<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BMKG Sebut OMC Berhasil Picu Hujan dan Tekan Karhutla, Operasi di Kalbar-Kalteng Diperpanjang</title><description>Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/05/340/3240333/bmkg-sebut-omc-berhasil-picu-hujan-dan-tekan-karhutla-operasi-di-kalbar-kalteng-diperpanjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/05/340/3240333/bmkg-sebut-omc-berhasil-picu-hujan-dan-tekan-karhutla-operasi-di-kalbar-kalteng-diperpanjang"/><item><title>BMKG Sebut OMC Berhasil Picu Hujan dan Tekan Karhutla, Operasi di Kalbar-Kalteng Diperpanjang</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/05/340/3240333/bmkg-sebut-omc-berhasil-picu-hujan-dan-tekan-karhutla-operasi-di-kalbar-kalteng-diperpanjang</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/05/340/3240333/bmkg-sebut-omc-berhasil-picu-hujan-dan-tekan-karhutla-operasi-di-kalbar-kalteng-diperpanjang</guid><pubDate>Sabtu 05 September 2026 21:10 WIB</pubDate><dc:creator>Jonathan Simanjuntak</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/05/340/3240333/kebakaran_hutan-hLt9_large.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Kebakaran Hutan (foto: BNPB)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/05/340/3240333/kebakaran_hutan-hLt9_large.jpg</image><title>Kebakaran Hutan (foto: BNPB)</title></images><description>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
Atas hasil tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di kedua wilayah mulai 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, BMKG mengoptimalkan analisis cuaca untuk menentukan potensi awan yang dapat digunakan dalam operasi penyemaian garam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,&amp;quot; ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
OMC di Kalimantan Barat sebelumnya berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026. Operasi yang didukung pembiayaan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut melibatkan koordinasi BMKG bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo mengatakan, selama operasi di Kalimantan Barat, petugas telah menerbangkan puluhan sorti untuk melakukan penyemaian awan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pemantauan BMKG, intervensi tersebut memicu hujan di sejumlah wilayah, termasuk Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kota Pontianak.&#13;
&#13;
Hujan yang turun disebut membantu meningkatkan kelembapan lahan gambut, mendinginkan area terdampak, menipiskan kabut asap, serta menekan munculnya titik api baru.&#13;
&#13;
Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah telah dilakukan sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total bahan semai mencapai 8.000 kilogram NaCl.&#13;
&#13;
Hasil operasi menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.&#13;
&#13;
Seto menegaskan, penggunaan teknologi analisis cuaca dalam OMC menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengedepankan pencegahan dalam penanganan karhutla.&#13;
&#13;
Menurutnya, pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah api membesar, tetapi juga melakukan intervensi lebih dini untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</description><content:encoded>&#13;
&#13;
JAKARTA - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah berhasil memicu hujan di sejumlah wilayah.&#13;
&#13;
Atas hasil tersebut, pemerintah memutuskan memperpanjang pelaksanaan OMC di kedua wilayah mulai 5 hingga 14 September 2026 dengan dukungan pembiayaan dari Kementerian Kehutanan dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).&#13;
&#13;
Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto mengatakan, BMKG mengoptimalkan analisis cuaca untuk menentukan potensi awan yang dapat digunakan dalam operasi penyemaian garam.&#13;
&#13;
&amp;quot;Penyemaian awan dilakukan di area lahan gambut yang terdeteksi hotspot untuk mengurangi titik panas dan memperbaiki kualitas udara akibat pekatnya kabut asap,&amp;quot; ujar Seto di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
OMC di Kalimantan Barat sebelumnya berlangsung sejak 22 Agustus hingga 4 September 2026. Operasi yang didukung pembiayaan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) tersebut melibatkan koordinasi BMKG bersama BNPB, TNI Angkatan Udara, Kementerian Kehutanan, dan pemerintah daerah.&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Operasional Modifikasi Cuaca BMKG, Budi Harsoyo mengatakan, selama operasi di Kalimantan Barat, petugas telah menerbangkan puluhan sorti untuk melakukan penyemaian awan.&#13;
&#13;
&amp;quot;Dalam operasi ini, petugas menerbangkan 27 sorti dengan total bahan semai 24.600 kilogram garam murni (Natrium Klorida/NaCl) pada ketinggian 6.000 hingga 10.000 kaki untuk menembus awan hujan potensial,&amp;quot; ujar Budi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Berdasarkan pemantauan BMKG, intervensi tersebut memicu hujan di sejumlah wilayah, termasuk Putussibau, Kabupaten Kubu Raya, hingga Kota Pontianak.&#13;
&#13;
Hujan yang turun disebut membantu meningkatkan kelembapan lahan gambut, mendinginkan area terdampak, menipiskan kabut asap, serta menekan munculnya titik api baru.&#13;
&#13;
Sementara itu, OMC di Kalimantan Tengah telah dilakukan sejak 26 Agustus hingga 5 September 2026. Dalam periode tersebut, tercatat 10 sorti penerbangan dengan total bahan semai mencapai 8.000 kilogram NaCl.&#13;
&#13;
Hasil operasi menunjukkan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang terjadi di sejumlah wilayah, seperti Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Kotawaringin Barat, Kapuas, Lamandau, dan Barito Selatan.&#13;
&#13;
Seto menegaskan, penggunaan teknologi analisis cuaca dalam OMC menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk mengedepankan pencegahan dalam penanganan karhutla.&#13;
&#13;
Menurutnya, pemerintah tidak hanya melakukan pemadaman setelah api membesar, tetapi juga melakukan intervensi lebih dini untuk mencegah meluasnya kebakaran dan dampak kabut asap terhadap masyarakat.&#13;
&amp;nbsp;&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
