<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BGN Sebut 80 Siswa Ponpes Manbaul Hikam Putat Masih Dirawat Usai Keracunan MBG</title><description>Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan terus memantau kondisi siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan makanan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239807/bgn-sebut-80-siswa-ponpes-manbaul-hikam-putat-masih-dirawat-usai-keracunan-mbg</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239807/bgn-sebut-80-siswa-ponpes-manbaul-hikam-putat-masih-dirawat-usai-keracunan-mbg"/><item><title>BGN Sebut 80 Siswa Ponpes Manbaul Hikam Putat Masih Dirawat Usai Keracunan MBG</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239807/bgn-sebut-80-siswa-ponpes-manbaul-hikam-putat-masih-dirawat-usai-keracunan-mbg</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239807/bgn-sebut-80-siswa-ponpes-manbaul-hikam-putat-masih-dirawat-usai-keracunan-mbg</guid><pubDate>Kamis 03 September 2026 04:10 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/02/337/3239807/anak_sakit-T47U_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Illustrasi anak sakit (foto: freepik)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/02/337/3239807/anak_sakit-T47U_large.jpg</image><title>Illustrasi anak sakit (foto: freepik)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan terus memantau kondisi siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan makanan.&#13;
&#13;
Sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, sementara 312 siswa sudah diperbolehkan pulang dan 120 lainnya masih menjalani observasi.&#13;
&#13;
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya akan mengawal kondisi siswa yang masih dirawat hingga dinyatakan pulih dan dapat kembali ke rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,&amp;quot; kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Ketut menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak serta keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama menjalani perawatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Investigasi Masih Berlangsung&#13;
&#13;
Di sisi lain, proses investigasi terkait dugaan keracunan tersebut masih berlangsung. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang dialami para siswa.&#13;
&#13;
BGN menyebut hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian tersebut.&#13;
&#13;
BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius dan menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan penerima manfaat. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,&amp;quot; tutur Ketut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan terus memantau kondisi siswa Pondok Pesantren Manbaul Hikam Putat, Sidoarjo, yang diduga mengalami keracunan makanan.&#13;
&#13;
Sebanyak 512 siswa telah mendapatkan penanganan medis. Dari jumlah tersebut, 80 siswa masih menjalani rawat inap, sementara 312 siswa sudah diperbolehkan pulang dan 120 lainnya masih menjalani observasi.&#13;
&#13;
Deputi Pemantauan dan Pengawasan BGN, Ketut Sumedana, mengatakan pihaknya akan mengawal kondisi siswa yang masih dirawat hingga dinyatakan pulih dan dapat kembali ke rumah.&#13;
&#13;
&amp;quot;BGN akan terus mengawal 80 siswa yang masih menjalani rawat inap dan memastikan mereka mendapatkan penanganan yang diperlukan hingga kondisi mereka kembali sehat dan dapat pulang ke rumah masing-masing,&amp;quot; kata Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
BGN juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan setempat dan pihak terkait untuk memastikan penanganan terhadap para siswa berjalan secara menyeluruh.&#13;
&#13;
Ketut menyampaikan keprihatinan kepada para siswa yang terdampak serta keluarga yang saat ini mendampingi mereka selama menjalani perawatan.&#13;
&#13;
&amp;quot;BGN menaruh perhatian serius terhadap kejadian ini. Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam, terutama kepada para siswa yang terdampak dan keluarga yang saat ini mendampingi,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Investigasi Masih Berlangsung&#13;
&#13;
Di sisi lain, proses investigasi terkait dugaan keracunan tersebut masih berlangsung. Pemeriksaan laboratorium dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti insiden yang dialami para siswa.&#13;
&#13;
BGN menyebut hasil pemeriksaan laboratorium nantinya akan menjadi bagian penting dalam mengungkap penyebab kejadian tersebut.&#13;
&#13;
BGN memastikan penanganan insiden dilakukan secara serius dan menyeluruh dengan mengutamakan keselamatan penerima manfaat. Peristiwa ini juga menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat pengawasan dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).&#13;
&#13;
&amp;quot;Kami berharap seluruh siswa yang terdampak dapat segera pulih, kembali berkumpul bersama keluarga, dan kembali beraktivitas seperti sedia kala. Keselamatan dan kesehatan setiap penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis adalah prioritas kami,&amp;quot; tutur Ketut.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
