6 kilometer dari pusat aktivitas gunung. Sementara itu, risiko tinggi lontaran material berada di sekitar 3 kilometer.&#13;
&#13;
Wilayah Desa Payung dan Desa Kuta Tengah menjadi perhatian karena berpotensi terdampak awan panas. Untuk mencegah masyarakat terpapar bahaya, kawasan Lau Kawar dan kebun anggur ditutup sementara.&#13;
&#13;
&amp;quot;Polri bersama TNI, pemerintah daerah, BPBD, dan unsur terkait terus melakukan pemantauan serta sterilisasi di wilayah yang berpotensi membahayakan. Masyarakat juga diminta tidak mendekati kawasan tersebut, termasuk untuk melihat aktivitas gunung atau mengambil gambar,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
