<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Asap Karhutla, Kemlu: Indonesia Terus Komunikasi dengan Negara Tetangga</title><description>Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Pemerintah Indonesia terus membangun komunikasi, dengan negara-negara lain terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/05/337/3240303/soal-asap-karhutla-kemlu-indonesia-terus-komunikasi-dengan-negara-tetangga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/05/337/3240303/soal-asap-karhutla-kemlu-indonesia-terus-komunikasi-dengan-negara-tetangga"/><item><title>Soal Asap Karhutla, Kemlu: Indonesia Terus Komunikasi dengan Negara Tetangga</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/05/337/3240303/soal-asap-karhutla-kemlu-indonesia-terus-komunikasi-dengan-negara-tetangga</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/05/337/3240303/soal-asap-karhutla-kemlu-indonesia-terus-komunikasi-dengan-negara-tetangga</guid><pubDate>Sabtu 05 September 2026 15:30 WIB</pubDate><dc:creator>Puteranegara Batubara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/05/337/3240303/kebakaran_hutan-gBKs_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Hutan (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/05/337/3240303/kebakaran_hutan-gBKs_large.jpg</image><title>Kebakaran Hutan (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Pemerintah Indonesia terus membangun komunikasi, dengan negara-negara lain terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
&#13;
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl, menjelaskan bahwa terkait sebaran asap yang terpantau di sejumlah wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, pemerintah tidak hanya meningkatkan langkah pengendalian di dalam negeri, tetapi juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap,&amp;quot; katanya, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Vahd, bersama negara-negara di kawasan, Indonesia juga mendorong peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Indonesia juga memanfaatkan kerangka kerja sama ASEAN agar persoalan kabut asap dapat tertangani dengan baik. Mekanisme ASEAN berdasarkan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) untuk menangani isu kabut asap telah berjalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya terus dilakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Vahd menuturkan, ASEC selaku Interim ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) atau pusat koordinasi ASEAN untuk penanganan asap lintas batas menerapkan status siaga kawasan pada Alert Level 3 sejak 26 Agustus 2026.&#13;
&#13;
ASEC juga meminta seluruh negara ASEAN menyampaikan Situation Report (SITREP) harian, termasuk peta trajektori asap, untuk kemudian didistribusikan kembali kepada seluruh National Focal Point negara anggota ASEAN.&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia selalu memenuhi seluruh kewajiban pelaporan harian dan tindakan wajib Alert Level 3 sesuai SOP MAJER (Monitoring, Assessment, and Joint Emergency Response), yakni prosedur ASEAN untuk pemantauan dan respons darurat asap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di antaranya secara proaktif menyampaikan data titik panas, kondisi lingkungan, indikasi pergerakan asap, dan penanggulangan karhutla termasuk respons darurat nasional dan operasi pemadaman skala ekstensif, serta intensifikasi kerja sama lintas sektor (pemerintah, swasta, dan komunitas lokal) kepada Sekretariat ASEAN sebagai kantor interim ACC THPC,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Ia juga memastikan Indonesia terus mendorong percepatan ASEAN Coordinating Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) agar dapat beroperasi secara penuh.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) memastikan Pemerintah Indonesia terus membangun komunikasi, dengan negara-negara lain terkait dampak asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla).&#13;
&#13;
Juru Bicara II Kemlu RI, Vahd Nabyl, menjelaskan bahwa terkait sebaran asap yang terpantau di sejumlah wilayah Indonesia dan kawasan Asia Tenggara, pemerintah tidak hanya meningkatkan langkah pengendalian di dalam negeri, tetapi juga terus melakukan komunikasi dan koordinasi dengan negara-negara di kawasan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Indonesia senantiasa mengedepankan kerja sama dengan negara-negara tetangga, menjaga hubungan bilateral yang baik, khususnya dalam menghadapi isu lingkungan yang memiliki dampak lintas batas seperti kabut asap,&amp;quot; katanya, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
Menurut Vahd, bersama negara-negara di kawasan, Indonesia juga mendorong peningkatan kewaspadaan dalam menghadapi cuaca kering akibat kondisi iklim.&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Indonesia juga memanfaatkan kerangka kerja sama ASEAN agar persoalan kabut asap dapat tertangani dengan baik. Mekanisme ASEAN berdasarkan ASEAN Agreement on Transboundary Haze Pollution (AATHP) untuk menangani isu kabut asap telah berjalan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Pertemuan berkala untuk membahas isu kabut asap dan koordinasi tindak lanjutnya terus dilakukan,&amp;quot; ujarnya.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Vahd menuturkan, ASEC selaku Interim ASEAN Coordinating Centre for Transboundary Haze Pollution Control (ACC THPC) atau pusat koordinasi ASEAN untuk penanganan asap lintas batas menerapkan status siaga kawasan pada Alert Level 3 sejak 26 Agustus 2026.&#13;
&#13;
ASEC juga meminta seluruh negara ASEAN menyampaikan Situation Report (SITREP) harian, termasuk peta trajektori asap, untuk kemudian didistribusikan kembali kepada seluruh National Focal Point negara anggota ASEAN.&#13;
&#13;
Menurutnya, Indonesia selalu memenuhi seluruh kewajiban pelaporan harian dan tindakan wajib Alert Level 3 sesuai SOP MAJER (Monitoring, Assessment, and Joint Emergency Response), yakni prosedur ASEAN untuk pemantauan dan respons darurat asap.&#13;
&#13;
&amp;quot;Di antaranya secara proaktif menyampaikan data titik panas, kondisi lingkungan, indikasi pergerakan asap, dan penanggulangan karhutla termasuk respons darurat nasional dan operasi pemadaman skala ekstensif, serta intensifikasi kerja sama lintas sektor (pemerintah, swasta, dan komunitas lokal) kepada Sekretariat ASEAN sebagai kantor interim ACC THPC,&amp;quot; paparnya.&#13;
&#13;
Ia juga memastikan Indonesia terus mendorong percepatan ASEAN Coordinating Center for Transboundary Haze Pollution Control (ACCTHPC) agar dapat beroperasi secara penuh.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
