<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Pesawat Garuda Alami Pecah Ban, Kemenhub: Penanganan Sesuai Prosedur Keselamatan</title><description>Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan insiden pecah ban yang dialami pesawat Garuda Indonesia dalam penerbangan Jakarta-Makassar, Kamis (3/9/2026), telah ditangani dengan mengacu pada prosedur keselamatan penerbangan.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239919/pesawat-garuda-alami-pecah-ban-kemenhub-penanganan-sesuai-prosedur-keselamatan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239919/pesawat-garuda-alami-pecah-ban-kemenhub-penanganan-sesuai-prosedur-keselamatan"/><item><title>Pesawat Garuda Alami Pecah Ban, Kemenhub: Penanganan Sesuai Prosedur Keselamatan</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239919/pesawat-garuda-alami-pecah-ban-kemenhub-penanganan-sesuai-prosedur-keselamatan</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/03/337/3239919/pesawat-garuda-alami-pecah-ban-kemenhub-penanganan-sesuai-prosedur-keselamatan</guid><pubDate>Kamis 03 September 2026 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Felldy Utama</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/03/337/3239919/pesawat_garuda_pecah_ban-6lfm_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pesawat Garuda mengalami pecah ban (Foto: Felldy Utama/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/03/337/3239919/pesawat_garuda_pecah_ban-6lfm_large.jpg</image><title>Pesawat Garuda mengalami pecah ban (Foto: Felldy Utama/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan insiden pecah ban yang dialami pesawat Garuda Indonesia dalam penerbangan Jakarta-Makassar, Kamis (3/9/2026), telah ditangani dengan mengacu pada prosedur keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA604 dengan registrasi PK-GFS dan jenis Boeing 737-800 mengalami masalah pada salah satu roda utama. Ban pada main wheel nomor 3 dilaporkan pecah setelah pesawat bertolak dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, laporan mengenai kondisi pesawat pertama kali diterima Tower JATSC Soekarno-Hatta sekitar pukul 05.52 WIB. Setelah dilakukan koordinasi, Pilot in Command (PIC) memutuskan penerbangan tetap dilanjutkan ke Makassar.&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi kondisi saat pesawat tiba di tujuan, koordinasi kemudian dilakukan dengan pihak Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan penanganan apabila terjadi runway blocked setelah pesawat mendarat sekaligus memastikan kesiapan operasional di landas pacu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesawat GA604 kemudian mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA,&amp;quot; kata Lukman, Kamis.&#13;
&#13;
Pasca-pendaratan, landas pacu ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional selama proses pemeriksaan dan penanganan pesawat berlangsung.&#13;
&#13;
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar kemudian berkoordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat. &amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian dilakukan towing dari runway menuju parking stand untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang dan awak pesawat juga telah mendapatkan penanganan. &amp;quot;Sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain menangani pesawat, Kemenhub memastikan pemeriksaan serta pembersihan landas pacu turut dilakukan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan operasional penerbangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dan akan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan insiden pecah ban yang dialami pesawat Garuda Indonesia dalam penerbangan Jakarta-Makassar, Kamis (3/9/2026), telah ditangani dengan mengacu pada prosedur keselamatan penerbangan.&#13;
&#13;
Pesawat Garuda Indonesia bernomor penerbangan GA604 dengan registrasi PK-GFS dan jenis Boeing 737-800 mengalami masalah pada salah satu roda utama. Ban pada main wheel nomor 3 dilaporkan pecah setelah pesawat bertolak dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta (CGK) menuju Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin (UPG).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, laporan mengenai kondisi pesawat pertama kali diterima Tower JATSC Soekarno-Hatta sekitar pukul 05.52 WIB. Setelah dilakukan koordinasi, Pilot in Command (PIC) memutuskan penerbangan tetap dilanjutkan ke Makassar.&#13;
&#13;
Untuk mengantisipasi kondisi saat pesawat tiba di tujuan, koordinasi kemudian dilakukan dengan pihak Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah tersebut dilakukan untuk mempersiapkan penanganan apabila terjadi runway blocked setelah pesawat mendarat sekaligus memastikan kesiapan operasional di landas pacu.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pesawat GA604 kemudian mendarat dengan selamat di landas pacu 03 Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin pada pukul 09.13 WITA,&amp;quot; kata Lukman, Kamis.&#13;
&#13;
Pasca-pendaratan, landas pacu ditutup sementara melalui NOTAM Nomor A3284/26. Penutupan dilakukan untuk menjaga keselamatan operasional selama proses pemeriksaan dan penanganan pesawat berlangsung.&#13;
&#13;
Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah V Makassar kemudian berkoordinasi dengan Tim Teknik Garuda Indonesia dan GMF AeroAsia untuk melakukan pemeriksaan terhadap pesawat. &amp;quot;Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, ditemukan adanya pecah ban pada main wheel nomor 3. Pesawat kemudian dilakukan towing dari runway menuju parking stand untuk selanjutnya menjalani pemeriksaan lebih lanjut dan proses perbaikan, termasuk penggantian main wheel,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
Dalam insiden tersebut, seluruh penumpang dan awak pesawat juga telah mendapatkan penanganan. &amp;quot;Sebanyak 141 penumpang dan 8 awak pesawat telah ditangani dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan sesuai ketentuan yang berlaku,&amp;quot; tuturnya.&#13;
&#13;
Selain menangani pesawat, Kemenhub memastikan pemeriksaan serta pembersihan landas pacu turut dilakukan di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dan Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin. Langkah ini bertujuan memastikan tidak ada Foreign Object Debris (FOD) yang dapat membahayakan operasional penerbangan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan merupakan prioritas utama dan akan terus melakukan koordinasi serta pemantauan terhadap proses pemeriksaan dan penanganan pesawat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,&amp;quot; pungkasnya.&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
