<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penumpang Bandara Soetta Menumpuk</title><description>Setidaknya 33 penerbangan dilaporkan terdampak penutupan sementara Bandara Soekarno-Hatta imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
</description><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240372/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-penumpang-bandara-soetta-menumpuk</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240372/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-penumpang-bandara-soetta-menumpuk"/><item><title>Penerbangan Dibatalkan Imbas Erupsi Gunung Anak Krakatau, Penumpang Bandara Soetta Menumpuk</title><link>https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240372/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-penumpang-bandara-soetta-menumpuk</link><guid isPermaLink="false">https://news.okezone.com/read/2026/09/06/337/3240372/penerbangan-dibatalkan-imbas-erupsi-gunung-anak-krakatau-penumpang-bandara-soetta-menumpuk</guid><pubDate>Minggu 06 September 2026 08:14 WIB</pubDate><dc:creator>Riyan Rizki Roshali</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2026/09/06/337/3240372/penumpukan_penumpang_di_bandara_soetta-G9IW_large.jpeg" expression="full" type="image/jpeg">Penumpukan penumpang di Bandara Soetta imbas pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, 6 September 2026. </media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2026/09/06/337/3240372/penumpukan_penumpang_di_bandara_soetta-G9IW_large.jpeg</image><title>Penumpukan penumpang di Bandara Soetta imbas pembatalan penerbangan akibat erupsi Gunung Anak Krakatau, 6 September 2026. </title></images><description>JAKARTA - Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu penumpukan calon penumpang pada Minggu (6/9/2026) pagi. Setelah penundaan keberangkatan sejak pukul 05.00 WIB, pihak bandara akhirnya mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan pada pukul 07.20 WIB.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di Terminal 1C pada Minggu (6/9/2026), seluruh penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai mengalami penundaan sejak pukul 05.00 WIB.&#13;
&#13;
Para penumpang awalnya terus berdatangan ke Bandara Soetta untuk mendapatkan kepastian keberangkatan. Terlihat juga bagian mesin pesawat ditutup untuk menghindari masuknya debu vulkanik tersebut.&#13;
&#13;
Akan tetapi, pada pukul 07.20 WIB, pihak Bandara Soetta mulai menginformasikan bahwa seluruh penerbangan dibatalkan imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Setelah adanya informasi itu, para penumpang kemudian berbondong-bondong turun untuk menuju ruang maskapai penerbangan. Sesampainya di ruang salah satu maskapai, mereka pun mendapatkan penjelasan dari petugas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon maaf bapak/ibu, memang seluruh penerbangan dibatalkan karena musibah alam,&amp;rdquo; ucap salah satu petugas ke para calon penumpang.&#13;
&#13;
Petugas tersebut pun menjelaskan bahwa para penumpang bisa melakukan perubahan jadwal penerbangan atau membatalkan penerbangan. Perubahan jadwal, kata petugas itu, juga harus mengikuti situasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak/ibu bisa melakukan reschedule. Tapi, tetap melihat situasi dan perkembangan apakah masih ada erupsi atau tidak,&amp;rdquo; kata petugas.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan operasional penerbangan tersebut sebelumnya diberlakukan mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.&#13;
&#13;
Namun, otoritas Bandara Soekarno-Hatta kemudian memperpanjang penghentian operasional hingga pukul 09.30 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 s.d. 09.30 WIB,&amp;quot; tulis otoritas Bandara Soekarno-Hatta melalui akun Instagram resminya, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan penutupan Bandara Soekarno-Hatta dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.&#13;
&#13;
Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35-01.05 WIB menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.&#13;
&#13;
Kemenhub mencatat sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penerbangan yang dijadwalkan kembali.&#13;
&#13;
Sejumlah rute internasional yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.&#13;
&#13;
Sementara untuk penerbangan domestik, tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.&#13;
&#13;
Kemenhub menyatakan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).&#13;
</description><content:encoded>JAKARTA - Penutupan operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau memicu penumpukan calon penumpang pada Minggu (6/9/2026) pagi. Setelah penundaan keberangkatan sejak pukul 05.00 WIB, pihak bandara akhirnya mengumumkan pembatalan seluruh penerbangan pada pukul 07.20 WIB.&#13;
&#13;
Berdasarkan pantauan di Terminal 1C pada Minggu (6/9/2026), seluruh penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta mulai mengalami penundaan sejak pukul 05.00 WIB.&#13;
&#13;
Para penumpang awalnya terus berdatangan ke Bandara Soetta untuk mendapatkan kepastian keberangkatan. Terlihat juga bagian mesin pesawat ditutup untuk menghindari masuknya debu vulkanik tersebut.&#13;
&#13;
Akan tetapi, pada pukul 07.20 WIB, pihak Bandara Soetta mulai menginformasikan bahwa seluruh penerbangan dibatalkan imbas sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau.&#13;
&#13;
Setelah adanya informasi itu, para penumpang kemudian berbondong-bondong turun untuk menuju ruang maskapai penerbangan. Sesampainya di ruang salah satu maskapai, mereka pun mendapatkan penjelasan dari petugas.&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Mohon maaf bapak/ibu, memang seluruh penerbangan dibatalkan karena musibah alam,&amp;rdquo; ucap salah satu petugas ke para calon penumpang.&#13;
&#13;
Petugas tersebut pun menjelaskan bahwa para penumpang bisa melakukan perubahan jadwal penerbangan atau membatalkan penerbangan. Perubahan jadwal, kata petugas itu, juga harus mengikuti situasi.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
&amp;ldquo;Bapak/ibu bisa melakukan reschedule. Tapi, tetap melihat situasi dan perkembangan apakah masih ada erupsi atau tidak,&amp;rdquo; kata petugas.&#13;
&#13;
Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, ditutup sementara pada Minggu (6/9/2026) akibat sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau. Penutupan operasional penerbangan tersebut sebelumnya diberlakukan mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB.&#13;
&#13;
Namun, otoritas Bandara Soekarno-Hatta kemudian memperpanjang penghentian operasional hingga pukul 09.30 WIB.&#13;
&#13;
&amp;quot;Sehubungan dengan meningkatnya aktivitas Erupsi Anak Gunung Krakatau, Bandara Internasional Soekarno-Hatta melakukan penghentian operasional penerbangan pada pukul 05.30 s.d. 09.30 WIB,&amp;quot; tulis otoritas Bandara Soekarno-Hatta melalui akun Instagram resminya, Minggu (6/9/2026).&#13;
&#13;
Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa mengatakan penutupan Bandara Soekarno-Hatta dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26.&#13;
&#13;
Keputusan tersebut diambil setelah hasil paper test yang dilakukan pada pukul 00.35-01.05 WIB menunjukkan adanya indikasi sebaran abu vulkanik di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.&#13;
&#13;
Kemenhub mencatat sebanyak 33 penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdasarkan pemantauan hingga Sabtu (5/9/2026) pukul 22.00 WIB.&#13;
&#13;
&amp;nbsp;&#13;
&#13;
&#13;
&#13;
Untuk penerbangan internasional, terdapat 16 pembatalan, tujuh penundaan, dan lima penerbangan yang dijadwalkan kembali.&#13;
&#13;
Sejumlah rute internasional yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.&#13;
&#13;
Sementara untuk penerbangan domestik, tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Lampung, Denpasar, serta Surabaya.&#13;
&#13;
Kemenhub menyatakan terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan operator penerbangan, pengelola bandara, penyedia layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).&#13;
</content:encoded></item></channel></rss>
